Rutinitas Olahraga Terganggu karena Pandemi Membuat Ibu Hamil Rentan Depresi

rutinitas olahraga
Foto: www.everypixel.com

Pandemi COVID-19 mengubah dan mengganggu hidup mayoritas orang yang menghirup oksigen. Titik. Termasuk rutinitas olahraga yang berkhasiat menjaga mood, mengurangi stres dan baik untuk kesehatan fisik dan mental. Sebuah penelitian baru dari Dartmouth memperlihatkan bahwa perempuan hamil yang rutinitas olahraganya berubah karena pandemi memiliki skor depresi yang lebih tinggi. Studi ini merupakan salah satu bahasan pertama yang meneliti hubungan antara COVID-19, perubahan rutinitas olahraga dan prenatal depression.

Apa yang Dilakukan Penelitian Ini?

Studi ini berdasarkan data dari COVID-19 and Reproductive Effects (CARE) Study yang melibatkan 1.850 wanita hamil di 50 negara bagian Amerika Serikat dan Puerto Rico, yang disurvei secara daring dari April hingga Juni 2020. Survei ini untuk mengetahui bagaimana COVID-10 mempengaruhi kesehatan prenatal dan post-partum mereka. Saat survei dilakukan, 92% partisipan mengindikasikan bahwa aturan di-rumah-aja sedang diberlakukan.

Para peneliti menanyakan berbagai hal, termasuk apakah rutinitas olahraga berubah, dan juga jumlah durasi olahraga per minggu. Lalu, para ilmuwan memindai gejala-gejala depresi dengan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Survey (EPDS), yang telah lama diandalkan sebagai pengukur prenatal dan post-partum depression.

Tidak hanya itu. Karakter yang memiliki kaitan dengan risiko depresi dan pola olahraga juga dikumpulkan, termasuk usia, usia kehamilan, ras/etnis, pendapatan rumah tangga, level pendidikan. Plus, stres keuangan yang disebabkan oleh pandemi dan apakah memiliki kehamilan risiko tinggi.

Apa Efek Rutinitas Olahraga yang Terganggu?

“Hasil penelitian kamu memperlihatkan bahwa pandemi COVID-19 bisa memperparah risiko perempuan hamil mengalami prenatal depression,” jelas Theresa Gildner, peneliti utama. “Olahraga moderat telah memperlihatkan bisa mengurangi risiko depresi pada perempuan hamil, sehingga disrupsi terhadap rutinitas olahraga bisa memperparah kesehatan mental.”

Berikut hasil penelitian ini:

  • Perempuan hamil yang mengalami perubahan rutinitas olahraga memperlihatkan skor depresi yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak mengalami perubahan.
  • Wanita yang tinggal di area metropolitan cenderung mengalami perubahan rutinitas.
  • Perempuan yang bertempat tinggal di tempat padat lebih enggan keluar rumah untuk jalan kaki karena khawatir terinfeksi COVID-19
  • Perempuan dengan tekanan finansial memiliki skor depresi yang lebih tinggi (mayoritas partisipan berkulit putih dan memiliki level pendidikan dan pendapatan yang tinggi)
  • Wanita yang lebih tua dan lebih kaya memiliki skor depresi yang lebih rendah, yang memperlihatkan bahwa usia dan kekayaan memiliki efek mediasi

Peneliti mengungkapkan bahwa pandemi tidak hanya menganggu atau membuat perempuan tidak bisa mengikuti yoga atau kekurangan endorfin, tapi juga kehilangan koneksi sosial. Satu hal inilah yang menjadi salah satu penyebab skor depresi mereka meningkat.

Apa manfaatnya hasil studi ini bagi perempuan hamil? Para peneliti menekankan pentingnya dokter dan tenaga kesehatan untuk menanyakan pasien tentang perubahan rutinitas olahraga mereka selama pandemi. Dengan mengetahui informasi ini, maka para profesional bisa membantu mengidentifikasi mereka yang memiliki risiko tinggi mengalami maternal depression.

Selanjutnya: Perbedaan Baby Blues Syndrome dan Post-Natal Depression.