Kredit Tanpa Agunan: Apakah Terlalu Berisiko?

kredit tanpa agunan
Foto: www.gettyimages.com

Ada banyak hal yang menarik perhatian dan ingin kamu coba akhir-akhir ini, termasuk kredit tanpa agunan. Namun ada banyak keraguan, karena kamu mendengar banyak hal negatif tentang jenis kredit ini. Jadi, memilih kredit tanpa agunan atau tidak? Baca penjelasannya lengkapnya di bawah ini.

Apa Definisi Kredit Tanpa Agunan?

kredit tanpa agunan
Foto: www.rawpixel.com

KTA atau Kredit Tanpa Agunan merupakan produk perbankan berupa pinjaman untuk perorangan tanpa dibutuhkan agunan atau jaminan. “Seseorang memilih produk pinjaman ini dikarenakan syaratnya cukup mudah serta prosesnya pun cukup cepat,” jelas Irshad Wicaksono Ma’ruf, seorang personal financial planner dari rekadana.com.

Yep, dibandingkan dengan kredit jenis lain, KTA memang memiliki beberapa perbedaan. Di antaranya:

  • Tanpa Jaminan. Berbeda dengan KPR atau Kredit Multi Guna yang memerlukan jaminan berupa properti misalnya.
  • Besar Pinjaman Dibatasi. Karena tidak ada jaminan, maka di mata bank produk kredit ini termasuk berisiko besar, sehingga besar pinjamannya dibatasi.
  • Bunga Tinggi. Karena tidak ada jaminan dan berisiko tinggi di mata bank, maka bunganya pun juga tinggi.
  • Tenornya Pendek. Rata-rata bank memberikan tenor maksimal 5 tahun, maka harus jadi perhatian debitur dalam melunasi utang jenis KTA ini.
  • Syarat pengajuannya sangat mudah. Secara umum, syarat yang dibutuhkan adalah bukti identitas perorangan atau perusahaan, bukti penghasilan beberapa bulan terakhir (slip gaji), SPT, fotokopi rekening tabungan beberapa bulan terakhir, surat izin profesi serta NPWP.
  • Multi fungsi. Bisa digunakan untuk renovasi rumah, modal usaha, pendidikan anak, dan lain-lain.
  • Suku Bunga Tetap Sampai Akhir Kontrak. Berbeda dengan beberapa kredit lain hanya beberapa tahun di awal flat, selanjutnya mengikuti bunga mengambang.
  • Biaya Tambahan. Seperti biaya provisi, administrasi dan biaya tahunan sehingga uang yang diterima tidak sebesar yang diajukan karena sudah terpotong dengan biaya-biaya tersebut.

Apa Kekurangan dan Kelebihan Kredit Tanpa Agunan?

Foto: www.pexels.com

“Walaupun syaratnya mudah dalam mengajukan KTA—Kredit Tanpa Agunan, bukan Tanpa Angsuran, ya—bank akan menganalisa kemampuan debitur melunasi utangnya, serta catatan pengalaman debitur dalam urusan kredit sebagai pertimbangan persetujuan pengajuan kredit,” jelas Irshad.

Jika membicarakan kelebihan dan kekurangan, ada beberapa hal yang harus kamu tahu tentang kredit tanpa agunan ini.

Kelebihan KTA:

  • Syaratnya mudah dan tanpa pengecekan aset sebagai agunan atau jaminan
  • Jumlah cicilan sesuai kesepakatan dengan pihak bank
  • Suku bunga tetap sampai akhir kontrak
  • Dapat digunakan untuk tujuan apa pun

Kekurangan KTA:

  • Adanya limit pinjaman, tergantung jumlah penghasilan debitur
  • Tenor pinjaman pendek, tergantung jumlah pinjaman
  • Pemohon kredit harus memiliki profesi dengan penghasilan tetap setiap bulannya
  • Suku bunga tinggi karena tidak adanya jaminan
  • Adanya pinalti jika pelunasan sebelum jatuh tempo
  • Biasanya diminta buka rekening di bank tersebut.

Siapakah yang Disarankan Mengambil Kredit Jenis Ini?

Foto: www.pexels.com

Menurut irshad, tidak ada syarat khusus siapa yang diperbolehkan menggunakaan produk KTA ini—asal memenuhi syarat dari banknya.

“Tetapi yang harus jadi perhatian adalah aspek pelunasannya, karena KTA ini jangka waktu tenornya pendek, bunga tinggi, serta pinalti. Pastikan porsi total utang maksimal 30% dari penghasilan, agar terhindar ‘gali lubang tutup lubang,'” tegasnya.

Jadi, tiga hal ini—Jangka waktu tenor, bunga, serta pinalti—sebaiknya menjadi perhatian kamu sebelum mengambil kredit tanpa agunan. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kredit ini sangat membantu, terutama yang sedang butuh uang.

“Betul saya setuju sekali KTA bisa sangat membantu untuk segala tujuan dan proses uang cair sangat cepat. Tetapi kita perlu memiliki porsi dana darurat sendiri 6 kali sampai 12 kali bulanan. Ini bisa dari penghasilan maupun pengeluaran—pilih mana yang lebih besar. Sehingga keuangan kita lebih sehat dan juga mampu mempersiapkan masa depan, misalnya persiapan dana pensiun, perjalanan ibadah, dan sebagainya,” ujarnya.

Jika memang seseorang ingin mengambil kredit karena satu dan lain alasan, metode kredit apa yang lebih disarankan?

“Saya sebagai perencana keuangan lebih menyarankan untuk memiliki porsi tabungan untuk keperluan misal untuk renovasi rumah, porsi investasi untuk keperluan dana pendidikan anak, modal usaha, pensiun, asuransi untuk kesehatan dan jiwa. Dan dana darurat untuk keperluan hal yang tidak terduga dan sifatnya urgent, misalnya untuk membayar kesehatan yang tidak ter-cover asuransi, atau saat kondisi pandemik juga bisa digunakan,” sarannya.

Seandainya kondisi keuangan menipis dan dana darurat terbatas, maka “bisa pinjam ke saudara yang dianggap mampu,” anjurnya. “Tapi ingat utang tetaplah utang, walaupun dari saudara sendiri. Jadi, jangan disepelekan, dan harus tetap dilunasi sesuai janji waktu pelunasannya,” tegasnya.

Jika tidak ada saudara atau anggota keluarga yang bisa meminjamkan dana, maka “kemudian baru masuk ke lembaga keuangan, misal bank untuk mengajukan kredit. Intinya, dalam pinjam-meminjam ini, yang perlu jadi perhatian adalah kemampuan dalam melunasi,” tekannya.

Selanjutnya: Panduan Lengkap Pinjol.