Jangan Takut Hidup Sendiri, Ini 12 Novel Tentang Sisi Positif Berstatus Lajang

hidup sendiri
Foto: Istimewa

Meski beberapa orang sering merasa takut kesepian karena selama ini selalu menghabiskan waktu sendirian. Namun nyatanya, hidup sendiri tidak melulu memberikan dampak negatif.

Bahkan telah banyak penulis novel yang menyatakan bahwa terdapat berbagai sisi positif hidup sendiri di dunia yang sangat luas ini. Kesendirian ini juga bisa membuatmu merasa sangat bahagia.

Ini 12 rekomendasi buku tentang menjadi lajang dengan cerita eksklusif yang penuh dengan kemewahan ketika menjalankan hidup sendirian.

Alone Time | Stephanie Rosenbloom

hidup sendiri
Foto: www.goodreads.com

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin beberapa orang takut akan kesendirian, tetapi ternyata hal ini justru memberikan banyak manfaat.

Alone Time dibagi menjadi empat bagian, di mana memiliki latar tempat yang dibuat berbeda, mulai dari Paris, Istanbul, Florence, dan New York.

Di mana setiap bagiannya menyoroti manfaat yang berbeda dari kehidupan yang dijalani sendirian. Mulai dari seseorang yang bisa mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuannya untuk berkembang serta berubah.

Sang penulis juga menggabungkan wawasan dari psikolog dan sosiolog terkait sisi positif dari hidup sendiri.

Spinster: Making a Life of One’s Own | Kate Bolick

hidup sendiri
Foto: www.goodreads.com

Akan menikah dengan siapa dan kapan itu akan terjadi, biasanya menjadi pertanyaan yang akan didapatkan oleh setiap wanita.

Hal ini pun membuat Kate Bolick mengundang pembaca untuk mengetahui alasannya dan lebih dari 100 juta wanita Amerika yang memutuskan untuk tidak menikah.

Bolick menunjukkan kepada kita bahwa selama ini hampir seluruh wanita bijaksana telah mencoba untuk memiliki kehidupan yang baik.

Ia juga menawarkan pembaca untuk memilih jalan hidup sendiri, di mana ini semua bisa dinikmati untuk diri kita masing-masing.

The Lonely City: Adventures in the Art of Being Alone | Olivia Laing

Foto: www.goodreads.com

Ketika Olivia Laing pindah ke New York City di usia tiga puluhan, ia mendapati bahwa dirinya hidup di dalam kesepian setiap harinya. Ia pun mulai menjelajahi kota yang sepi melalui seni.

Ia akhirnya bertemu dengan Nighthawks, yang merupakan karya dari Edward Hopper hingga Time Capsules milik Andy Warhol. Bahkan menemukan penimbunan Henry Darger hingga pemusnahan krisis AIDS.

Laing melakukan penyelidikan yang luar biasa tentang apa artinya menyendiri. Tak hanya menemukan penyebab dari rasa kesepian, namun ia juga berhasil mengetahui bahwa hal tersebut bisa dilawan.

How to Be Alone: If You Want To and Even If You Don’t | Lane Moore

hidup sendiri
Foto: www.goodreads.com

Kehidupan Lane Moore rasanya sangat menyenangkan, apalagi ia berhasil memenangkan penghargaan Cosmopolitan sebagai editor seks dan hubungan. Namun kenyataannya, Lane memiliki perjalanan hidup yang penuh dengan hambatan.

Ia menganggap bahwa film, TV, serta musik merupakan keluarga dan support system yang selama ini tidak pernah dimiliki. Walau begitu, Lane tetap berusaha menjalankan hidupnya sebaik mungkin.

How to Be Alone, merupakan bacaan wajib untuk yang merasa belum bisa berdamai dengan innerchild, menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpura-pura.

Solitude: A Singular Life in a Crowded World | Michael Harris

hidup sendiri
Foto: www.goodreads.com

Memutuskan hidup untuk menyendiri adalah salah satu keterampilan hidup yang perlu dimiliki seseorang, setidaknya itu pendapat dari Michael Harris.

Menurutnya kesendirian yang nyata memungkinkan kita untuk berefleksi dan meningkatkan hubungan dengan diri sendiri, serta secara paradoks dengan orang lain.

Dipicu dengan ketergantungan pada media sosial dan online, kita sering meremehkan kesendirian. Padahal ini bisa menjadi salah satu kekuatan kita untuk mengubah hidup.

No One Tells You This | Glynnis MacNicol

hidup sendiri
Foto: www.goodreads.com

Di hari ulang tahunnya yang ke-40, Glynnis MacNicol terus-menerus diingatkan bahwa ia tidak memiliki apa pun yang diharapkan dunia dari seorang wanita seusianya, yakni pasangan atau bayi. Padahal selama ini ia memiliki karir yang sukses.

Karena terganggu dengan hal tersebut, akhirnya Glynnis memulai perjalanan untuk menemukan dirinya sendiri. Ia terpaksa untuk bergulat dengan harapan dan ketakutan terbesarnya tentang cinta, kematian, seks, persahabatan, dan kesepian.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai mencoba untuk berpegang teguh untuk menentukan nasibnya sendiri. Yang ternyata lebih bermanfaat dibanding yang dibayangkan oleh siapa pun.

What I Was Doing While You Were Breeding | Kristin Newman

Foto: www.goodreads.com

Selama ini, Kristin Newman menghabiskan waktu untuk membeli gaun yang akan dipakai menghadiri pernikahan teman-temannya dan baby shower. Selain itu ia juga sering berkeliling dunia sendirian untuk mencari inspirasi sekaligus berlibur.

Ia merasa sangat jatuh cinta dengan planet ini, serta pada banyak penduduk lokal yang menarik. Dalam bukunya, Kristin benar-benar mencerminkan berbagai manfaat dari hidup sendiri.

How to Be Single and Happy | Jennifer Taitz

hidup sendiri
Foto: www.goodreads.com

Jika kamu merasa bosan terus-menerus melihat aplikasi kencan, mengalami ghosting, dan mendengar pertanyaan mengapa masih lajang, rasanya sulit untuk menikmati hidup karena selalu dianggap belum menemukan jodoh.

How to Be Single and Happy merupakan panduan yang mengingatkanmu untuk berhenti menganalisis pertemuan romantis secara berlebihan.

Berdasarkan keahliannya di dunia psikologi, Dr. Jennifer Taitz pun membantumu untuk mengembangkan pola pikir, nilai, dan memastikanmu untuk menjalani kehidupan terbaik yang paling bahagia, meski masih lajang.

Sailing Alone Around the World | Joshua Slocum

Foto: www.goodreads.com

Catatan otobiografi Joshua Slocum ini berisikan tentang perjalanan solonya keliling dunia. Ia mulai berangkat dari Boston dan melakukan perjalanan ini selama tiga tahun.

Meski keliling dunia seorang diri, namun Slocum tidak merasa kesulitan, bahkan hal tersebut membantunya bertemu dengan banyak orang, mulai dari bajak laut dari Gibraltar hingga orang India di Tierra del Fuego.

Selain itu, ia juga bertemu dengan sesama penjelajah dunia, Henry Stanley di Afrika Selatan.

How to Be Alone | Sara Maitland

Foto: www.goodreads.com

Menurut Sara, sebagian besar masyarakat kita yang serba cepat tidak senang dengan kesendirian. Beberapa bahkan menganggapkan menyeramkan.

Namun, cobalah untuk belajar bagaimana cara untuk menikmati kesendirian dan menemukan kebahagiaan tanpa orang lain. Dalam bukunya, Sara memberikan berbagai eksperimen dan strategi untuk mengatasi ketakutan akan kesendirian ini.

Ia juga mendorong kita untuk melihat manfaat dari menghabiskan hidup sendiri, sehingga pada akhirnya bisa menjalani kehidupan yang lebih kaya dan lengkap.

Braving the Wilderness | Brene Brown

Foto: www.goodreads.com

Ilmuwan sosial, Brene Brown PhD, LMSW, mengatakan bahwa kepemilikan sejati mengharuskan kita untuk menjadi diri sendiri.

Di dalam bukunya, ia mengingatkan kepada pembaca bahwa keberanian sangat dibutuhkan untuk menemukan jalan kembali ke diri sendiri, dan jalan itu akan menemui berbagai tantangan.

Singled Out | Bella DePaulo

Foto: www.goodreads.com

Bagi Bella DePaulo, manfaat menikah dan bahaya tetap melajang yang terlalu dibesar-besarkan oleh banyak orang. Karenanya, para lajang pun sering diperlakukan tidak adil di tempat kerja, pasar, atau di mana pun mereka berada.

Padahal sesungguhnya, orang lajang benar-benar telah menjalankan hidup dengan bahagia selamanya. Karenanya, DePaulo pun memutuskan untuk mematahkan stigma tersebut melalui buku ini.