Protein Shake—Aman dan Efektifkah Dikonsumsi? Ini Penjelasan Ahli

protein shake
Foto: www.canva.com

Sering dianggap sebagai minuman yang sehat, kebanyakan orang pun mulai menambahkan protein shake ke dalam asupan harian. Namun, apakah aman mengonsumsi minuman yang memiliki protein tinggi ini?

Untuk mengetahui jawabannya, LIMONE telah menghubungi dr. Karin Wiradarma M.Gizi, yang akan menjelaskan terkait cara mengonsumsi protein shake yang tepat dan aman.

Apa Itu Protein?

protein shake
Foto: www.canva.com

Dokter Karin menjelaskan bahwa protein adalah salah satu zat gizi utama yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar, yang terdiri dari rangkaian asam amino.

“Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai hal, yaitu membuat sel-sel dan organ di tubuh (terutama otot), memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, membentuk hormon, berbagai protein tubuh, sel imun, dan lainya,” jelasnya.

Selain itu, protein juga sangat penting untuk tumbuh kembang anak. “Jika tubuh kekurangan protein, nantinya massa otot akan menurun dan sistem kekebalan tubuh akan melemah. Sehingga mudah terserang penyakit, penyembuhan luka akan melambat, kulit dan rambut menjadi rapuh, mudah luka, serta mudah mengalami rambut rontok,” lanjutnya.

Bagaimana dengan Protein Shake?

Foto: www.unsplash.com

Sementara protein shake merupakan minuman yang terbuat dari bubuk yang mengandung protein tinggi dan dicampurkan dengan air.

"Biasanya protein shake ini dikonsumsi oleh mereka yang membutuhkan protein tinggi dengan cara yang mudah dan cepat, misalnya seperti atlet, seseorang yang ingin membentuk tubuh, atau orang yang sedang sakit dan dalam masa penyembuhan,” terangnya.

Tak hanya itu, minuman ini juga sering kali digunakan oleh seseorang yang sedang diet. Karena nantinya protein tersebut dapat menurunkan rasa lapar. Akan tetapi “protein shake ini tidak untuk dikonsumsi oleh orang pada umumnya. Sebab kandungan proteinnya sangat tinggi,” tegasnya.

Karena sesungguhnya, menurut Dokter Karin “orang dewasa sehat membutuhkan rata-rata 0,8 gram/kgBB protein. Maksimalnya hanya 1 gram/kgBB per hari, kecuali jika sedang dalam keadaan tertentu yang membutuhkan protein tinggi. Jumlah 0,8-1 gram/kgBB per hari ini bisa dipenuhi dari bahan makanan sumber, tanpa penambahan protein shake,” papar Spesialis Gizi Klinik ini.

Apakah Minuman Ini Aman untuk Dikonsumsi?

protein shake
Foto: www.canva.com

Karena memiliki protein yang sangat tinggi, lantas muncul pertanyaan apakah minuman ini akan aman untuk dikonsumsi?

“Tergantung dari produsennya, apakah memiliki kredibilitas yang tinggi, proses pembuatannya, serta tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya. Dan yang terpenting apakah ginjal masih berfungsi dengan baik setelah mengonsumsi protein shake,” tuturnya.

Sebab, konsumsi protein yang sangat tinggi ternyata dapat menimbulkan efek yang tidak baik untuk ginjal. Terutama apabila organ tersebut sudah mengalami penurunan fungsi seperti terjadinya gagal ginjal, penyakit ginjal karena hipertensi, diabetes, atau usia lanjut.

Oleh karena itu, “orang tua harus berhati-hati dalam mengonsumsi protein tinggi, karena pada umumnya telah mengalami fungsi ginjal yang menurun,” ujar Dokter Karin.

“Namun, jika nantinya minuman tinggi protein ini dikonsumsi oleh orang yang membutuhkan, dari produsen yang kredibel, dan dalam supervisi dokter, maka seharusnya cukup aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Apa Saja Jenis dari Protein Shake?

Foto: www.unsplash.com

Pada dasarnya, minuman yang tinggi protein ini memiliki kandungan yang berbeda-beda, tergantung dengan jenis protein yang ada di dalamnya. Berikut jenis-jenis protein shake:

Whey protein

Jenis protein shake ini merupkan yang paling populer. Whey protein merupakan minuman berbasis susu yang mengandung asam amino esensial lengkap. Produk ini dapat dengan cepat diserap oleh tubuh.

Casein protein

Serupa dengan protein whey, produk ini juga berasal dari susu dan mengandung asam amino esensial yang lengkap. Namun kasein protein akan lebih lambat untuk diserap tubuh.

Soy protein

Untukmu yang alergi terhadap susu, maka bisa mencoba jenis protein shake yang berbahan dasar nabati. Protein kedelai ini mengandung asam amino esensial lengkap dan soy isofavone yang juga dapat bermanfaat sebagai antioksidan.  

Bagaimana Cara Mengonsumsi Protein Shake yang Tepat?

protein shake
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Karin, karena tingginya protein yang ada di dalam minuman tersebut, maka batas maksimal untuk mengonsumsinya adalah sebanyak 1,2 gram/kgBB per hari.

“Namun sebelum memutuskan untuk mengonsumsi protein shake, maka sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi untuk menghitung kebutuhan protein tubuhmu, dan juga menilai fungsi ginjal serta organ lainnya,” sarannya.

Pada orang yang sakit, dalam masa penyembuhan, atau mengalami malnutrisi, umumnya membutuhkan asupan protein sebesar 1,5-2 gram/kgBB per hari. “Batasan konsumsi protein ini akan tergantung dari keadaan tubuh, kondisi ginjal dan hati, serta berat badan,” tambahnya.

“Jadi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi sebelum mulai mengonsumsi protein shake. Sebab, batasan untuk setiap orang sangat berbeda-beda,” pesan Dokter Karin.

Bagaimana Menjaga Tubuh agar Tetap Sehat?

Foto: www.canva.com

Sesungguhnya, terdapat banyak zat gizi lain yang harus dipenuhi kebutuhannya selain protein. “Kunci untuk diet yang baik adalah pengaturan pola makan yang seimbang. Yakni dengan mengonsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, serta tidak melupakan asupan air putih dalam jumlah yang seimbang,” jelasnya.

Menurut Spesialis Gizi Klinik yang satu ini, biasanya asupan yang seimbang adalah “karbohidrat sebanyak 50-60% dari total kalori, protein sebesar 10-15%, dan lemak 20-30%. Sementara untuk konsumsi vitamin dan mineral, disesuaikan dengan AKG berdasarkan dengan usia masing-masing individu,” paparnya.

Dokter Karin juga menambahkan asupan air putih yang disarankan adalah sebanyak 35-40 ml/kgBB untuk usia di bawah 40 tahun, karena usia di atas 40 tahun kebutuhan cairannya menurun

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Untuk mengonsumsi protein shake, Dokter Karin menyarankan agar jangan terburu-buru dan sembarangan. “Ketahui terlebih dahulu apakah kamu memang membutuhkannya, apakah ada masalah kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan sehingga menyebabkan efek samping jika mengonsumsi protein shake,” ujarnya.

“Jika memang membutuhkannya dan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, maka boleh mengonsumsi protein shake. Namun jika kamu ragu, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik,” sarannya.