Pola Tidur Berantakan Tingkatkan Risiko Depresi, kata Studi Baru

pola tidur
Foto: www.freepik.com

Sudah bukan rahasia kalau bangun dan tidur pada jam yang sama bagus itu ritme sirkadian dan kualitas hidup. Dan satu lagi kabar baik buat pecinta tidur dan rebahan: pola tidur teratur menurunkan risiko terkena depresi. Ini artinya, mereka yang memiliki jam bangun dan tidur berbeda-beda setiap hari mengalami peningkatan risiko depresi, terutama orang dewasa muda.

Untuk penelitian ini, tim menganalisa data tidur dan mood dari lebih 2.100 dokter muda selama satu tahun. Seperti yang kamu tahu, kehidupan dokter muda itu... well, tonton saja serial dokter.

Untuk mengumpulkan data, partisipan mengenakan alat pendeteksi tidur dan mereka melaporkan mood setiap hari. Mereka juga dipindai untuk depresi setiap beberapa bulan sekali.

Perlu diperhatikan bahwa ukuran sampel data ini tidak mewakili seluruh populasi, karena usia partisipan rata-rata 27 tahun, semuanya berpendidikan medis dan rentan stres. Meski begitu, karena semua partisipan memiliki karakteristik yang sama, penulis studi bisa mengetes bagaimana perbedaan pola tidur bisa memengaruhi mereka tanpa variabel perancu.

Menurut penelitian ini, selama periode tersebut pola tidur partisipan lebih bervariasi. Mereka cenderung mengalami gejala-gejala depresi per kuartal. Mereka juga melaporkan mood yang lebih buruk setiap hari.

Menariknya, bahkan ketika mereka tidur cukup, jika mereka tidur dan bangun pada waktu yang berbeda setiap hari, tetap saja kondisi mereka tidak lebih baik dari partisipan yang kurang tidur.

"Penemuan ini menekankan bahwa konsistensi tidur sering kali diremehkan sebagai faktor dari depresi dan kesehatan," kata Srijan Sen, M.D., Ph.D., salah satu penulis studi.

Selanjutnya, peneliti dari Michigan State University ini berharap bahwa penemuan mereka bisa dikembangkan ke populasi yang lebih umum. Harapannya untuk mengerti lebih lagi tentang kaitan tidur dan kesehatan mental.

Baca Juga :  Sarapan Sebelum Jam Ini Bisa Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Sulit tidur? Dokter dr. Maria Irene Hendrata, Sp.KJ, seorang psikiater, pernah membocorkan beberapa cara untuk agar tidur lebih nyenyak, mulai dari memiliki jam bangun/tidur yang sama, berolahraga, hingga membatasi penggunaaan gawai.

Selanjutnya: Gejala dan Cara Menghadapi Depresi.