Apakah Meminjam Duit Lewat Pinjol Aman? Ini Penjelasan Seorang Penasihat Keuangan

pinjol
Foto: www.rawpixel.com

Siapa di sini yang berpikir untuk menggunakan jasa pinjaman online (pinjol)? Situasi wabah pandemi COVID-19 dan kesulitan keuangan yang kita alami saat ini mungkin membuat kata ‘pinjol‘ terngiang-ngiang, dan muncul di mimpi. Bahkan mimpi yang sama mungkin dimiliki orang-orang yang selama ini memiliki prinsip hidup ‘tidak akan pernah mau berutang‘. Namun, kamu masih ragu dan bertanya-tanya apakah pinjaman jenis ini aman—dan nyaman (baca: tidak membuatmu diteror penagih utang saat bayaran tertunggak)?

Untuk membantu mengatasi kegalauanmu, LIMONE mengontak Irshad Wicaksono Ma’ruf, seorang personal financial planner, yang menjelaskan apa yang mesti kamu tahu sebelum menggunakan pinjol.

Apa Saja yang Perlu Diketahui Seseorang tentang Dirinya Sebelum Menggunakan Pinjol?

pinjol
Foto: www.freepik.com

Menurut Irshad, ada beberapa prinsip utama yang sebaiknya diperhatikan seseorang jika ingin meminjam uang—entah itu dari orang lain, atau pinjaman online.

#1. Tujuan Berutang

Satu hal yang pasti: “Banyak alasan kenapa orang mengambil utang. Dan tidak selamanya utang itu buruk,” tekannya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa utang terbagi dua yaitu utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk membeli aset dengan tujuan menunjang penghasilan. Sebut saja membeli kamera dengan utang, karena kamera tersebut (misalnya) digunakan untuk mengambil foto atau video secara profesional. Sehingga selain bisa menjadi tambahan sumber penghasilan, juga bisa untuk membayar cicilan kamera tersebut.

Sementara utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk membeli sesuatu yang tidak menambah atau menunjang penghasilan, misalnya mengambil utang untuk membeli gadget terbaru hanya karena untuk gengsi saja.

Saran dari seorang penasihat keuangan? “Pastikan mengambil utang untuk tujuan bisa menunjang penghasilan,” anjurnya.

#2. Sumber Pengembalian Utang

Untuk kamu yang pelupa membayar utang: sesuai namanya, ‘utang’ berarti harus dikembalikan lagi. “Jadi, pastikan kita memiliki sumber dana untuk mengembalikan pokok dan bunga utang, misal dari gaji bulanan, penghasilan pasif, atau penghasilan bisnis,” jelasnya.

#3. Kondisi Keuangan

Idealnya, kamu wajib memastikan kondisi keuangan kamu tidak negatif saat mengambil utang, agar terhindar dari ‘gali lubang tutup lubang’.

Untuk menghindari kelelahan akibat menggali dan menutup lubang yang sama, Irshad menyarankan untuk mengambil utang maksimal 30% dari penghasilan bulanan utama.

“Akan lebih aman jika memiliki lebih dari satu sumber penghasilan,” tuturnya. “Misal di saat kondisi pandemik seperti sekarang ini, jika penghasilan utama menurun maka ada penghasilan lain yang bisa membantu. Sehingga porsi utang tidak membesar secara drastis dan pastinya tidak kesulitan dalam melunasi,” imbuhnya.

#4.  Memiliki Asuransi Jiwa

“Untuk memastikan kita tidak mewarisi utang ke ahli waris kita nantinya. Miiliki asuransi jiwa minimal sebesar jumlah utang kita,” terangnya.

Apa yang Perlu Diketahui tentang Pinjol Sebelum Meminjam Duit dengan Metode Ini?

Foto: www.rawpixel.com

Kamu mungkin sudah sering mendengar cerita ajaib orang lain tentang pengalamannya saat menggunakan jasa pinjol. Pastinya, ada cerita baik dan cerita yang membuatmu histeris. Namun, jika keadaan mendesak dan kamu mempertimbangkan untuk mendapatkan suntikan dana, perhatikan beberapa hal ini sebelum memutuskan apapun.

Legalitas

Pertama dan terutama, pastikan perusahaan pinjaman online tersebut terdaftar di AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) dan OJK. Untuk mengecek apakah perusahaan pinjaman online yang telah terdaftar di AFPI dan OJK, Irshad menyarankan untuk mengunjungi ojk.go.id atau https://afpi.or.id/members.

Bunga

Berapakah bunga pinjol? “Bunga yang ditetapkan oleh AFPI dan OJK maksimal 0,8% per hari,” terangnya.

Syarat Dokumen

“Menurut AFPI, pada umumnya syarat dokumen yang diminta adalah KTP, kartu keluarga (KK), buku tabungan, slip gaji, dan NPWP. Jika ada dokumen penting lain yang diminta seperti surat tanah, dan lain-lain—sangat disarankan untuk dihindari,” Irshad mengingatkan.

Halaman Website, Nomor Layanan Pelanggan, dan Alamat Kantor yang Jelas.

Saat kamu mengecek situs jasa pinjaman online tersebut, yang perlu diperhatikan di lamannya adalah ketransparanan informasi, “sehingga debitur atau calon debitur (peminjam dana) mudah memahami tentang syarat meminjam dana, bunga pinjaman, tenor pinjaman, dll. Selain itu, pastikan ada nomor layanan pelanggan serta alamat kantor perusahaan yang jelas,” ujarnya.

Akses yang Diizinkan

Pernah mendengar cerita seseorang menggunakan jasa pinjol dan semua kontak yang terdapat di dalam handphone-nya dihubungi saat si peminjam gagal membayar tagihan?

“Akses yang diizinkan dari gadget debitur adalah hanya kamera, mikrofon, dan lokasi. Di luar itu terindikasi perusahaan pinjaman online ilegal. Jadi, kalau ada kasus perusahaan pinjaman online yang bisa ‘meneror’ orang-orang dekat debitur atau orang yang ada di daftar kontak debitur, sudah bisa dipastikan perusahaan ilegal,” tegasnya.

Batas Penagihan

“Batas penagihan maksimum 90 hari, lebih dari itu maka akan masuk daftar hitam (blacklist) di Pusat Data Fintech Lending (PUSDAFIL),” terangnya.

Apakah Jasa Pinjaman Online untuk Semua Orang?

Foto: www.freepik.com

Sama seperti diet keto tidak untuk semua orang, “Menurut saya yang diperbolehkan menggunakan jasa pinjaman yang pasti kondisi keuangannya sehat,” tegasnya.

Apa maksudnya sehat? “Bisa dikatakan sehat jika kondisi arus kasnya positif dan porsi total utang maksimal 30% dari penghasilan bulanan utama. Jika kondisi keuangan sehat, maka debitur tersebut punya kemampuan dalam mencicil atau melunasi utangnya,” paparnya.

Proses pinjaman online memang cenderung mudah (tidak perlu tatap muka atau bertemu, waktu pencairan dana cepat, analisa kredit tidak seketat bank), “tetapi bunga lebih besar dibanding lembaga perbankan,” dirinya mengingatkan.

Dengan kata lain, adalah sepenuhnya pilihan dan keputusanmu untuk menggunakan jasa pinjol ini atau mencari jalan lain.

Bagaimana jika kamu masih ragu memakai metode pinjol, tapi super duper membutuhkan dana suntikan darurat? Adakah cara lain yang bisa ditempuh?

“Sumber pinjaman bisa perorangan, perusahaan tempat bekerja, pegadaian, koperasi, bank dan lembaga keuangan lainnya. Yang perlu diingat adalah legalitas perusahaan pemberi jasa pinjaman serta kemampuan kita untuk melunasi utang. Jangan sampai utang diwarisi ke anak dan pasangan kita nantinya,” anjurnya.

Selanjutnya: Termasuk generasi sandwich? Ini panduan keuangan yang bisa kamu terapkan.

podcast button