Ingin Hubungan Cintamu Sangat Bahagia? Pastikan Ada Faktor Ini

percintaan bahagia
Foto: www.freepik.com

Ingin hubungan percintaan bahagia? Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan, tapi ada satu hal yang perlu kamu tambahkan: pastikan kedua belah pihak merasa bisa mengambil keputusan atas-atas isu-isu yang penting untuk mereka.

Apa yang Dilakukan Penelitian Ini?

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationships: bagaimana kedua belah pihak mempersepsikan dinamika kekuasaan di dalam hubungan mereka adalah faktor terpenting untuk kepuasaan hubungan.

Dalam hal ini, kekuasaan adalah kemampuan memengaruhi orang lain dan sukses tidak goyah menghadapi pengaruh orang lain. “Kekuasaan memiliki peran yang besar di dalam hubungan romantis. Perasaan bisa membuat keputusan dalam sebuah pernikahan, contohnya, berpengaruh besar terhadap kualitas hubungan,” kata Robert Körner, salah satu peneliti.

Berbagai studi sebelumnya menunjukkan jarang sekali terdapat keseimbangan kekuasaan dalam hubungan. Pada mayoritas kasus, laki-laki memiliki lebih banyak pengaruh dalam mengambil keputusan dibandingkan perempuan.

Akan tetapi, struktur tradisional ini sepertinya telah berubah, menjadi lebih sejajar dan seimbang, terutama di masyarakat modern.

Studi terbaru dari Martin Luther University Halle-Wittenberg (MLU) dan University of Bamberg, ini menginvestigasi bagaimana persepsi kekuasaan memengaruhi para pasangan. Untuk itu mereka mewawancarai 181 pasangan heteroksesual yang telah tinggal bersama setidaknya selama satu bulan.

Responden berusia antara 18 dan 71 tahun dan telah menjalin hubungan rata-rata delapan tahun. Para peneliti menanyakan berbagai hal, termasuk tentang kepercayaan, rasa cinta, kepuasaan seksual, dan perasaan tertekan. “Kami juga mengkalkulasikan keseimbangan kekuasaan untuk mencari tahu persamaan yang mereka miliki,” kata Körner.

Apa Hasilnya?

Hasilnya? Laki-laki memang masih memiliki kekuasaan yang lebih besar—berdasarkan pendapatan dan edukasi yang lebih tinggi. Keinginan untuk membuat keputusan pada umumnya juga lebih kuat dirasakan oleh laki-laki.

Namun, menariknya, dua hal tersebut (pendapatan dan edukasi) tidak memengaruhi kualitas hubungan pasangan. Hal yang sama berlaku pada keseimbangan kekuasan: Bahkan jika laki-laki dan perempuan memiliki karakter yang sama, tidak memengaruhi kualitas hubungan.

“Hasil ini mengejutkan kami, karena penelitian sebelumnya sering kali menunjukkan kaitan langsung antara keseimbangan kekuasaan dan hubungan berdasarkan outcomes,” kata Körner.

Jadi, apa yang menyebabkan hubungan percintaan sangat bahagia? Jika kedua belah pihak merasa memiliki kekuasaan personal. “Sepertinya perasaan subjektif terhadap kekuasaan dan perasan bisa bertindak bebas berdampak signifikan terhadap kualitas hubungan,” simpul Körner.

“Satu hal yang perlu diingat adalah sampel kami melibatkan pasangan-pasangan yang cukup bahagia, yang menyukai melakukan negosiasi dalam hubungan. Di hubungan lain, hal ini mungkin bisa menimbulkan konflik.”

Meski begitu, kesimpulan studi ini tetap sama: pasangan yang merasa memiliki kekuasaan mengambil keputusan tentang hal-hal yang penting bagi mereka, cenderung lebih puas dengan hubungan mereka.

Bagaimana dengan kamu dan pasanganmu? Siapakah yang lebih sering memutuskan “hari ini mau makan apa?” atau “hari ini mau nonton apa?” atau “siapa yang membersihkan piring kotor?”