Sabun Batangan Lebih Baik Dibandingkan Sabun Cair, Atau Sebaliknya?

perbedaan sabun batangan dan cair
Foto: www.freepik.com

Ada sabun batangan, cair, dan sabun antiseptik. Meski terlihat sederhana, namun kenyataannya kita perlu memilih sabun yang sesuai dengan kulit. 

Simak penjelasan dari dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.DV, seorang Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi dari Klinik Dermatoven Pondok Indah Jakarta, yang akan menjelaskan cara penggunaan sabun batangan hingga antiseptik yang tepat. 

Apa Fungsi Sabun pada Kulit?

perbedaan sabun batangan dan cair
Foto: www.freepik.com

“Sabun berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit yang bersifat eksfoliatif yang mana dapat mengangkat sel kulit mati, sisa-sisa kotoran di permukaan kulit, atau sisa make up,” kata Dokter Amanda.

“Selain itu, sabun juga dapat menjaga fungsi kulit yakni kelembapan kulit, kadar sebum atau minyak kulit, dan pH kulit,” jelasnya. 

Pada dasarnya, sabun akan bekerja melalui tiga cara, yang pertama ada mekanisme kimia, di mana bahan kimia dalam kulit utamanya surfaktan dan pelarut yang berfungsi untuk melarutkan minyak dalam air.

“Kadar surfaktan ini penting untuk diperhatikan karena semakin kuat suatu surfaktan maka potensi menyebabkan kulit kering lebih tinggi,” ujarnya. 

“Yang kedua melalui mekanisme fisik berupa gesekan, misalnya penggunaan sponge mandi dan scrub, gesekan ini akan membantu mengeluarkan kotoran dan meningkatkan interaksi surfaktan dengan kotoran,” jelasnya.

“Kemudian yang ketiga melalui mekanisme kombinasi kimia dan juga fisik,” lanjut Dokter Amanda. 

Apa Perbedaan Sabung Batangan, Cair, dan Jenis Lainnya?

perbedaan sabun batangan dan cair
Foto: www.canva.com

Ada berbagai macam jenis sabun, mulai dari sabun batangan, sabun cair, sabun antibakteri, hingga scrub. Berikut penjelasan dari Dermatolog yang satu ini:

Sabun cair

Sediaan sabun cair biasanya memiliki kelebihan, yaitu lebih aman untuk kulit serta tidak menyebabkan iritasi dan kulit kering. 

“Sabun cair dapat direkomendasikan untuk kulit normal dan kering. Namun perlu diperhatikan kandungan campuran dari tiap sabun cair, pastinya lebih disarankan untuk memilih yang memiliki kandungan pelembap,” ungkap Dokter Amanda. 

Sabun batangan

Untuk sabun batangan memiliki formulasi surfaktan padat acyl isethionate dan stearic acid. Umumnya digunakan pada kulit normal dan berminyak. 

Sabun antibakteri

Jenis sabun yang satu ini umumnya menggunakan bahan aktif berupa triclosan, triclocarban, povidone iodine, dan lainnya yang berguna untuk membunuh kuman. 

“Penggunaannya sebenarnya tidak direkomendasikan untuk sehari-hari, melainkan untuk penggunaan di rumah sakit untuk sebelum tindakan steril,” tutur Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi ini. 

Scrub

Scrub merupakan bagian dari sabun yang mengandung partikel-partikel kecil, gunanya untuk mekanisme gesekan atau abrasi pada kulit, sehingga dapat mengangkat kotoran atau sel kulit mati. 

“Penggunaan scrub tidak disarankan untuk setiap hari, biasanya dibatasi satu hingga dua kali per minggu. Serta tidak disarankan untuk kulit yang sensitif,” jelasnya. 

Menurut Dokter Amanda, ada pertimbangan dalam pemilihan sabun untuk digunakan sehari-hari.

“Yakni, sesuaikan dengan jenis kulit, tentukan bentuk pembersih, dan perhatikan apakah ada masalah kulit seperti kulit sensitif atau alergi terhadap bahan-bahan tertentu,” ungkapnya.

Bagaimana Memilih Bahan Kandungan Sabun yang Sesuai Jenis Kulit?

Bagaimana Memilih Bahan Kandungan Sabun yang Sesuai Jenis Kulit | | Sabun Batangan Lebih Baik Dibandingkan Sabun Cair, Atau Sebaliknya?
Foto: www.rawpixel.com

Selain bentuk sabun, maka kita juga perlu memilih bahan kandungan yang disesuaikan dengan jenis kulit. 

Kulit normal

Untuk pemilik kulit normal sesungguhnya dapat menggunakan berbagai jenis sabun. “Bisa menggunakan sabun sintetik cair atau padat, hingga penggunaan pembersih mekanik atau scrub,” papar Dokter Amanda. 

Kulit berminyak

Sedangkan untuk kulit berminyak, biasanya pembersihannya bertujuan untuk mengurangi kelebihan ekskresi minyak di kulit, namun tanpa menyebabkan kekeringan atau kerusakan kulit. 

“Pembersih yang dapat digunakan yaitu sabun sintetik batang, toner, micellar water, atau scrub,” ujarnya. 

Kulit kering

Pada kulit kering, biasanya akan disarankan untuk memilih sabun sintetik cair, pembersih tanpa busa, susu pembersih, dan membatasi penggunaan scrub serta toner, karena dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering. 

Bagaimana Cara Memakai Sabun yang Tepat?

perbedaan sabun batangan dan cair
Foto: www.canva.com

Untuk menggunakan sabun yang tepat, ada baiknya dengan mempertimbangkan tiga hal, di antaranya:

  • Sesuaikan dengan jenis kulit
  • Pilihi bentuk pembersih
  • Perhatikan adanya masalah kulit seperti kulit sensitif atau alergi terhadap bahan tertentu

Lantas, bolehkah mencuci muka dengan menggunakan sabun mandi?

“Kulit wajah dan kulit di bagian tubuh lainnya memiliki perbedaan ketebalan kulit. Lapisan pada kulit wajah bagian terluar ternyata lebih tipis serta memiliki kandungan lipid yang lebih besar daripada kulit tubuh bagian lainnya,” ungkap Dokter Amanda. 

“Diperlukan sabun yang lebih lembut untuk wajah, sehingga dapat mencegah terjadinya kulit kering dan kerusakan lapisan kulit,” lanjutnya. 

Benarkah Sabun Antiseptik Berbahaya untuk Kulit?

Benarkah Sabun Antiseptik Berbahaya untuk Kulit | | Sabun Batangan Lebih Baik Dibandingkan Sabun Cair, Atau Sebaliknya?
Foto: www.rawpixel.com

Pada dasarnya, penggunaan sabun antiseptik untuk mandi sehari-hari memang tidak disarankan. Karena kandungan bahan aktifnya, seperti triclosan, triclocarban, povidone iodine dan lainnya dapat menyebabkan kulit menjadi kasar dan kering. 

“Penggunaan antiseptik dapat membunuh bakteri pada permukaan kulit. Sedangkan pada kulit yang sehat dan normal sebenarnya terdapat berbagai bakteri baik (mikrobiota) yang bekerja menjaga kesehatan kulit,” jelasnya. 

“Penggunaan antiseptik jangka panjang dapat menyebabkan ketidakseimbangan kondisi bakteri baik, ini dapat menyebabkan kerusakan kulit,” terangnya.

“Selain itu pada sebagian orang dengan kecenderungan alergi, penggunaan sabun antiseptik dapat menimbulkan reaksi alergi yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan gatal,” lanjutnya. 

Bolehkah Kita Berganti-Ganti Sabun?

Bolehkah Kita Berganti Ganti Sabun | | Sabun Batangan Lebih Baik Dibandingkan Sabun Cair, Atau Sebaliknya?
Foto: www.canva.com

Menurut Dokter Amanda, berganti-ganti sabun sesungguhnya tidak masalah.

Asalkan selama pemilihannya disesuaikan dengan tiga konsep utama dalam memilih sabun, yakni disesuaikan dengan jenis kulit, bentuk pembersih, dan adanya masalah kulit seperti kulit sensitif atau alergi. 

“Dalam memilih sabun, perlu juga diperhatikan kandungan bahan aktif di dalamnya, pelembap, dan bahan tambahan seperti pewangi,” saran Dokter Kulit yang satu ini. 

Selain itu, untuk mengetahui tipe kulit, kandungan sabun, serta apakah ada kondisi kulit khusus yang harus diperhatikan, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit. 

“Sehingga nantinya pemilihan sabun pun akan disesuaikan antara kebutuhan dan preferensi setiap pasien. Dengan menggunakan jenis sabun yang tepat, maka dapat meningkatkan kesehatan kulit,” terang Dokter Amanda. 

Adakah Efek Samping Penggunaan Sabun untuk Kulit?

Adakah Efek Samping Penggunaan Sabun untuk Kulit | | Sabun Batangan Lebih Baik Dibandingkan Sabun Cair, Atau Sebaliknya?
Foto: www.canva.com

Secara umum, penggunaan sabun tidak memiliki efek samping pada kulit normal.

“Namun pada kulit kering atau sensitif, jenis sabun tertentu dapat mencetus kulit kering dan gatal karena kerja sabun yang terlalu keras dapat merusak lapisan kulit,” ujarnya. 

Oleh karenanya, sebelum mengalami efek samping, disarankan untuk menggunakan pelembap rutin, terutama pada tipe kulit kering. 

“Pelembap ini dapat digunakan pada kondisi kulit lembap, segera setelah mandi. Selain pelembap, pemakaian tabir surya disarankan untuk dipakai secara rutin,” tambahnya. 

Apakah Cara Lain untuk Menjaga Kesehatan Kulit?

Apakah Cara Lain untuk Menjaga Kesehatan Kulit | | Sabun Batangan Lebih Baik Dibandingkan Sabun Cair, Atau Sebaliknya?
Foto: www.canva.com

Selain menjaga kebersihan kulit dengan menggunakan sabun, kamu juga perlu melakukan perawatan kulit lainnya secara rutin. 

“Misalnya dengan frekuensi mandi sebanyak dua kali sehari, mandi menggunakan air biasa dan tidak terlalu panas untuk mencegah kekeringan pada kulit. Lalu menggunaan pelembap dua kali sehari setelah mandi, serta pemakaian tabir surya,” ungkapnya. 

Kesimpulan 

perbedaan sabun batangan dan cair
Foto: www.canva.com

Dokter Amanda berpesan bahwa kenali jenis kulit terlebih dahulu, dan ketahui apakah terdapat kondisi kulit tertentu yang mewajibkan perhatian khusus, misalnya kulit sensitif atau alergi. 

“Teliti dan cermat sebelum menggunakan produk sabun, perhatikan kandungan bahan aktif di dalamnya. Seperti jenis pembersihnya, apakah mengandung scrub atau tidak. Apakah terdapat pelembap di dalamnya, dan apakah terdapat zat pewangi tambahan,” tuturnya. 

“Jangan mudah terpengaruh oleh produk yang sedang terkenal di kalangan umum. Karena belum tentu sesuai dengan tipe kulit,” lanjutnya. 

Selain menggunakan sabun yang tepat, Dokter Amanda juga menyarankan agar tetap menjaga kelembapan dan kesehatan kulit dengan menggunakan pelembap dan tabir surya secara rutin setiap harinya. 

“Jika memiliki keraguan atau keluhan seputar kulit, segera konsultasikan ke dokter spesialis dermatologi dan venereologi terdekat,” sarannya.

error: Konten dilindungi !!