Sering Tertukar antara Mentega dan Margarin? Ini Perbedaannya

perbedaan mentega dan margarin
Foto: www.freepik.com

Mungkin bagi sebagian orang, mentega dan margarin merupakan hal yang serupa karena sama-sama berwarna kuning dan memiliki teksturnya yang mirip. Namun sesungguhnya, terdapat perbedaan mentega dan margarin yang wajib kamu ketahui.

Simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui perbedaan bahan yang sering ditemui di dapur ini, dan kapan perlu menggunakan margarin atau mentega.

Apa Perbedaan Mentega dan Margarin?

perbedaan mentega dan margarin
Foto: www.freepik.com

Biasanya, mentega digunakan seagai pengganti minyak goreng, olesan saus, serta bahan pembuat kue. Mentega berasal dari susu dan sebagian besar mentega terdiri dari lemak jenuh.

Sementara margarin merupakan makanan olehan yang didesain dengan rasa yang mirip dengan mentega. Sering kali, margarin direkomendasikan sebagai bahan pengganti yang sehat untuk jantung. Karena, margarin terbuat dari minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh ganda, sehingga dapat menurunkan kolesterol LDL (jahat).

Sehingga, perbedaan mentega dan margarin terletak pada bahan utama pembuatannya. Margarin modern merupakan produk makanan olah yang terbuat dari minyak nabati, sedangkan mentega pada dasarnya adalah lemak susu pekat.

Apa Manfaat Kesehatan dari Mentega?

Foto: www.rawpixel.com

Mentega mungkin mengandung beberapa nutrisi yang tidak ditemukan pada banyak makanan lain. Dalam satu sendok makan mentega tawar seberat 14,2 gram, mengandung:

  • 102 kalori
  • 11,5 gram lemak
  • 7,17 gram lemak jenuh
  • 30,5 miligram kolesterol
  • 0 gram karbohidrat
  • 0 gram gula

Mentega yang terbuat dari sapi yang diberi makan rumput, ternyata dapat memberikan beberapa manfaat vitamin K2 yang dikaitkan dengan peningkatan kesehatan tulang.

Pasalnya, mentega dari sapi yang diberi makan rumput tampaknya memang menjadi sumber nutrisi yang lebih baik daripada mentega dari sapi yang diberi makan biji-bijian.

Efek kesehatan dari mentega sesungguhnya akan bergantung pada makanan yang dikonsumsi oleh sapi. Meski kebanyakan sapi memang memakan rumput, namun di banyak negara sebagian besar hewan tersebut diberi makan biji-bijian.

Mentega dari sapi yang diberi makan rumput jauh lebih bergizi, karena mengandung beberapa nutrisi, di antaranya:

Vitamin K2

Meski jarang diketahui, namun vitamin K2 dapat membantu mencegah banyak penyakit serius, termasuk kanker, osteoporosis, serta penyakit jantung.

Asam linoleat terkonjugasi

Sebuah studi menunjukkan bahwa asam lemak yang satu ini memiliki sifat anti-kanker dan dapat membantu menurunkan persentase lemak tubuh.

Asam butirat

Asam lemak rantai pendek yang ditemukan dalam mentega ini diproduksi oleh bakteri yang ada dalam usus. Fungsinya dapat melawan peradangan, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan dapat membantu mencegah penambahan berat badan.

Omega-3

Sapi yang diberi makan rumput memiliki lebih sedikit omega-6 dan lebih banyak omega-3 yang penting untuk tubuh. Karena sebenarnya kebanyakan orang telah memakan terlalu banyak lemak omega-6.

Meski mentega memiliki beragam manfaat kesehatan, akan tetapi mentega umumnya dikonsumsi dalam jumlah yang kecil. Sehingga kontribusinya terhadap total asupan nutrisi ini rendah.

Adakah Risiko Mengonsumsi Mentega?

perbedaan mentega dan margarin
Foto: www.unsplash.com

Ternyata terdapat beberapa risiko yang bisa terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi mentega.

Tingginya lemak jenuh

Karena sebagian mentega terdiri dari lemak jenuh yang tinggi, bahkan hingga sekitar 50%, hal ini sering dikaitkan dengan penyebab tingginya risiko penyakit jantung. Sebuah studi menyimpulkan bahwa makan lebih sedikit lemak jenuh dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung sebesar 17% jika diganti dengan lemak tak jenuh ganda.  

Tinggi kolesterol

Mentega juga tinggi akan kadar kolesterol. Biasanya asupan kolesterol yang tinggi sering dianggap sebagai faktor risiko utama penyakit jantung. Akan tetapi kekhawatiran ini telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Apa Manfaat dari Margarin?

Foto: www.pexels.com

Dalam satu sendok makan margarin batangan tawar seberat 14,2 gram, mengandung:

  • 102 kalori
  • 11,5 gram lemak
  • 2,16 gram lemak jenuh
  • 0 gram kolesterol
  • 0 gram karbohidrat

Sementara untuk margarin ringan, per sendok makan atau olesan margarin ringan menyediakan 50 kalori, 5,42 gram lemak, 0,67 gram lemak jenuh, 0 gram lemak trans, 0 gram kolesterol, 0,79 gram karbohidrat, dan 0 gram gula.

Margarin ringan biasanya mengandung persentasi air yang lebih tinggi dibanding margarin tradisional, sehingga lebih rendah kalori dan lemak. Akan tetapi meski mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibanding margarin biasa, namun terdapat kemungkinan krim berwarna kuning ini mengandung beberapa minyak yang terhidrogenasi.

Pastinya, manfaat margarin bagi kesehatan akan bergantung pada jenis minyak nabati yang dikandungnya, serta cara pengolahannya. Berikut beberapa manfaat margarin:

Tinggi lemak tak jenuh ganda

Sebagian besar jenis margarin mengandung lemak tak jenuh ganda yang tinggi. Akan tetapi untuk jumlah pastinya bergantung pada minyak nabati yang digunakan untuk memproduksinya. Misalnya, margarin dengan bahan dasar minyak kedelai mungkin akan mengandung sekitar 20% lemak tak jenuh ganda.

Perlu diketahui bahwa lemak jenuh tak ganda umumnya dianggap sehat. Bahkan memiliki manfaat bagi kesehatan jantung jika dibandingkan dengan lemak jenuh.

Menurut sebuah penelitian, mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh ganda telah dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung sebesar 17%, tetapi tidak ada efek signifikan pada risiko kematian akibat penyakit jantung.

Berisi sterol dan stanol

Beberapa margarin diperkaya dengan fitosterol atau stanol. Minyak nabati ini juga kaya akan senyawa alami. Margarin yang diperkaya dengan fitosterol dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (jahat), setidaknya dalam jangka pendek. Tetapi, senyawa ini juga dapat menurunkan kolesterol HDL (baik).

Namun sebagian besar penelitian belum mendeteksi hubungan yang signifikan antara total asupan fitosterol dengan risiko penyakit jantung.

Apa Saja Risiko Mengonsumsi Margarin?

perbedaan mentega dan margarin
Foto: www.pexels.com

Meski margarin mengandung beberapa nutrisi yang ramah jantung, namun sering kali bahan baku kue ini mengandung lemak trans.

Tinggi lemak trans

Minyak nabati sesungguhnya tidak padat seperti mentega. Untuk membuatnya menjadi padat agar bisa digunakan dalam margarin, maka ilmuwan mengubah stukturnya yang dikenal dengan hidrogenasi. Proses ini mengubah beberapa lemak tak jenuh menjadi lemak jenuh yang padat dan meningkatkan masa simpan produk.

Lemak trans ini jika tinggi asupannya pada tubuh maka sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Akhirnya beberapa produsen makanan pun mulai mengubah teknik baru untuk mengeraskan minyak nabati yang terkandung dalam margarin dengan metode interesterifikasi.

Minyak nabati yang diinteresterifikasi dianggap lebih sehat daripada minyak terhidrogenasi karena tidak mengandung lemak trans.

Tinggi lemak omega-6

Jika kamu sering mendengar omega-3 yang dianggap sebagai anti-inflamasi dengan fungsi untuk melawan peradangan, maka sebaliknya omega-6 dapat memicu peradangan yang kronis.

Rasio optimal omega-6 ke omega-3 diperkirakan sebesar 1:1, sehingga jika terlalu banyak mengonsumsi omega-6 maka berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan penyakit kronis, seperti jantung dan radang usus.

Ketika kamu khawatir mengonsumsi terlalu banyak lemak omega-6, maka hindarilah makan margarin yang mengandung minyak ini. Untuk mendapatkan asupan mikronutrien ini, terdapat sumber minyak nabati lain yang tinggi akan lemak omega-6 di antaranya adalah minyak bunga matahari, jagung, kedelai, dan biji kapas.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Persamaan mentega dan margarin memiliki sepertinya hanya terletak pada penampakannya yang mirip. Pastinya, kedua bahan makanan ini memiliki kandungan gizi plus sisi negatifnya jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karenanya, konsumsi dalam jumlah secukupnya dan seimbangkan dengan pilihan makanan lain yang segar dan natural, seperti buah dan sayuran.