Penasaran, Apa Sebenarnya Perbedaan Jalan dan Lari? Ini Pendapat Ahli

perbedaan jalan dan lari
Foto: www.freepik.com

Tak hanya aktivitas fisik yang berat, ternyata berjalan juga bisa menjadi salah satu olahraga yang dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun terkadang banyak orang yang lebih memilih lari sebagai olahraga yang rutin untuk dilakukan. Lantas, apa sebenarnya perbedaan jalan dan lari? Manakah yang lebih baik untuk dilakukan?

Simak penjelasan dari Marcellina Leonora, Women Fitness Specialist  dan Founder dari @fitnest.id, yang akan membahas terkait perbedaan jalan dan lari serta cara memilih olahraga yang tepat untuk kita.

Apakah Jalan Termasuk Dalam Jenis Olahraga?

perbedaan jalan dan lari
Foto: www.freepik.com

Menurut Coach Marcellina, “berjalan tergolong ke dalam olahraga jenis kardio dengan intensitas rendah. Sesuai dengan namanya, kardio adalah latihan yang dapat memberikan manfaat pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jadi bisa dibilang, segala sesuatu latihan yang dapat meningkatkan detak jantung,” jelasnya.

Biasanya, jenis olahraga ini memiliki “gerakan repetitif. Agar lebih mudah dipahami, terdapat beberapa contoh latihan kardio yang sering dilakukan, di antaranya adalah berjalan, jalan cepat, berlari, dan bersepeda. Selain itu, berenang, mendayung, dan lompat tali atau skipping juga termasuk latihan kardio,” lanjutnya. 

Adakah Manfaat dari Berjalan?

Foto: www.freepik.com

Sebenarnya, terdapat beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika melakukan olahraga kardio, termasuk berjalan kaki, yakni:

  • Meningkatkan kesehatan kardiovaskular, yakni yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah
  • Membantu menurunkan tekanan darah guna meminimalisir risiko tekanan darah tinggi
  • Membantu mengatur kadar insulin dan menurunkan gula darah
  • Meningkatkan sistem imun dalam tubuh
  • Membantu memperbaiki mood atau suasana hati
  • Aman dilakukan kapan saja dan oleh siapa pun, baik anak-anak hingga lansia

Apa Perbedaan Jalan dan Lari?

perbedaan jalan dan lari
Foto: www.rawpixel.com

Selain berjalan, mungkin beberapa orang juga bisa memilih lari sebagai salah satu cara untuk berolahraga. Namun sebenarnya, terdapat beberapa perbedaan jalan dan lari yang wajib kamu ketahui, yaitu:

  • Kerja jantung ketika berlari akan lebih besar dibanding saat berjalan
  • Lari tergolong olahraga yang memiliki intensitas tinggi, sedangkan berjalan berintensitas rendah
  • Dengan durasi yang sama, misalnya dalam 15 menit, berlari dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan saat berjalan

Tak hanya itu, perbedaan jalan dan lari juga dapat dilihat dari sisi dampak yang ditimbulkan. “Jika dilihat dari risiko, maka akan bergantung pada siapa yang melakukan kedua olahraga tersebut. Hal ini bisa dilihat dari level kebugaran, kondisi fisik, serta pengalamannya dalam berolahraga,” tuturnya.

“Namun bagi orang-orang yang tergolong obesitas, berjalan merupakan pilihan yang tepat dan aman untuk dilakukan,” tambahnya.

Akan tetapi baik itu jalan atau lari, “keduanya akan berdampak sangat baik untuk dilakukan. Jika dibandingkan orang-orang dengan sedentary lifestyle,”

Perlu diketahui, sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak aktif atau tak banyak bergerak. Serta, terlalu banyak dihabiskan dengan duduk atau berdiam diri saja.

Adakah Durasi Ideal Untuk Melakukan Olahraga Ini?

Foto: www.rawpixel.com

Sesungguhnya untuk menentukan durasi ideal ketika berolahraga, “kembali kepada ketersediaan waktu setiap orang. Namun untuk berjalan, hal ini bisa dilakukan setiap hari dengan durasi selama 30 menit. Namun untuk berlari tidak disarankan untuk dilakukan setiap hari,” paparnya.

Mengapa tidak disarankan untuk berlari setiap hari? “Sama saja dengan latihan jenis lain, jika dilakukan setiap hari tanpa ada satu hingga dua hari untuk beristirahat, maka akan berakibat timbulnya cedera karena overuse,” jawabnya.

“Karena latihan yang terprogram, aman, dan terstruktur, biasanya akan menyediakan waktu untuk istirahat di antara sesi latihan,” imbuhnya.

Meski terdapat perbedaan jalan dan lari, apakah kedua hal ini bisa dikombinasikan saat berolahraga?

“Dapat dilakukan dalam bentuk interval yang dapat membantu meningkatkan endurance. Contohnya dalam durasi 30 menit melakukan dua menit berlari, empat menit berjalan. Atau tiga menit berlari dan tiga menit berjalan,” ungkap Coach Marcellina.

Bagaimana Cara Menentukan Olahraga yang Tepat Untuk Kita?

perbedaan jalan dan lari
Foto: www.freepik.com

Karena terdapat berbagai macam jenis olahraga yang ada, sebagian orang mungkin akan kesulitan untuk menentukan olahraga yang tepat untuk dilakukan. Menurut Coach Marcellina, hal ini dapat diatasi dengan berbagai cara, yakni:

  • Menentukan tujuan berolahraga
  • Pilihlah olahraga yang disukai
  • Cari tahu manfaat dari olahraga tersebut, apakah sesuai dengan target yang ingin dicapai
  • Pilih olahraga yang sesuai dengan gaya hidup kalian
  • Tentukan durasi yang kalian dedikasikan serta berkomitmen setiap kali berolahraga
  • Tentukan budget

Coach Marcellina juga menambahkan bahwa “jika memang ada budget berlebih, cobalah untuk hire seorang pelatih yang profesional serta berpengalaman,” paparnya.

Karena, ketika berolahraga dan didampingi oleh seorang coach maka hal tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak, seperti:

  • Biasanya pelatih akan paham tentang otot, tulang, persendian, dan pola gerak persendian tubuh manusia, jadi dipastikan akan aman
  • Dapat membantu membuat program yang lebih terstruktur
  • Coach biasanya akan melakukan assessment sebelum memberikan program ke klien yang dapat disesuaikan dengan tujuan serta kemampuan dari kliennya
  • Serta dapat membantu memotivasi kliennya

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Baik itu berjalan atau pun berlari, keduanya merupakan olahraga yang baik untuk dilakukan. “Namun yang terpenting adalah latihan tersebut harus sesuai dengan kondisi tubuh, ketersediaan waktu, serta dapat dilakukan secara konsisten agar manfaatnya bisa dirasakan,” tutur Coach Marcellina.

Selain berolahraga, untuk memiliki tubuh yang sehat dan bugar juga bisa dilakukan dengan “memiliki tidur yang cukup dan berkualitas, serta mengatur pola makan dengan gizi yang seimbang. Jangan lupa untuk disesuaikan dengan fitness goals masing-masing orang,” sarannya.