Mengenali Gejala Karang Gigi dan Cara Jitu Mengatasinya

Karang gigi
Foto: www.stocksy.com

Ketika kamu menyikat gigi dan mendapati adanya darah yang keluar dari gigi atau gusi, maka kamu perlu waspada. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya karang yang ada pada gigi atau gusi. Karang ini yang berasal dari sisa-sisa makanan yang menumpuk hingga menjadi plak yang mengeras ini tidak bisa kamu tangani sendiri di rumah. 

Jika memiliki karang pada gigi dan gusi, maka kamu perlu mengatasinya dengan segera. Untuk mengetahui cara menangani masalah ini, LIMONE menghubungi drg. RM. Norman Tri Kusumo Indro. Sp.Perio, dokter gigi dari klinik Get Dentist Gandaria dan dosen di FKG Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Apa Itu Karang Gigi?

karang gigi
Foto: www.unsplash.com

“Karang gigi secara awam yaitu lapisan berisi bakteri yang mengeras dan tumbuh sedikit demi sedikit. Awalnya, plak gigi terbentuk ketika bakteri dalam mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan,” jelasnya. 

Menurut Dokter Norman, kondis ini akan menjadi berbahaya bagi kesehatan jika tidak segara ditangani. Jika karang ini dibiarkan dan tidak segera diatasi maka akan menimbulkan peradangan pada gigi dan gusi. Munculnya karang ini disebabkan oleh adanya makanan yang dikonsumsi oleh tubuh.

“Semua orang akan memiliki karang seperti ini, selama manusia melakukan penguyahan makanan melalui rongga mulut maka akan menghasilkan protein yang dapat bercampur dengan bakteri serta sisa-sisa makanan dan membentuk karang ini,” ujarnya. 

Makanan yang dapat memicu penyebab karang ini yakni makanan yang mengandung gula seperti permen, kue, atau minuman bersoda. 

Bagaimana Mengenali Adanya Karang Gigi?

Foto: www.freepik.com

Mengetahui tanda adanya karang pada gigi dan gusi dapat dirasakan ketika munculnya darah saat sedang menyikat gigi, “yang berarti menandakan adanya peradangan pada gusi,” tambahnya.

Baca Juga :  Ada Benjolan di Vagina—Apakah Harus Panik?

Gejala yang muncul juga dapat ditandai dengan gusi berwarna gelap, bengkak, dan mudah berdarah. Selain itu, Dokter Norman menambahkan bahwa adanya karang pada gigi dan gusi akan menimbulkan beberapa dampak pada rongga mulut seperti terjadinya peradangan pada gusi dan gigi yang berlubang. 

Gigi berlubang disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang berkombinasi dengan bakteri asam dan air liur sehingga membentuk plak dan secara perlahan mengikis lapisan gigi hingga membentuk lubang. Gigi yang berlubang dapat menimbulkan sakit gigi yang terasa nyeri, baik ketika mengonsumsi makanan atau nyeri yang terjadi secara spontan. 

Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Ini?

Foto: www.rawpixel.com

Ketika sisa-sisa makanan telah mengeras dan menjadi karang pada gigi dan gusi, hal ini tidak bisa diatasi dengan membersihkannya sendiri. Perlu adanya upaya menghilangkannya dengan mengikis karang-karang pada gigi. 

“Karang ini tidak bisa dibersihkan dengan gosok gigi, dan membutuhkan prosedur khusus yang dinamakan scaling gigi,” jawabnya.

Selain itu, dapat dilakukan upaya pencegahan terjadinya karang ini dengan melakukan perawatan gigi di rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara mulai dari sikat gigi secara teratur hingga melakukan perawatan rutin. 

“Jika sudah terbentuk, maka karang ini tidak bisa bersihkan sendiri. Oleh karena itu sangat disarankan melakukan metode pencegahan seperti rajin menyikat gigi 2 kali sehari dan rutin kontrol ke dokter gigi 6 bulan sekali,” saran Dokter Norman.

Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan membersihkan gigi dengan benang gigi, menggunakan pembersih mulut anti bakteri, hindari merokok, dan mengonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Untuk mengatasi adanya karang pada gigi dan mulut, Dokter Norman menganjurkan untuk segera berkonsultasi guna mencegah adanya permasalahan lain yang dapat berdampak pada kesehatan mulut.

Baca Juga :  5 Manfaat Bangun Pagi dan Bagaimana agar Bisa Bangun dengan Lebih Semangat

“Sebaiknya segera berkonsultasi saat sebelum menemukan keluhan. Akan tetapi perlu berkonsultasi jika sudah menemukan gejala peradangan gusi seperti berdarah saat sikat gigi atau makan, maupun sakit berdenyut akibat gigi berlubang,” anjurnya.

Selanjutnya: Cara Paling Praktis Mengobati Sakit Gigi.