Mengapa Sepertinya Jerawat Bertambah Banyak Saat Pandemik?

Foto: www.istockphoto.com

Di masa pandemik seperti ini, jerawat mungkin tidak berada dalam posisi teratas daftar “sumber kekhawatiran“. Namun, berhubung sepertinya semakin banyak jerawat bermunculan di wajah, mau tidak mau hal ini masuk ke dalam daftar “ganggu banget“. Apakah ada kaitan antara pandemik dan jerawat? Mari bertanya kepada ahlinya dan mencari tahu apa yang bisa dilakukan agar pandemik dan jerawat tidak terlalu akrab (baca: kulit wajah bersih saat pandemik).

Apakah Pandemik Bisa Mempengaruhi Kesehatan Kulit?

jerawat bermunculan
Foto: www.istockphoto.com

Jika kamu penasaran tentang apakah pandemik COVID-19 memang memiliki hubungan dengan kesehatan kulit, maka jawaban singkatnya, “iya”.

Alasannya? “Hal ini disebabkan kebiasaan baru yang mau tidak mau harus kita jalankan, seperti menggunakan masker sepanjang hari, mencuci tangan berkali-kali, dan penggunaan cairan antiseptik/alkohol. Selain itu, stres psikis yang dialami penderita COVID-19 ataupun masyarakat yang sedang dalam karantina mandiri di rumah juga bisa mencetuskan berbagai penyakit kulit,” jelas dr.Annisa Anjani RamadhanSpDV, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, di Kinara Clinic, Jakarta dan PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia), Jakarta.

Dan ini bisa mempengaruhi kulit siapa pun, entah itu kamu, saya, petugas medis, hingga ibu rumah tangga.

Sekilas #pengetahuandasarjerawat, Dokter Annisa menjelaskan bahwa jerawat sendiri pada dasarnya merupakan penyakit kulit yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari gangguan regenerasi sel kulit, sumbatan saluran kelenjar minyak, produksi minyak berlebih, sampai infeksi bakteri.

“Faktor dasar tersebut bisa disebabkan oleh kondisi hormon, pola makan yang tinggi gula dan susu, perawatan kulit yang kurang tepat, stres psikis, serta reaksi alergi terhadap bahan tertentu,” terangnya.

Intinya, meski bisa muncul kapan saja karena berbagai faktor, tapi era pandemik ini bisa memicu jerawat muncul semakin agresif karena stres psikis yang kita rasakan dan alami saat ini.

Padahal Makin Jarang Memakai Makeup Selama Pandemik, Mengapa Jerawat Tetap Muncul?

jerawat bermunculan
Foto: www.gettyimages.com

Ah, kita kemungkinan berpikir: ‘pandemik, kurang (malas) memakai makeup, harusnya jerawat pun malas bermunculan’. Namun, sebaliknya, jerawat bermunculan di wajah dengan sangat rajin!

“Apabila makeup yang digunakan menyebabkan alergi, atau saat membersihkan kulit setelah ber-makeup tidak optimal, maka dapat menyebabkan sumbatan pada kelenjar minyak yang pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya jerawat,” terangnya.

Itu, plus ini: “Mengingat selama masa karantina mandiri kamu mungkin sudah jarang menggunakan makeup, kamu perlu memikirkan faktor lain yang juga mungkin menyebabkan jerawat seperti stres, pola makan, dan rutinitas perawatan kulit setiap hari,” imbuhnya.

Apakah Memakai Masker Kain Bisa Menyebabkan Jerawat Bermunculan?

jerawat bermunculan
Foto: www.gettyimages.com

Di masa pandemik dan new normal ini, memakai masker wajah seperti menjadi sesuatu krusial saat keluar rumah. Apakah masker kain yang sering kita pakai bisa dicurigai sebagai salah satu penyebab jerawat bermunculan?

“Pada prinsipnya apabila kulit kita terkena gesekan akibat penggunaan masker yang ketat akan terjadi reaksi peradangan yang salah satunya dapat berupa jerawat,” jelas Dokter Annisa.

Itulah sebabnya menurutnya, masker kain lebih aman digunakan dibandingkan masker medis karena biasanya masker dari kain bahannya lebih lembut.

Dan #tipspenting agar tidak berjerawat selama pakai masker: “Pilihlah bahan yang lembut, dan rutin cuci masker setiap hari setelah digunakan,” anjurnya.

Terima kasih!

Apa yang Bisa Dilakukan agar Kulit Sehat, Bebas Jerawat Selama Pandemik?

Foto: www.gettyimages.com

Tidak hanya selama masa pandemik, tapi kita ingin kulit bebas jerawat selamanya. Yah, sesekali numpang lewat tidak masalah (terutama saat sedang datang bulan), tapi 98% waktu jerawat tidak muncul. Bagaimana mewujudkannya?

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah identifikasi dulu kemungkinan penyebab jerawat. Hal ini mungkin perlu bantuan dokter spesialis kulit,” jelas Dokter Annisa.

Selebihnya, dia menyarankan untuk merawat kulit sesuai jenis kulit, secara rutin setiap hari. Yakni:

√ Bersihkan kulit dua kali sehari dengan air dan sabun lembut.

√ Gunakan produk perawatan kulit yang mengandung AHA (alpha hydroxy acid) guna mencegah pembentukan komedo calon jerawat.

√ Lakukan scrubbing dua minggu sekali bila kondisi kulit tidak sedang berjerawat meradang. Ini berguna untuk mengangkat kulit mati yang dapat menyumbat saluran kelenjar minyak.

√ Bila jerawat yang dialami cukup berat, kamu mungkin membutuhkan penggunaan obat dari dokter dan krim malam yang harus digunakan secara rutin.

Dan jangan khawatir, meski kemungkinan besar klinik kulit masih tutup, kamu tetap bisa melakukan konsultasi online dengan dokter spesialis kulit. “Jadinya, kamu tidak perlu menunggu terlalu lama. Ini bsia mencegah perburukan kondisi kulit yang dapat mengakibatkan parut/skar bekas jerawat yang lebih sulit dihilangkan,” tekannya.

Apakah akhirnya masalah jerawat yang selama ini berhasil teratasi? Selanjutnya, ini yang harus kamu lakukan untuk mencegah jerawat bermunculan lagi.

podcast button