Pasangan Dipecat? Ini Hal Pertama yang Harus Kamu Lakukan

Foto: www.shutterstock.com
Last updated:

Karena satu dan lain hal, kantor pasanganmu melakukan perampingan tenaga kerja—dan namanya termasuk dalam daftar panjang ‘dirumahkan’. Mendapati pasangan dipecat tentu dampaknya besar terhadap hubungan rumah tangga dan keuangan. Panik. Stres. Kelimpungan. Pusing. Media sosial berisi kata-kata bijak dan motivasi untuk menghibur diri dan pasangan pun menjadi langganan. Itu bagus, tapi bagaimana caranya agar hubunganmu tetap stabil dan harmonis? Apa yang pertama harus kamu lakukan saat pasangan dipecat? Begini penjelasannya.

Ini Hal Pertama yang Bisa Kamu Lakukan Saat Pasangan Dipecat

Foto: www.unsplash.com

Menurut Psikolog Anastasia Sari Dewi, S.Psi, M.Psi, hal pertama yang wajib kita lakukan adalah memberi dukungan dan meyakinkan pasangan masih ada banyak peluang.

“Beri ia support dan yakinkan pasangan pekerjaan bukanlah satu-satunya kunci kebahagiaan seseorang. Dan yakinkan bahwa ia berharga dan mampu menemukan pekerjaan yang lebih menyenangkan serta sesuai potensi dan kemajuan dirinya,” ucap Anastasia.

Selanjutnya, perencana keuangan dari Prudential, Catherina Aprilian, memaparkan yang harus dilakukan dari sisi keuangan adalah “mengatur ulang lagi anggaran rumah tangga. Jadi yang tadinya ada dua pemasukan misalnya istri kerja, sekarang hanya ada satu pemasukan.”

Beri ia support dan yakinkan pasangan pekerjaan bukanlah satu-satunya kunci kebahagiaan seseorang. Dan yakinkan bahwa ia berharga dan mampu menemukan pekerjaan yang lebih menyenangkan serta sesuai potensi dan kemajuan dirinya.

Catherina berpesan harus memilih mana yang benar-benar kebutuhan dan keinginan. Lakukan prioritas dari yang sebelumnya sering makan di luar, sekarang masak dan makan di rumah. Penyesuaian juga harus dilakukan dari sisi lain, termasuk transportasi dan produk-produk kecantikan.

Mindset dan emosi kita juga harus diatur karena otomatis akan mengganggu dan akan membuat kita stres. Tapi kalau kita bisa kelola dengan benar pasti tidak akan stres,” sambungnya.

Ini yang Harus Kamu Lakukan Jika Keuangan mulai Terganggu

Foto: www.shutterstock.com

Pertama-tama sampaikan, “secara baik-baik kepada pasangan wacana” bahwa kalian harus melakukan sesuatu.

Setiap keluarga memiliki kondisi keuangan yang berbeda-beda. Nah, jika keuangan mulai terombang-ambing, hal pertama yang bisa dilakukan: pakai tabungan dan cairkan deposito serta tarik investasi jika ada.

“Kita cari aset yang liquid bisa dicairkan dulu misalnya deposito. Lalu kedua, bila tabungan udah nggak cukup, sebagai wanita lihat lagi perhiasan kita, adakah yang bisa dijual membantu keuangan. Nah, kalau juga udah habis, kita lihat lagi aset tanah atau rumah yang lainnya (jika punya). Itu bisa kita jual,” imbuhnya. “Kalau nggak punya aset tanah atau rumah, tapi punya mobil—kalau memang terpaksa ya, dijual dan ganti dengan motor. Nah, kalau punya motor dan harus dijual, berarti kemana-mana bisa naik transportasi umum (jika jarak dekat bisa jalan kaki,” ujar Catherina.

Lakukan hal tersebut secara bertahap. Hitung berapa jumlah kebutuhan dan untuk berapa bulan. Hal-hal esensial yang harus dipikirkan adalah kebutuhan makanan, listrik, dan biaya sekolah anak. Konsultasikan dengan teman yang mengerti keuangan atau seorang perencana keuangan profesional.

Ini yang Harus Dikatakan dan Tidak Boleh Dikatakan Saat Pasangan Dipecat

pasangan dipecat
Foto: www.canva.com

Katakan bahwa ini sifatnya pasti sementara. “Dan ia tidak berarti akan terpuruk selamanya. Jika memungkinkan untuk melibatkan pendekatan rohani bisa disampaikan bahwa Tuhan punya rencana yang pasti lebih baik di kemudian hari untuk setiap umatnya,” Anastasia memaparkan. “Jangan katakan hal-hal yang terkesan mengasihani, mencibir, atau menyalahkan pilihan-pilihannya di pekerjaan sebelumnya.”

Seakan mengamininya, Catherina berpesan selaku istri kita harus mengontrol walaupun dilanda emosi dan kekesalan. Praktikkan sesuatu yang bisa menenangkan diri. “Saya tuh, kalau lagi menghadapi masalah itu pertama saya berdoa. Lalu saya tarik-keluarkan sebanyak tiga kali . Setelah itu saya baru ngomong ke suami, dengan menggunakan kata-kata positif.”

Lakukan Hal Ini untuk Membantu Pasangan Dapat Pekerjaan Baru

Foto: www.freepik.com

Menurut kedua ahli ini, selaku istri kita ada baiknya membantu suami agar menemukan pekerjaan. “Bantu suami untuk cari pekerjaan dengan kirim-kirim CV di semua portal lowongan kerja. Bantu tanya juga sama teman kita, apakah di kantor suami mereka butuh tenaga kerja,” ungkap Catherina.

Dan ini menurut Catherina juga bisa dimanfaatkan sebagai momen yang tepat untuk mencari keahlian lain yang bisa dikembangkan—dan akhirnya bisa menambah pemasukan. “Bisa juga berdiskusi dengan suami pekerjaan apa yang tidak mengikat di kantor tapi juga bisa menambah pendapatan kita.”

Sama halnya dengan itu, Anastasia berpesan membantu pasangan yang dipecat dengan mencarikan channel pekerjaan namun jangan sampai mengeluh atau terlalu terkesan minta dikasihani oleh orang lain. “Tentu hal tersebut dapat mencoreng harga dirinya. Jika perlu dan memungkinkan, ajak pasangan untuk bersama-sama memikirkan peluang usaha mandiri apa yang bisa dicoba,” cetusnya.

Satu Hal yang Bisa Dilakukan agar Hubungan Tetap Harmonis

pasangan dipecat
Foto: www.shutterstock.com

Kedua ahli ini berpendapat untuk menjaga hubungan agar tetap awet yaitu dengan cara berdoa.

Nah, langkah kedua kita juga harus percaya dalam hati atau berpikir positif. “Bahwa nanti suami kita akan diberikan pekerjaan atau bisnis yang lebih daripada sekarang,” ungkapnya meyakinkan. Ketiga, tetap menghargainya.

Selaras dengan itu Anastasia menjelaskan untuk meluangkan mencari referensi usaha atau pekerjaan bersama-sama. “Ajak pasangan berkegiatan yang positif seperti olahraga, atau berkunjung ke rumah keluarga atau teman lain yang positif dan mampu menyemangati.”

Begini Cara Menyemangatinya Tanpa Menyinggung Perasaan

pasangan dipecat
Foto: www.shutterstock.com

Sebelum menyampaikan unek-unek atau menyemangati pasangan baiknya carilah waktu yang tepat untuk berbicara. “Waktu yang tepat sebaiknya, kalau suami sudah kenyang makan dan sebelum tidur. Pertama ngobrol ringan, lalu kedua diselip-selipkanlah kata-kata penyemangat,” beber Catherina.

Sampaikan dengan empati. “Pikirkan dan atur kata-kata yang diucapkan. Lalu gaya bicara kita jangan sampai kita terdengar sedang kesal atau meremehkan dia. Sikap kita harus tetap menghormatinya sebagai kepala keluarga.  Bagaimanapun suami juga punya gengsi. Walaupun mereka posisinya sedang ‘dibawah’, harus dihargai,” sambung Catherina.

Anastasia berpendapat sebaiknya ungkapkan pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan kelebihan-kelebihan dirinya. Jangan pernah merendahkan dan membandingkan dia dengan orang lain yang lebih sukses dalam karir. “Berikan kesadaran dia untuk bersyukur bahwa rejeki datang dalam banyak bentuk, salah satunya adalah kesehatan dan keluarga,” cetusnya. “Beri sugesti bahwa setiap usaha akan ada hasilnya, dan jika memungkinkan gunakan pendekatan religi bahwa semua diatur oleh Tuhan.”

Ini Cara Mengelola Keuangan Pasca Pasangan Dipecat

pasangan dipecat
Foto: www.shutterstock.com

Pertama, seperti yang disebutkan di atas, atur ulang anggaran dan rincian. Di dalamnya, cantumkan pendapatan sekarang dan pengeluaran yang terpenting yang tidak bisa ditunda. Mulai dari biaya makan per hari, kebutuhan anak (susu, pampers), dan lain sebagainya.

Bila diperlukan hentikan sementara bentuk langganan gaya hidup seperti, fitness, biaya les di Kumon, katering, tv kabel. Prinsipnya: dahulukan yang penting, yakni sandang, pangan, papan. Tahan diri membeli barang yang tidak dibutuhkan. Tekan pengeluaran sampai kondisi keuangan kembali normal. Lakukan ini atas kesepakatan bersama.

Dana untuk hiburan tetap perlu karena hati yang gembira juga akan membawa semangat dan mental yang lebih kuat untuk segera kembali bekerja. Namun tetap dengan perhitungan yang matang.

“Jika sudah diseleksi pos anggaran yang ada, tidak ada salahnya untuk hal-hal yang sifatnya tidak urgent/hiburan dilakukan rotasi. Misalkan mengirit untuk hal A, B dan C sehingga kebutuhan D, E dan F dapat terpenuhi,” saran Anastasia.

Eitsss, tapi jangan langsung menahan diri dari segala hiburan, ya. “Dana untuk hiburan tetap perlu karena hati yang gembira juga akan membawa semangat dan mental yang lebih kuat untuk segera kembali bekerja. Namun tetap dengan perhitungan yang matang,” tegas Anastasia.

Oh, buat yang sedang merencanakan pernikahan—semoga pekerjaan pasangan aman, ya! Dan begini tips dari ahli keuangan agar tidak harus mengutang saat menyiapkan pesta perkawinan.