Pasangan Pergi demi Perempuan Lain, Tapi Sekarang Ingin Kembali—Harus Bagaimana?

Foto: www.gettyimages.com

Mungkin reaksi awal adalah what the … ? Namun, ini sering terjadi. Pasangan meninggalkan seseorang demi perempuan lain (istilah trendinya, pelakor). Dengan kata lain, pasangan selingkuh dan lebih memilih selingkuhannya tersebut. Beberapa waktu kemudian, si dia meminta kembali. Apa yang sebaiknya dilakukan? Untuk mencari tahu langkah apa yang bisa kamu ambil saat berada situasi super pelik ini, LIMONE menghubungi Nena Mawar Sari S. Psi.,Psikolog, seorang Psikolog Klinis Remaja Dewasa  dan Hipnoterapis di Denpasar Mental Health Centre, Denpasar, Bali. Baca terus untuk mengetahui apakah sebaiknya menerima kembali—atau ucapkan buh-bye selamanya pada pasangan yang telah berselingkuh itu.

Jika Pasangan Ingin Kembali, Apa yang Harus Kamu Ingat?

pasangan selingkuh
Foto: www.gettyimages.com

Nena mengatakan bahwa memang tidak mudah ketika pasangan yang selama ini kita anggap setia ternyata berselingkuh. Dan berbicara tentang perselingkuhan, Nena menerangkan bahwa hal ini biasanya terjadi karena memudarnya hubungan emosional antara kedua belah pihak.

Dan jika pasangan yang telah berselingkuh ingin kembali lagi? “Jika kamu ingin memberikannya kesempatan kedua, maka diperlukan kesiapan mental yang lebih kuat. Karena tentu tidak mudah bagi seseorang untuk menerima sebuah kebohongan dan pengkhianatan,” jawabnya.

Memaafkan dengan tulus? Sudah. Langkah terpenting berikutnya adalah sangat disarankan membicarakan permasalahan yang menjadi penyebab perselingkuhan tersebut. Hingga tuntas. Fungsinya? “Agar tidak menjadi luka batin yang akan diungkit terus selama menjalin hubungan lagi,” Nena mengingatkan.

Apakah Keinginan Pasangan untuk Kembali Perlu Dipertimbangkan? Berapa Lama Waktu Mempertimbangkannya?

pasangan selingkuh
Foto: www.istockphoto.com

Pertama-tama, Nena menyarankan untuk memberikan jeda atas perasaan dan emosi apa yang sedang kita rasakan. Periode ini berguna selain memberikan waktu bagi diri yang mengalami luka batin untuk pulih, juga memberikan kesempatan kepada pasangan untuk menunjukkan perubahan positif yang akan dia lakukan untuk memperbaiki hubungan ini ke depannya. “Selain itu dengan jeda sesaat kita jadi bisa berpikir apakah hubungan ini perlu dilanjutkan kembali atau disudahi saja,” bebernya.

Ada beberapa skenario yang mungkin bisa terjadi.

Skenario #1: Saat si mantan meminta kembali—kamu sudah mempunyai pasangan baru.

“Jika kita sudah memiliki pasangan lain dan sedang menjalani hubungan yang baru yang membuat kita menjadi lebih positif secara emosi dan pasangan yang baru jauh lebih baik, maka kembali kepada mantan yang pernah berselingkuh rasanya bukan pilihan yang tepat,” Nena berpendapat. “Kecuali menjalin hubungan dengan orang yang baru hanya dilakukan untuk pelarian atau balas dendam akibat perilaku mantan sebelumnya.”

Skenario #2: Meski pasangan baru baik dan kamu menjadi orang lebih positif, entah kenapa kamu tetap memiliki pemikiran untuk menerima si mantan.

Sebut saja, salah satu alasannya karena kamu rindu si mantan. Secara kepribadian, dia sangat cocok. Dan sebelum perselingkuhan, kalian seperti Angelina Jolie dan Brad Pitt. Apa yang harus dilakukan?

“Perlu di sadari dan ditelaah lagi rasa rindu ini. Apakah karena personalnya atau kebiasaan atau memori yang tidak dimiliki ketika bersama pasangan yang sekarang? Ataukah pasangan yang sekarang ternyata perilakunya jauh lebih buruk sehingga kita cenderung merasa tidak nyaman dengan pasangan yang baru dan lebih memilih mantan? Jika kita bingung dengan perasaan yang dialami, carilah konselor atau psikolog yang dapat membantu untuk mengurai kebimbangan dan menelaah perasaan kita lebih jauh secara netral dan profesional,” sarannya.

Skenario #3: Kamu sudah punya anak, jadi bagaimana cara menyampaikan kabar ini?

“Pertimbangkan apakah anak cukup paham untuk bias berdiskusi tentang masalah ini,” Nena mengingatkan. “Jangan sampai kita melibatkan  anak-anak dalam pertengkaran orang dewasa karena tentu akan membawanya traumatik dan memiliki dampak psikis tersendiri. Bicarakan dengan anak dengan cara dan bahasa yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Masukan dari anak juga dapat diterima sebagai bahan pertimbangan,” ujarnya.

Perlukah Mempertimbangkan Pepatah “Sekali Tukang Selingkuh, Selamanya Tukang Selingkuh?”

pasangan selingkuh
Foto: www.gettyimages.com

Menurut Nena, salah satu penyebab seseorang selingkuh adalah role model, ini bisa berupa orangtua atau orang-orang di sekitarnya. Jika orang-orang di sekitarnya melakukan perselingkuhan, maka orang tersebut cenderung mengulang perbuatan yang serupa. 

“Selain itu salah satu penyebab perselingkuhan adalah faktor hasrat dan ingin di akui keberadaanya sehingga  ada keinginan atau hasrat menjadi anak nakal. Jadi faktor genetik di sini bisa jadi karena unsur role model tersebut,” terangnya.

Intinya, jika kamu berada dalam situasi ini, pikirkan dan pertimbangkan baik-baik. “Putuskan kembali bersama atau tidak, dengan mempertimbangkan segala aspek. Misalnya, tingkat kesalahannya, upaya perubahan yang telah dilakukan dan perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut,” sarannya.

Jika pada akhirnya kamu memutuskan untuk menerimanya, “jangan segan untuk melibatkan keluarga atau mediator untuk menyaksikan komitmen yang dibuat secara tertulis,” kata Nena. Poin ini super duper penting. “Karena akan memberikan rasa tanggung jawab secara moral dan tidak akan menjadikan proses rujuk sebagai hal yang sepele,” tegasnya.

Selanjutnya: Apakah kamu berencana mengenalkan pasangan baru pada anak? Begini caranya meurut seorang psikolog.

podcast button