Hal Ini Dilakukan Orang dengan Mental Kuat Saat Pandemik

kurang bisa produktif
Foto: www.gettyimages.com

Seandainya kamu perlu mendengar hal ini: tidak apa-apa jika kamu merasa kurang bisa produktif selama masa pandemik. Jadi, tidak perlu merasa bersalah.

Mengapa? “Pertanyaan yang perlu kamu ajukan kepada dirimu sendiri adalah, ‘apakah memang harus produktif ketika sedang perang?’ Artinya, penting untuk mengerti bahwa kurang fokus, konsentrasi dan merasa sesak merupakan sesuatu yang wajar pada saat seperti ini,” tulis Tracy Hutchinson, Ph.D., seorang praktisi dan ahli kesehatan mental di Psychology Today.

Sekali lagi, jika kamu merasa kurang bisa produktif dan fokus pada saat pandemik ini, itu adalah hal yang normal dan masuk akal. Seperti kata Hutchinson, masa ini ibarat sebuah “perang” dengan virus.

Dan ketika kamu bisa menerima kenyataan ini, bisa berarti kamu memiliki mental yang cukup kuat. Hutchinson menyatakan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan oleh orang-orang bermental kuat saat berada dalam masa-masa sulit, seperti pandemik COVID-19 seperti sekarang ini. Penasaran seperti apa kebiasaan orang-orang bermental sehat? Ini daftarnya.

Mereka membatasi membaca berita dan media.

“Orang yang kuat secara mental membatasi paparan berita, dan memilih media/cetak yang terpercaya, dan juga membatasi paparan dari gambar-gambar yang mengganggu di berita,” tulisnya. Prinsip yang sama juga berlaku untuk sosial media.

Mereka fokus pada fakta.

“Merasa emosional merupakan sesuatu yang natural selama masa kriris, tapi secara sadar memilih untuk tetap rasional dengan melihat fakta dan logika bisa mengurangi stres negatif yang tidak perlu.”

Mereka membatasi sosialiasi dengan orang-orang toxic.

Ah, bukan berarti menjauhi, tapi membatasi orang-orang toxic. Pasalnya kebiasaan negatif yang mereka “tularkan” bisa membuatmu letih dan kehilangan energi.

Mereka menerima perasaan mereka sebagai sesuatu yang normal.

“Individu yang tangguh mengerti bahwa perasaan seperti takut, cemas, putus asa, marah, dan sedih merupakan sesuatu yang normal karena ada terlalu banyak informasi,” sebut Hutchinson.

Mereka melakukan self-care.

Kamu tidak egois ketika sedang melakukan hal-hal yang membuat dirimu senang dan rileks, seperti berolahraga, nonton film lucu, berdandan, tidur dan makan yang enak dan sehat.

Mereka mengenal kepribadian diri dengan baik.

“Orang dengan mental kuat mengenal diri mereka dan apa yang dibutuhkan untuk bisa merasa lebih baik,” tulisnya. Hal ini mengarah kepada kebutuhan kamu entah itu sebagai orang yang memiliki kepribadian introver atau ekstrover. Introver biasanya mengisi energi dengan memiliki waktu sendiri, sementara ekstrover bersosialisasi dengan orang lain.

Selanjutnya: ini yang bisa kamu lakukan jika mengalami stres dan kewalahan saat harus mendampingi anak home learning.