Bagaimana Membicarakan Covid-19 kepada Anak

anak bertanya coronavirus
Foto: www.gettyimages.com

Apakah si kecil sudah memborbardir kamu dengan pertanyaan seputar coronavirus? Apalagi jika sekolahnya atau kegiatannya diliburkan karena virus ini. Jika kamu bingung mau menjawab apa—tenang. Pasalnya, para ahli pun masih dalam proses pengumpulan informasi yang lebih komprehensif tentang virus ini. Akan tetapi, tetap saja kamu sebaiknya menjawab pertanyaan-pertanyaannya tentang coronavirus. Untuk membantumu menjelaskan perihal virus ini, Maureen Healy, ahli kesehatan mental anak dan penulis buku “Growing Happy Kids“, menuliskan di Psychology Today tentang apa yang sebaiknya dibicarakan jika anak bertanya coronavirus.

Bicarakan fakta

Yakni, bahwa virus ini bukanlah virus baru; melainkan sebuah suku baru (COVID-19) yang belum memiliki obat. “Berita bagusnya, mayoritas orang yang terinfeksi virus ini akan pulih total, tapi orang-orang tua atau memiliki masalah kesehatan akan sulit,” tulisnya. Katakan juga tentang dari mana virus ini berasal dan negara mana saja yang sudah mengonfirmasi kasus ini. Lalu, terangkan tentang gejala-gejalanya. Menurut Jurnal American Medical Association, 98% yang terinfeksi mengalami demam, sementara 76% dan 82% mengalami batuk kering dan 11% sampai 44% melaporkan merasa lelah dan pegal.

Tekankan pentingnya higienis dan kesehatan pribadi

“Oleh karena virus pernafasan ini sangat mudah menular, lakukan tiap hari apa direkomendasikan oleh ahli kesehatan,” jelasnya. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, pertama: cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur selama 20 detik, terutama setelah menggunakan kamar mandi, sebelum makan dan setelah batuk. Kedua, jauhkan diri dari orang yang memperlihatkan gejala-gejala virus ini atau yang sedang sakit. Ketiga, tetaplah di rumah jika kamu sedang tidak enak badan supaya tidak menularkan orang lain. Dan tentang masker wajah, para ahli tidak merekomendasikan memakainya jika kamu sehat. Masker ini lebih dibutuhkan para ahli kesehatan dan mereka yang terinfeksi. Dan saat ini ada keterbatasan masker, sehingga jika kita membelinya (padahal tidak sakit), akan menimbulkan risiko tinggi bagi pasien dan tenaga kesehatan yang lebih membutuhkannya.

Persiapkan diri

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa virus ini memang mematikan, tapi bisa dibatasi. Dan meminta negara-negara untuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan COVID-19 mengarah pada level pandemik. Akan tetapi tidak perlu panik dan takut serta tetap hati-hati.

Dan jika kamu atau keluarga kamu memperlihatkan gelaja virus ini atau ingin mencari tahu informasi terlengkap, hubungi nomor di bawah ini.

Foto: Dokumen Kemenkes RI

Selanjutnya: jika kamu membutuhkan informasi yang lebih lengkap sebelum anak bertanya coronavirus, coba ikuti kursus daring ini.

podcast button