Bagaimana Cara Memperbanyak ASI? Kondisi Mental dan Makan Sangat Berpengaruh, Kata Dokter

cara memperbanyak asi
Foto: www.istockphoto.com

Jika salah satu pertanyaan terbesar dalam hidupmu sekarang ini adalah tentang bagaimana cara memperbanyak ASI, selamat kamu telah mendarat di tempat yang tempat. LIMONE menghubungi dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp.GK, seorang dokter spesialis gizi klinik dan konselor laktasi di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh dan yang tergabung dalam organisasi Aceh Peduli ASI (APA) untuk menanyakan tentang cara memperbanyak ASI.

Terus baca penjelasan di bawah ini untuk mengetahui tentang cara memperbanyak ASI, dan apa yang bisa kamu lakukan untuk memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi jika produksi ASI terbatas.

Mengapa ASI Penting untuk Bayi?

cara memperbanyak asi
Foto: www.freepik.com

Untuk yang butuh disegarkan ingatannya tentang ASI atau air susu ibu adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu pada payudara manusia. “Setiap air susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu bersifat spesifik untuk setiap spesies, sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, karena ASI mengandung komposisi yang paling tepat untuk tumbuh kembang bayi,” jelas Dokter Mutia.

Lebih lanjut beliau menerangkan bahwa ASI merupakan emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan mineral.Kandungan yang terdapat di dalam ASI tidak hanya sebatas nutrisi, tetapi juga mengandung zat kekebalan tubuh (antibodi), faktor bioaktif, serta faktor pertumbuhan. Dan jenis karbohidrat, protein, dan lemak yang terkandung di dalam ASI sesuai dengan kebutuhan bayi sehingga tidak menyebabkan alergi pada bayi.

“Keutamaan ASI adalah kandungan nutrisinya yang paling sempurna untuk pertumbuhan otak di 1.000 hari pertama kehidupan anak. ASI mengandung laktosa, asam lemak AA dan DHA, zat besi, zinc, selenium, serta yodium yang merupakan bahan baku utama sel-sel otak,” paparnya.

Menilik semua kebaikan dan manfaat yang terkandung dalam air susu ibu inilah yang menyebabkan ASI penting diberikan untuk bayi. ASI berguna memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

Namun manfaat yang didapatkan bayi bukan hanya dari kandungan bernutrisi itu saja, tapi juga dari proses menyusui itu sendiri.  

“ASI telah diketahui dapat menurunkan risiko berbagai penyakit seperti alergi, diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, obesitas, diabetes, dan hipertensi di kemudian hari. Selain itu, menyusui juga dapat meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi, meningkatkan kecerdasan bayi, serta dapat meningkatkan rasa percaya diri anak di kemudian hari sehingga anak menjadi lebih mandiri,” bebernya.

Kapan ASI Direkomendasikan Mulai Diberikan?

cara memperbanyak asi
Foto: www.rawpixel.com

Dokter Mutia menuturkan bahwa rekomendasi pemberian ASI dimulai segera sejak bayi lahir, melalui proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) selama 1 jam, kemudian dilanjutkan dengan ASI eksklusif selama 6 bulan.

Setelah bayi berusia 6 bulan, pemberian ASI didampingi dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi. Pemberian ASI direkomendasikan untuk tetap diberikan hingga anak berusia 2 tahun.

Menurutnya, anjuran pemberian ASI adalah diberikan sesuai kemauan bayi (on demand).

“Frekuensi pemberian ASI pada bayi baru lahir pada umumnya sebanyak 8–12 kali per hari, atau sekitar setiap 2–3 sekali. Frekuensi pemberian ASI tersebut sesuai dengan waktu pengosongan lambung pada bayi. Seiring dengan bertambahnya usia maka frekuensi akan berkurang sesuai dengan ukuran lambungnya yang juga semakin berkembang,” terangnya.

Apa yang Disebut “ASI Lancar”?

cara memperbanyak asi
Foto: www.freepik.com

Dokter Mutia menjelaskan bahwa yang disebut dengan ASI lancar adalah produksi ASI yang dihasilkan oleh ibu cukup memenuhi kebutuhan bayinya. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

  • Bayi melekat sempurna ke payudara. Hal ini ditandai dengan dagu bayi menempel ke payudara, sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi, bibir atas dan bawah terlipat keluar, dan mulutnya terbuka lebar. “Bayi akan terlihat menyusu dengan irama mengisap, menelan dan bernapas secara bergantian. Ibu akan mendengar suara bayi menelan dan dapat melihat gerakan menelan tersebut,” paparnya.
  • Hisapan bayi terasa lembut, nyaman, dan tidak membuat ibu kesakitan
  • Payudara yang penuh akan terasa menjadi lebih lunak setelah dihisap oleh bayi, dan tidak ada bagian payudara masih keras atau seperti teraba benjolan di dalamnya.
  • Bayi akan melepas payudara ibu setelah kenyang, kemudian tertidur dan tidak rewel.
  • Frekuensi buang air kecil bayi pada hari pertama minimal 1 kali per hari, minimal 2 kali per hari pada hari kedua, dan seterusnya hingga minimal 6 kali per hari pada hari keenam hingga bayi besar.
  • Berat badan bayi akan naik sesuai dengan kurva pertumbuhannya. “Bayi yang baru lahir secara normal akan turun berat badannya pada hari-hari pertama maksimal hingga 10% dari berat badan lahirnya. Namun berat badan bayi akan kembali ke berat lahir maksimal pada usia 2 minggu, kemudian berat badan bayi akan naik sesuai dengan kurva pertumbuhannya,” imbuhnya.

Apa yang Menyebabkan Produksi ASI Lancar?

cara memperbanyak asi
Foto: www.unsplash.com

“Indikator produksi ASI lancar yang paling objektif adalah kenaikan berat badan bayi sesuai dengan kurva pertumbuhannya,” ujarnya.

Dokter Mutia menekankan bahwa produksi ASI lancar bukan ditandai dengan volume ASI perah yang banyak atau payudara yang selalu penuh atau bengkak. “Hal tersebut adalah mitos,” tekannya.

Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kelancaran produksi ASI antara lain adalah pengosongan payudara sesering mungkin dengan teknik menyusui yang benar dan faktor psikologis ibu.

Selain itu ada keterlibatan dua hormon dalam proses menyusui, yakni yaitu prolaktin dan oksitosin. Kedua hormon ini sifatnya saling melengkapi untuk proses menyusui.

Prolaktin adalah hormon yang berperan dalam produksi ASI. Pada saat bayi menghisap di payudara, hisapan bayi mengirimkan sinyal ke otak untuk mengeluarkan hormon prolaktin. Hormon ini kemudian merangsang proses produksi ASI di dalam kelenjar payudara untuk persiapan menyusui selanjutnya.

“Dengan demikian, semakin sering bayi menghisap dan mengosongkan payudara, maka hormon prolaktin yang dihasilkan semakin banyak dan produksi ASI semakin meningkat,” imbuhnya.

Bagaimana dengan peran oksitosin?

“Oksitosin adalah hormon yang berperan dalam mengeluarkan ASI dari payudara. Hormon ini bekerja dengan cara menyebabkan otot-otot di sekitar saluran ASI berkontraksi sehingga ASI yang terdapat dalam payudara dapat dikeluarkan melalui puting payudara,” jelasnya.

Oh, hormon ini sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis ibu.

“Jika ibu merasa bahagia saat menyentuh dan melihat bayinya, maka hormon oksitosin akan bekerja secara optimal untuk mengeluarkan ASI dari payudara,” ujarnya. Cara kerja tubuh dan pikiran memang menakjubkan, ya.

Mengapa Produksi ASI Tidak Lancar?

Foto: www.rawpixel.com

Sebaliknya, faktor yang menyebabkan ASI menjadi tidak lancar adalah pengosongan payudara yang tidak optimal dan kondisi psikologis ibu yang stres, cemas, atau sedih.

“Prinsip utama menyusui adalah supply and demand, artinya untuk meningkatkan supply ASI harus ada demand yang tinggi. Jika payudara sering dikosongkan, maka hal ini akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa terjadi peningkatan kebutuhan ASI dan secara otomatis tubuh akan berusaha untuk meningkatkan produksinya,” terangnya.

Nah, jika pengosongan payudara tidak optimal, maka sinyal yang dikirimkan ke otak adalah kebutuhan ASI masih cukup sehingga tidak diperlukan produksi tambahan. “Semakin penuh payudara maka produksi ASI akan semakin lambat dan berkurang,” ujarnya.

Apa penyebab pengosongan payudara?

“Pengosongan payudara yang tidak optimal ini sering kali disebabkan oleh posisi dan perlekatan bayi yang kurang baik, sehingga bayi menghisap namun tidak dapat mengeluarkan ASI semaksimal mungkin. Jika berlangsung lama, kondisi seperti ini akan menurunkan produksi ASI secara keseluruhan,” jawanya.

Selain itu, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sumbatan saluran ASI yang dapat berujung menjadi mastitis atau radang payudara.

Tidak hanya itu: faktor psikologis ibu seperti adanya rasa cemas, sedih, atau stres juga dapat menyebabkan ASI menjadi tidak lancar. “Kondisi-kondisi psikologis tersebut dapat menurunkan kadar hormon oksitosin, di mana hormon oksitosin ini adalah hormon yang berperan dalam mengeluarkan ASI dari dalam payudara,” terangnya.

Apa yang sebaiknya dilakukan jika ibu memperlihatkan tanda-tanda ASI tidak lancar atau cukup?

“Jika berdasarkan penilaian objektif memang terdapat tanda-tanda ASI tidak lancar atau tidak cukup, maka yang penting untuk dilakukan adalah konseling dengan konselor laktasi. Melalui proses konseling, akan diketahui penyebab ASI tidak lancar. Jika penyebab masalahnya sudah diketahui maka barulah dapat dicari solusi untuk mengatasi masalah tersebut,” sarannya.

Bagaimana Cara Memperbanyak ASI?

Foto: www.unsplash.com

Menurut Dokter Mutia ada beberapa cara memperbanyak ASI. Berikut adalah hal-hal yang dapat ibu lakukan untuk meningkatkan produksi ASI:

  • Menyusui langsung sesering mungkin, setidaknya 10 kali dalam 24 jam. “Bila diperlukan bayi dapat dibangunkan untuk menyusui,” ujar Dokter Mutia.
  • Menyusui pada satu payudara terlebih dahulu sampai payudara terasa kosong, kemudian baru menawarkan payudara lainnya
  • Melakukan kompresi payudara saat menyusui. “Hal ini dapat meningkatkan aliran ASI saat bayi sedang menyusu, sehingga bayi akan menyusu dengan lebih aktif,” sarannya.
  • Memperbanyak waktu kontak kulit ibu dan bayi.
  • Tidak menggunakan dot atau empeng.

Dokter Mutia menegaskan bahwa tidak ada ibu yang tidak dapat menghasilkan ASI. “Semua ibu yang hamil pasti dapat menghasilkan ASI secara natural karena tubuh manusia sudah diciptakan demikian oleh Tuhan. Jika ibu yang berhenti menyusui atau produksi ASI mengalami penurunan sehingga tidak mencukupi kebutuhan bayi, maka ibu dapat kembali menyusui dengan proses relaktasi,” anjurnya.

Proses relaktasi yang didampingi oleh konselor laktasi dapat membantu meningkatkan produksi ASI sehingga ibu dapat menyusui kembali. Ini

Dan jika ibu tidak dapat menyusui secara langsung karena alasan medis, yang terbaik diberikan adalah ASI perah.

“Jika ASI perah tidak tersedia, pilihan berikutnya adalah ASI donor yang telah melalui proses skrining terlebih dahulu. Jika ASI donor juga tidak tersedia, makan pilihan terakhir adalah dengan susu formula. Susu formula adalah pilihan terakhir yang dipertimbangkan untuk diberikan sebagai pengganti ASI dan harus diberikan atas indikasi medis serta anjuran dokter,” terangnya.

Mitos Apa yang Salah tentang ASI?

Foto: www.freepik.com

Sebagai seorang ibu yang sedang menyusui, kamu mungkin sering mendengar berbagai hal tentang ASI, misalnya jika makan sesuatu, maka air susu bertambah banyak. Benarkah?

“Mitos yang memang sering beredar tentang cara memperbanyak ASI adalah dengan memakan jenis makanan tertentu yang diklaim sebagai ‘ASI booster‘. Hal ini adalah mitos dan tidak tepat,” tegasnya.

“Tidak ada jenis makanan tertentu yang dapat benar-benar berfungsi sebagai ASI booster atau berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI. Karena proses produksi ASI yang paling utama dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin, di mana hal ini sangat tergantung dengan pengosongan payudara,” jelasnya.

Dokter Mutia mengatakan agar ibu menyusui harus makan dengan pola makan yang bergizi seimbang serta mengonsumsi makanan yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan zat gizi makro dan mikro selama menyusui.

“Makanan apapun yang dapat membuat ibu merasa positif, bahagia, tenang, dan nyaman dapat dianggap sebagai ‘ASI booster‘. Ibu boleh makan makanan apa saja yang membuat ibu senang dan bahagia, dengan demikian hal tersebut akan meningkatkan hormon oksitosin dan produksi ASI akan semakin lancar,” pungkasnya.

Selanjutnya: Bagaimana menyeimbangkan hormon melalui pola makan? Ini penjelasan seorang dokter gizi.