Apa yang Harus Dipersiapkan Jika Ibu Hamil akan Menjalani Operasi Caesar?

operasi caesar
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Menjelang proses persalinan, ibu hamil pastinya mulai merasakan perasaan yang campur-aduk. Merasa senang karena bayi yang dikandungnya akan hadir ke dunia. Di sisi lain, mungkini juga merasa khawatir dan memikirkan metode persalinan mana yang ingin dilakukan. Apakah melahirkan normal atau dengan operasi caesar? Jika kamu tertarik untuk memilih operasi caesar, maka hal ini perlu dikonsultasikan dengan dokter kandungan secara detail. 

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait persiapan serta proses dari operasi caesar, LIMONE telah menghubungi dr. Mervinna Giovanni, M.Biomed, Sp.OG, seorang Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Primaya Tangerang dan Pasar Kemis. 

Apa Itu Operasi Caesar?

operasi caesar
Foto: www.rawpixel.com

Dokter Mervinna menjelaskan bahwa operasi caesar merupakan proses persalinan dengan cara pembedahan. Kondisi di mana bayi dilahirkan tanpa melalui jalan lahir, melainkan dengan sayatan pada segmen bawah rahim. Operasi caesar (SC) dilakukan pada kondisi ketika kelahiran normal yang tidak dapat dilakukan atau adanya risiko berat terhadap ibu maupun sang bayi.

“Indikasi SC bisa berasal dari ibu maupun bayi. Misalnya pada saat tidak terjadi kemajuan persalinan seperti macet atau pecah ketuban yang tidak juga terjadi pembukaan. (bisa juga) Kondisi yang tidak memungkinkan atau memiliki risiko tinggi pada ibu apabila memasuki tahap persalinan, seperti penyakit jantung, asma berat, kelainan mata, kelainan dari, gangguan emosi serta mental, dan panggul yang sempit,” jelasnya.

Sementara pada bayi, indikasi operasi caesar dapat dilakukan ketika melihat kondisi bayi dengan letak kepala bayi yang berada di rahim bagian atas atau yang disebut dengan sungsang. Selain itu operasi ini juga bisa dilakukan ketika ukuran bayi yang sangat besar (makrosomia) dan bayi dengan cacat kongenital.

Baca Juga :  Tanya Ahli: Mengapa Kita Mengalami Haid yang Tidak Lancar?

Lalu apakah ibu hamil boleh memilih proses melahirkan dengan operasi caesar?

“Pilihan cara persalinan itu hak otonomi ibu. Ada indikasi secara medis untuk dilakukannya operasi caesar. Namun jika tidak ada indikasi dan ibu (merasa) tidak nyaman dengan persalinan normal, bisa SC on request dengan sebelumnya berkonsultasi dengan dokter kebidanan terlebih dahulu. Hal ini untuk mengetahui secara jelas risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi saat operasi, serta keuntungan maupun kekurangan pilihan metode SC dibandingkan normal,” paparnya

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Operasi Caesar?

Foto: www.rawpixel.com

Persiapan sebelum menjalani operasi caesar akan berbeda-beda pada setiap ibu hamil, karena bergantung dengan indikasi dan kondisi dari masing-masing ibu. Untuk itu perlu dilakukannya konsultasi secara detail dengan dokter kandungan. Hal ini juga berlaku untuk ibu yang tidak memiliki indikasi dan mengajukan persalinan dengan metode operasi caesar. 

“Konsultasikan dahulu apa yang menjadi concern ibu, apa yang menjadi kendala atau ketakutan. Sehingga dokter bisa memberikan persiapan secara psikis maupun fisik. Karena masalah psikis seperti baby blues atau depresi justru banyak terjadi pascamelahirkan. Nah, itu juga sudah harus dikonsultasikan dari awal, sehingga pascaoperasi kondisi pemulihan akan lebih cepat dan ibu serta bayi menjadi lebih optimal,” jawabnya.

Selain itu, Dokter Mervinna juga menyarankan untuk melakukan puasa selama 6-8 jam sebelum operasi caesar dilakukan. Hal ini untuk menghindari risiko ketika proses pembiusan.

Bagaimana Proses dari Operasi Caesar?

operasi caesar
Foto: www.unsplash.com

Dokter Mervinna menerangkan terdapat beberapa tahapan dalam proses operasi caesar, yakni:

  • Persiapan awal yang akan dilakukan adalah pasien akan dibius menggunakan spinal anestesia, di mana kondisi pasien tetap sadar namun bagian kerut ke atas akan terasa baal.
  • Kemudian akan dilakukan sayatan pada perut, biasanya di area lipatan perut bawah dan beberapa sentimeter di atas kemaluan. Sayatan akan diperdalam sampai ke rahim.
  • Bayi dan plasenta akan dikeluarkan melalui segmen bawah rahim.
  • Jika semua berjalan dengan normal, dokter akan menutup sayatan dengan dijahit secara berlapis.
Baca Juga :  Tanya Ahli: Bagaimana Cara Menggunakan Kalkulator Masa Subur?

Apa yang Perlu Diperhatikan Pascaoperasi Caesar?

operasi caesar
Foto: www.rawpixel.com

Setelah proses operasi caesar berjalan dengan lancar, maka selanjutnya akan dilakukan pemantauan terhadap kondisi ibu dan bayi selama kurang-lebih 6 jam. Pemeriksaan yang akan dilakukan yakni kondisi dari tanda-tanda vital, perdarahan pascaoperasi, dan pemulihan dari proses pembiusan. 

“Mobilisasi pascaoperasi akan jadi kunci pemulihan yang cepat, tambahan lainnya sesuai dengan berat indikasi operasi. Jika tanpa komplikasi berat selama 6 jam, ibu sudah bisa duduk serta makan dan minum,” ujarnya.

“Biasanya jika tanpa ada masalah berat yang berbeda dengan pascamelahirkan normal, (pemulihan) hanya di 6-12 jam saja, sisanya tidak beda jauh,” tambahnya.

Dokter Mervinna menuturkan bahwa setelah satu minggu pascaoperasi, sang ibu sudah bisa melepas perban jahitan. Kemudian bisa beraktivitas dengan normal, namun tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas berat. Selain itu, kondisi ibu akan memengaruhi pemulihan pascaoperasi caesar. Hal ini juga akan berbeda pada setiap ibu.

Kesimpulan

Foto: www.pexels.com

Sama seperti operasi lainnya, operasi caesar juga akan memiliki risiko ketika dilakukan. Risiko dari proses persalinan dengan cara pembedahan ini, di antaranya adalah:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Trauma sayatan pada ibu maupun bayi
  • Perburukan kondisi awal (Indikasi awal dari SC)
  • Kematian

“Namun semua itu dipersiapkan dan dilakukan pencegahan sebelum operasi dilakukan. Jadi jangan melewatkan sesi konsultasi sebelum tindakan operasi,” sarannya.

Selanjutnya: Cara Mengatasi Mual Saat Hamil.