Wajib Baca Sebelum Memilih Jalani Open Relationship

Foto: www.canva.com

Cinta modern sepertinya sedang mengajukan sebuah wacana yang ingin mendobrak pandangan ‘satu orang, satu pasangan’. Apa sebenarnya open relationship? Dan apakah ini sesuatu yang cocok untukmu? LIMONE bertanya kepada seorang ahli untuk mendapatkan pencerahan.

Sebenarnya, Apa Perbedaan Hubungan Eksklusif dan Terbuka?

Foto: www.shutterstock.com

Menurut Jet Veetlev, seorang relationship coach dari Kelas Cinta, “hubungan eksklusif adalah sebuah hubungan yang mana kedua belah pihak berbagi waktu, energi, sumber daya, seksualitas, hanya dengan pasangannya yang sekarang. Hanya ada dua pihak dalam hubungan ini.”

Sedangkan, “hubungan terbuka adalah ada pihak-pihak lain dalam sebuah hubungan yang juga saling berbagi energi, waktu, sumber daya, seksualitas, tetapi biasanya tetap ada satu hubungan inti. Hubungan dengan pihak lain biasanya hanya berbagi waktu/seksualitas, namun tidak menutup berbagi semua hal,” tambahnya melengkapi. “Dalam hubungan terbuka pihak-pihak yang terlibat saling mengenal dan menyetujui mengenai pembagian-pembagian tersebut.”

Begini Cara Menentukan Tipe Hubungan yang Tepat Bagi Percintaanmu

Foto: www.unsplash.com

Jadi, bagaimana menentukan tipe hubungan yang seperti cocok untukmu dan pasangan?

Dimulai dari,memahami apa arti hubungan bagi diri sendiri,” ujar Jet. Tanyakan pada diri sendiri, ‘apakah saya tipe yang bisa konsisten memupuk cinta pada pasangan’? Atau, ‘apakah saya tipe yang ketika bosan dan jenuh malah pergi atau malah berusaha memahami kalau bosan/jenuh itu normal dan mencari cara lain untuk menambah kadar cinta pada pasangan tetap’? “Kalau kamu adalah tipe yang cepat bosan, tidak mau berusaha, atau terus ingin merasakan hal yang baru, maka mungkin hubungan terbuka jauh lebih baik,” ujar Jet melalui pesan singkat.

Bagaimana dengan hubungan eksklusif? Menurut Jet, “jika dilihat dari sudut baik dan tidak baik, sebenarnya hubungan terbuka sama saja dengan hubungan eksklusif. Belakangan ini di era keterbukaan informasi memang cenderung jauh lebih baik hubungan terbuka ini.”

Ini yang Harus Kamu Lakukan Jika Kamu Ingin Menjalani Open Relationship

Untuk memberitahu pasangan bahwa kamu menginginkan hubungan terbuka, kamu harus membicarakannya.

Foto: www.shutterstock.com

“Sama seperti masalah dalam hubungan, maka sebenarnya tinggal dibicarakan. Tidak ada cara khusus karena apa pun caranya tergantung pada penerimaan atau pandangan pasangan terhadap hubungan,” ungkap Jet.

Untuk mewujudkannya, menurut Jet tidak ada langkah khusus. Akan tetapi jika memang sudah dalam sebuah hubungan maka, “mungkin bisa dilakukan dengan menyampaikan ide atau konsep mengenai hubungan terbuka ini untuk melihat respon dari pasangan. Jujur, terbuka dan mengakui bahwa mungkin kamu ingin mencoba atau mengajak pasangan juga mencoba. Menyusun rencana, peraturan, batasan, aturan dengan pasangan mengenai hubungan terbuka ini.”

Begitu pun dengan waktu, tidak ada waktu yang tepat untuk memulai open relationship. “Jika memang pada dasarnya tidak bisa menahan diri dalam satu hubungan, maka ini harus disebutkan di awal fase PDKT (pendekatan),” jelasnya. “Jika masih pacaran, secepat mungkin disampaikan. Kalau yang sudah menikah, perlu perencanaan, perlu pengenalan ide, alasan, dan konsep. Tetapi poinnya sama, tetap perlu secepatnya disamapikan kalau salah satu sudah mempertimbangkan atau mungkin bahkan diam-diam sudah melakukannya.”

Lakukan Hal Ini Jika Pasangan Menginginkannya dan Kamu Tidak

Foto: www.shutterstock.com

Well, bagaimana jika pasangan menggebu-gebu untuk menerapkan open relationship—dan kamu keberatan?

“Sebaiknya pahami apakah yang sebenarnya diperlukan pasangan dari kamu adalah sesuatu yang tidak bisa kamu penuhi. Pahami bagaimana ini akan mempengaruhi hubungan yang sekarang dan efeknya,” papar Jet. “Memahami apa resiko dan batasan-batasan yang perlu diterapkan jika kamu setuju. Memahami apakah ini berarti kamu juga bisa melakukan hubungan terbuka dengan yang lain?”

Apa pun pikiran dan pendapatmu, sampaikan “dengan jujur dan terus terang.” Jika memang open relationship bukanlah tipe hubungan percintaan yang kamu dambakan dalam hidup, akhiri baik-baik.

Pro dan Kontra Sebuah Hubungan Terbuka

Foto: www.shutterstock.com

Menurut Jet yang dirasakan jika berada dalam hubungan yang terbuka: kemungkinan komunikasi dengan pasangan akan jauh lebih terbuka. Logikanya, “jika seseorang bisa terbuka atau mengijinkan pasangan melakukan hubungan terbuka, maka dia adalah seseorang yang memiliki pandangan yang luas,” terangnya. “Imbasnya tidak ada lagi hambatan dalam komunikasi mengenai issue-issue general dalam hubungan. Suasana hubungan fresh, rutinitas tidak monoton, masing-masing pihak bisa explore kebutuhan mereka yang tidak atau belum cukup terpenuhi pasangan lainnya.”

Di sisi lain, Jet bependapat hubungan terbuka bisa memicu beberapa isu seperti kecemburuan, pandangan masyarakat, bahaya penyakit seks yang menular, serta investasi waktu dan tenaga dan uang yang cenderung lebih besar. Pasalnya, ada lebih dari satu hubungan yang perlu dijaga. “Adanya kemungkinan bahwa akan muncul masalah baru yaitu kecemburuan yang lebih besar bisa terjadi,” katanya.

Tips Menjalani Hubungan Terbuka yang Sehat

Foto: www.canva.com

Jet ingin menekankan satu hal bahwa keinginan memiliki open relationship bukan tidak selalu menjadi pertanda hal-hal khusus, misalnya ada masalah dalam hubungan intim. “Menariknya adalah mereka yang melakukan open relationship, biasanya salah satu pihak sudah dari awal mengenal ide ini, atau memahami mengenai open relationship ini.”

Jet berpendapat bahwa menjalani hubungan terbuka turut mewarnai kehidupan. “Hampir sama seperti yang sudah saya katakan tentang sisi pro dari tipe hubungan ini. Selain itu pada dasarnya manusia bukanlah mahkluk yang bisa bertahan dalam monogami. Jadi, dengan melakukan hubungan terbuka, beberapa ada yang menganggap bahwa ini akan membuat hidup mereka lebih berwarna.”

Sekali lagi Jet menekankan: “Sebatas pengetahuan saya, hal yang paling utama adalah menentukan rules yang jelas, dan pastikan komunikasi selalu terjaga. Kemudian pasangan yang utama selalu mengenal dan tahu siapa pihak yang barunya.”

Bagaimana pendapatmu tentang open relationship? Jika saat ini yang menjadi bahan pemikiran utama bukanlah hal itu, melainkan pasangan yang sepertinya mengalami mid-life crisis, coba ikuti panduan ini.