Apakah Mendengarkan Musik Klasik akan Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak?

musik klasik
Foto: www.pexels.com
Terakhir diperbarui:

Ada yang bilang bahwa mendengarkan musik klasik kepada anak bisa membuatnya lebih jenius? Mitos atau fakta?

Simak penjelasan dari Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog, seorang psikolog dari Tiga Generasi di Brawijaya Clinic Kemang dan GIM Daycare Bintaro tentang musik klasik dan jenis musik yang tepat untuk didengarkan oleh anak.  

Mengapa Anak Perlu Mendengarkan Musik?

musik klasik
Foto: www.pexels.com

“Anak sangat disarankan untuk mendapatkan banyak stimulasi, terutama saat usia 0 sampai 3 tahun. Musik yang termasuk dalam stimulasi auditori dapat memberikan rangsangan indra pendengar, kognitif, bahkan keinginan untuk bergerak mengikuti irama lagu. Di atas 3 tahun, musik dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. Misalnya saat belajar angka, huruf, dan konsep dasar,” terangnya.

Selain itu, Marcelina menambahkan bahwa sejak berada di dalam kandungan, anak sudah diperbolehkan untuk mendengarkan musik. Karena berdasarkan penelitian, pada trimester ketiga kehamilan, anak sudah dapat mendengarkan lagu yang sedang didengarkan oleh sang ibu.

Terdapat perbedaan musik yang dapat didengarkan oleh anak, hal ini tergantung dari usia sang anak itu sendiri. 

  • Usia 0-3 tahun

Pada anak dengan usia 0 sampai 3 tahun dapat diperdengarkan musik yang memiliki bunyi menyerupai keadaan sekitar, seperti bunyi ayam berkokok atau telepon berdering. Selain itu dapat divariasikan dalam berbagai tempo, mulai dari tempo lambat hingga kencang.

  • Usia pra-sekolah

Di usia pra-sekolah, anak dapat mendengarkan musik yang mengandung pembelajaran atau edukasi, “Musik yang dikombinasikan dengan gerakan motorik seperti menari sambil bernyanyi,” ungkapnya.

  • Usia sekolah

Untuk anak pada usia sekolah bisa mendengarkan nada sederhana yang  dapat mereka mainkan dengan alat musik serta lirik yang mudah untuk diingat. 

Bagaimana dengan Musik Klasik? 

Foto: www.pexels.com

“Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti musik klasik adalah musik yang komposisinya lahir dari budaya Eropa dan digolongkan melalui periodisasi tertentu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa terdapat penelitian yang dilakukan pada era 1990 hingga 2000 yang meneliti manfaat musik klasik pada anak. Namun pada penelitian terbaru menyatakan bahwa semua jenis musik memiliki nada yang menyenangkan, bisa membangkitkan semangat, dan dapat menenangkan anak ketika sedang belajar. Hal ini pun memberikan manfaat bagi sang anak. 

“Sebuah penelitian di TK di Jordania yang dilakukan oleh Mattar (2012) menyatakan bahwa musik dapat menjadi bagian penting dalam setting belajar. Musik dapat menciptakan atmosfer belajar positif, yang membantu anak-anak dalam menurunkan stres dan membantu perkembangan mereka di dalam kelas,” paparnya.

Lantas, apakah musik klasik juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak?

“Tidak hanya musik klasik, namun beragam jenis musik dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Musik berkolerasi langsung dengan suasana hati, sehingga kita dapat mengatur jenis musik apa yang dapat kita berikan sesuai dengan situasi,” jelasnya.

Ia memberi contoh seperti memilih memperdengarkan musik yang tenang ketika sedang belajar atau mendengarkan musik yang bersemangat ketika akan pergi berlibur. Selain itu, menurutnya emosi yang positif juga dapat membuat anak menjadi lebih optimal dalam proses belajar.

Bagaimana Cara Untuk Memperkenalkan Musik pada Anak?

Foto: www.rawpixel.com

Psikolog dari Tiga Generasi ini memberikan saran untuk memperkenalkan musik pada anak, yakni dengan cara:

  • Belajar sambil bernyanyi
  • Mengenal nada dengan instrumen musik maupun benda sehari-hari, seperti gelas dengan volume yang bervariasi, “sehingga dapat menghasilkan nada yang berbeda-beda ketika diketuk menggunakan sendok logam. Aktivitas ini juga dapat dijadikan eksperimen sederhana,” ujarnya.
  • Menciptakan lagu sendiri sesuai dengan tema yang diminati anak
  • Menggunakan musik sebagai variasi untuk bergerak
  • Bernyanyi untuk mengekspresikan suasana hati

Selanjutnya: Cara Mengajarkan Anak Berterima Kasih.