Tanya Psikolog: Bagaimana Mengembalikan Motivasi Kerja yang Berada di Titik Nol?

Motivasi Kerja
Foto: www.stocksy.com

Bahkan setelah mengumpulkan semua pikiran positif dan baik di dunia ini, sering kali motivasi kerja tetap berada nyaris di titik nol. Fakta bahwa dunia sedang dilanda pandemik—dan kamu bekerja dari rumah sejak beberapa bulan terakhir—semakin membuat motivasi kerja jongkok di level mengkhawatirkan. Adakah cara untuk membangkitkan dan mengobarkannya kembali, sebut saja seperti sebelum pandemik dan work from home berlangsung? Yuk, baca penjelasan dari Farida Eka Putri, M.Psi., Psikolog., CMHA, seorang Clinical Psychologist & Graphologist.

Mengapa Penting Memiliki Motivasi Kerja?

Foto: www.freepik.com

Farida menjelaskan bahwa motivasi didefinisikan sebagai motif atau alasan seorang individu untuk melakukan sesuatu (bertindak). “Menurut salah satu tokoh dalam psikologi, yaitu Abraham H. Maslow, biasanya motif didasari oleh kebutuhan- kebutuhan dasar individu yang harus terpenuhi. Maslow sendiri menjelaskan lebih spesifik tingkatan kebutuhan dasar dari kebutuhan yang levelnya rendah sampai ke level yang lebih tinggi,” katanya kepada LIMONE.

Selama manusia (termasuk kamu dan saya) hidup, ia akan terus bergerak, bertumbuh, dan berkembang untuk mencapai satu kebutuhan ke kebutuhan lainnya.

Bagaimana jika pemenuhan kebutuhannya kurang?

“Kurangnya pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan seorang individu akan mengakibatkan kehilangan energi, kelelahan secara fisik maupun psikis, rasa ketakutan, putus asa, rasa terancam. Dan pada akhirnya mengarah pada gangguan-gangguan psikologis lainnya sampai merasa kehidupannya tidak bermakna,” terangnya.

Salah satu contoh adalah pentingnya memiliki motivasi dalam bekerja.

Mengapa kamu dan saya bekerja? Alasannya ada banyak, paling umum adalah untuk mendapatkan uang. Dan uang ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang paling dasar, seperti untuk membeli makanan, minuman, tempat tinggal, dan kebutuhan pokok penunjang hidup lainnya.

Apakah Motivasi Kerja Berkembang?

Motivasi Kerja

Eits, namanya juga manusia: tidak pernah puas.

“Setelah kebutuhan dasar terpenuhi ada kebutuhan lain lagi yang levelnya lebih tinggi, yaitu disebut safety needs (kebutuhan rasa aman),” terangnya. Misalnya, kamu bekerja giat untuk mendapat uang lebih banyak agar hidup kamu lebih aman dan nyaman. Membeli kendaraan, asuransi kesehatan, merenovasi tempat tinggal, investasi masa depan, dan sebagainya termasuk dalam safety needs.

Dan pemenuhan kebutuhan ini terus berlanjut.

“Setelah kebutuhan rasa aman secara personal dirasa cukup terpenuhi, maka individu mulai mencari kebutuhan lain, yaitu kebutuhan untuk mencintai dan dicintai. Biasanya pada level ini motivasi seseorang dalam bekerja adalah untuk membahagiakan orang-orang terkasih,” jelasnya.

Lalu, individu akan terus berkembang. “Dia mulai mencari lagi kebutuhan lain untuk pemuasan dirinya, seperti mengembangkan diri dengan belajar berbagai ilmu, mencapai prestasi. Adanya kebutuhan akan status agar dipandang baik dan hebat oleh orang lain di lingkungan, maka ia akan bekerja dengan motivasi untuk mencapai suatu jabatan/posisi tertentu,” paparnya.

Dan yang terakhir di level puncak adalah need of self- actualization (kebutuhan aktualisasi diri). “Maslow berasumsi bahwa setelah semua kebutuhan dasar tadi terpenuhi, maka muncullah kebutuhan ini. Kebutuhan di mana individu ingin memanfaatkan dirinya secara maksimal baik bakat, potensi, dan kemampuan yang ia miliki agar bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Pada level ini, biasanya motivasi bekerja pada individu sudah bukan lagi tentang pemenuhan dirinya sendiri, tapi lebih dari itu. “Pemikiran yang muncul adalah ‘Apalagi ya, yang saya bisa lakukan agar dapat berdampak positif bagi masyarakat? Atau setidaknya lingkungan tempat saya tinggal? Atau ‘Kontribusi apa yang dapat saya berikan untuk perubahan baik bagi dunia dengan kemampuan yang saya miliki ini?'” katanya.

Dengan kata lain, semakin tinggi level seseorang, maka semakin berkembang motivasi kerja yang dia miliki.

Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Memiliki Motivasi Kerja?

Motivasi Kerja
Foto: www.rawpixel.com

Gaji dan tunjangan yang kamu terima sangat baik dan bisa disombongkan, tapi tetap saja motivasi kerja minim. Ah.

“Kalau motivasi bekerja hanya untuk mencapai nominal gaji tertentu, individu tersebut pasti tidak akan pernah merasa puas. Karena berapapun jumlah gaji yang diterima tidak akan pernah cukup kalau hanya digunakan untuk mengikuti trend dan lifestyle,” jelasnya.

“Oleh karena itu, sebelum berkarir penting untuk menentukan terlebih dahulu tujuan pribadi dalam bekerja,” saran Farida.

Dan seperti penjelasan di atas: motivasi kerja itu super duper penting. Jadi, ketika motivasi tersebut nyaris tidak ada, dampaknya tidak hanya merasa malas membuka laptop.

“Pertama hasil dan kualitas pekerjaan tidak optimal sehingga performa kerja menurun,” paparnya.

Kedua, kalaupun pekerjaan yang dihasilkan optimal di tempat kerja, “namun di dalam diri individu tersebut cenderung sering merasa tidak puas dengan hasil pekerjaannya. Sehingga kerap kali menjadi membanding-bandingkan pencapaian karirnya dengan pencapaian orang lain. Biasanya hal-hal ini pemicu konflik dan stres dalam diri,” ujarnya.

Mengapa Motivasi Bekerja Bisa Hilang?

Motivasi Kerja
Foto: www.unsplash.com

Menurut Farida, ada dua kemungkinan mengapa seserorang kehilangan motivasi bekerja. Pertama, karena merasa tidak puas dengan tempat bekerjanya, misalnya gaji yang tidak sebanding dengan pekerjaan yang dilakukan, lingkungan kerja yang dirasa tidak nyaman. Atau ekspektasi personal terhadap pekerjaan yang dikerjakannya tidak sesuai dengan cita-cita individu tersebut.

Kedua, bisa karena kondisi personal orang tersebut, yaitu ada prioritas pada aspek kehidupan lain yang menjadi fokusnya. Sebut saja masalah keluarga, masalah percintaan, kesehatan, dan masalah personal lainnya yang mengganggu konsentrasinya sehingga ia menjadi tidak termotivasi untuk melakukan pekerjaan.

“Atau mungkin individu menjadi tidak termotivasi karena sedang mengalami burnout yaitu kelelahan baik secara fisik maupun emosional dalam bekerja, sehingga semangat kerja menjadi rendah bahkan hilang.” tambahnya.

Lalu bagaimana mengidentifikasi bahwa kamu sedang kehilangan motivasi kerja? Menurut Farida, berikut beberapa tandanya.

  • Bersikap apatis dan tidak percaya diri.
  • Tidak memiliki tanggung jawab pribadi dalam bekerja.
  • Bekerja tanpa rencana dan tujuan yang jelas.
  • Ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
  • Setiap tindakan tidak terarah dan menyimpang dari tujuan.

Bagaimana Mengembalikan Motivasi Bekerja yang Hilang?

Motivasi Kerja
Foto: www.freepik.com

#Beritabagus: motivasi kerja yang nyaris atau bahkan sudah raib tersebut bisa dikembalikan. Asal… “ada niat dan kemauan untuk berusaha,” jelas Farida.

Coba cek langkah-langkah di bawah ini:

  1. Terpenting: buat tujuan yang jelas serta realistis dalam bekerja.
  2. Tetapkan target yang ingin dicapai dalam karier maupun pekerjaan dan berani mengambil risiko.
  3. Buat rencana kerja yang konkret dan disiplin melakukannya.
  4. Tidak mudah sakit hati apabila hasil kerja mendapat kritik (alias baperan). Melainkan, “memandang sebuah kritikan dari orang lain sebagai feedback yang dapat membuat diri kita berkembang lebih baik lagi dari waktu ke waktu,” kata Farida.
  5. Senang dengan tugas/pekerjaan yang dilakukan dan selalu ingin menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan memberikan usaha yang terbaik dari kemampuan diri yang dimiliki.
  6. Pada akhirnya kita dapat bertanggung jawab dengan pekerjaan tersebut dan menyelesaikannya hingga tuntas apapun hambatan dalam proses bekerjanya.
  7. Bonusnya adalah berbagai rezeki akan datang sesuai harapan kita.

Mohon maaf, mau tanya: apakah berhenti dan mencari pekerjaan baru adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk semangat lagi bekerja?

“Jangan selalu berpikir berhenti dan mencari pekerjaan baru adalah solusi untuk dapat meningkatkan semangat bekerja,” jawabnya. “Yang paling penting adalah kita mengenali potensi dalam diri, kelebihan serta kelemahan yang ada, dan mencari tahu sebenarnya apa yang ingin kita capai dalam hidup,” tegasnya.

Di dunia Disney yang penuh pelangi dan kue wangi, ceritanya hampir selalu berakhir bahagia. Namun pada kenyataannya, sering kali tidak seindah itu: motivasi bekerja kita tetap berada dalam level mengkhawatirkan meski segala pikiran dan aksi positif sudah dilakoni. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Refreshing dan rehat sejenak adalah cara yang bijak dibandingkan dengan membuat keputusan untuk resign dalam kondisi yang penuh emosi,” anjurnya. “Mengambil jeda dengan berlibur dari segala aktivitas pekerjaan. Dan fokus ke dalam diri sendiri untuk mengevaluasi pekerjaan yang selama ini sudah dijalankan,” kata Farida bisa membantu mengembalikan dan meningkatan kembali motivasi kerja.

Selanjutnya: Berhubung traveling masih tidak mungkin dilakukan, coba ide staycation ini untuk rileksasi. Atau, tonton daftar acara Netflix ini yang akan membuatmu merasa leih baik.