5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 9 September 2020

Morning Briefing 9 September 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat hari Rabu! Semoga hatimu tidak kelabu, dan jangan lupa tetap memakai masker baru (dicuci) dan jaga jarak saat berada di tempat umum. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 9 September 2020.

12 Perusahaan asing layanan digital akan memungut PPN dari konsumennya.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan sebanyak 12 perusahaan asing yang menyediakan layanan digital siap memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kepada konsumennya. Pungutan pajak tersebut mulai dilakukan pada 1 Oktober 2020. Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap sudah memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN atas barang dan jasa yang dijual. Besaran PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak. Dua belas perusahaan tersebut antara lain, LinkedIn Singapore Pte. Ltd., McAfee Ireland Ltd., Microsoft Ireland Operations Ltd., Skype Communications SARL, Twitter Asia Pacific Pte. Ltd., Zoom Video Communications, Inc., PT Jingdong Indonesia Pertama (JD.ID.), dan PT Shopee International Indonesia. (CNN Indonesia)

Kasus COVID-19 di indonesia melebihi 200.000.

Menurut data yang dirilis pemerintah pada Selasa sore, jumlah kasus coronavirus nasional adalah 200.035 setelah tercatat terdapat 3.046 kasus baru. Jakarta mendeteksi kasus baru tertinggi sebanyak 48.393 dan 1.317 kematian, diikuti Jawa Timur dengan 36.342 kasus dan 2.608 kematian. Data menunjukkan bahwa ketika restriksi dilonggarkan, angka infeksi meningkat. Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran menterinya untuk memprioritaskan kesehatan dan program mitigasi dibandingkan memulai kembali aktivitas ekonomi. Dia mengatakan bahwa kesehatan merupakan kunci dari pemulihan ekonomi. Secara nasional, terdapat 8.230 orang meninggal dan 142.958 sembuh dari virus ini. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: Vaksin potensial kedua di Rusia dan Taj Mahal dibuka kembali.

Vaksin potensial kedua di Rusia sudah menyelesaikan uji coba manusia tahap awal, yang dikenal dengan Phase II. Sebelumnya, Rusia sudah mendaftarkan kandidat vaksin pertama yang diproduksi oleh Gamaleya Insitute, bulan lalu. Uji coba tahap akhir dari vaksin pertama yang melibatkan 40.000 partisipan ini dirilis minggu lalu. Sementara itu objek wisata terkenal di India, Taj Mahal, akan dibuka kembali pada 21 September, setelah lebih dari enam bulan ditutup. Pembukaan kembali ini direncanakan meski kasus infeksi semakin banyak; india menjadi negara kedua dengan kasus terbanyak di dunia.

Dari Afrika Selatan dilaporkan terdapat kurang dari 1.000 kasus infeksi baru, angka terendah dalam tiga bulan terakhir, meski pejabat kesehatan tetap memperingati adanya bahaya gelombang kedua. Dan di Filipina, pemerintah mewajibkan memakai masker di supermarket, mal, dan lokasi pemerintahan. Sementara itu, pemilu dimulai di Myanmar dengan Aung San Suu Kyi berharap menjadi pemenang. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 27.382.880, dengan 893.658 kematian, dan 18.376.839 kesembuhan. (Aljazeera)

Julian Assange diancam dikeluarkan dari ruangan pengadilan.

Seorang juri memperingati Julian Assange akan mengeluarkannya dari ruangan pengadilian jika tetap menginterupsi proses sidang, kemarin, di London. Jalannya sidang sempat ditunda. Pasalnya, Assange berteriak “omong kosong” saat James Lewis, yang mewakili pemerintah AS, mengatakan kepada seorang saksi bahwa Assange terancam terekstradisi karena mempublikasikan nama-nama informan. Bukan karena membocorkan dokumen. Kepada pendiri Wikileaks yang sedang berusaha menghindari ekstradisi ke Amerika Serikat dari Inggris itu, hakim mengatakan bahwa dia tidak boleh berbicara meski dia tidak setuju dengan pernyataan pihak lain. Hakim mengancamnya dengan mengatakan bahwa akan menjalankan sidang tanpa kehadirannya jika dirinya masih terus menginterupsi. (Reuters)

TikTok berjuang menghentikan peredaran video mengerikan.

TikTok sedang berusaha mencopot video mengerikan yang beredar di aplikasi tersebut sejak Sabtu lalu, yakni di mana seorang laki menembak dirinya sendiri. Dan TikTok menutup akun-akun yang mengunggah lagi video tersebut. Juru bicara aplikasi ini mengatakan bahwa awalnya klip tersebut beredar di Facebook dan aplikasi lain. Sejumlah pengguna TikTok yang tahu tentang video ini, mewanti-wanti follower-nya agar tidak membuka video dengan gambar seorang laki-laki di depan meja dengan janggut abu-abu. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 9 September 2020, baca penjelasan ahli kulit tentang bagaimana menghilangkan bintik-bintik hitam di wajah.

podcast button