5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 9 November 2020

Morning Briefing 9 November 2020
Foto: www.canva.com
Last updated:

Hai! Senin mungkin memang bukan hari paling favorit dalam hidup kita, tapi aktivitas dan tanggung jawab memanggil. Oleh karenanya: semoga kamu bisa melalu hari ini, tetap pakai masker, jaga jarak di tempat umum, dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 9 November 2020.

PSBB Transisi DKI Jakarta diperpanjang.

Terhitung tanggal 9 hingga 22 November 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi DKI akan diberlakukan lagi. Meski mencatat penurunan signifikan dari kasus aktif sebesar 55,5% selama 14 hari terakhir, Pemprov DKI memutuskan tetap memperpanjang PSBB Transisi. Tingkat kesembuhan pun memperlihatkan tren perbaikan, sementara angka kematian juga cenderung stabil pada 24 Oktober dan 7 November. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mencatat penurunan persentase keterpakaian tempat tidur isolasi harian (ruang rawat inap) maupun ruang ICU di 98 RS Rujukan COVID-19 di DKI Jakarta. (Liputan6)

Vaksin COVID-19 dijamin aman dan lolos uji klinis sebelum diedarkan.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional memastikan bahwa vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat adalah aman dan telah lolos uji klinis. Hail ini diungkapkan sebagai tanggapan kesimpangsiuran pemberitaan seputar vaksin. Hingga saat ini, proses uji klinis dan evaluasi vaksin terus dilakukan untuk memastikan keamanan kandidat vaksin. Oleh karenanya, masyarakat diharap tidak resah dan khawatir. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Rekor di India, dan warga Australia perbolehkan bepergian.

India melaporkan ada 8,51 juta kasus coronavirus kemarin, yang membuatnya berada di posisi kedua negara dengan kasus terbanyak di dunia (nomor satu Amerika Serikat). Sementara itu warga Australia diperbolehkan bepergian dengan bebas ke area lain di negara bagian Victoria setelah lebih dari seminggu tidak ada kasus baru. Akan tetapi pembatasan tetap diberlakukan: bekerja dari rumah jika mungkin, dan protokol kesehatan diberlakukan di kafe, pub, restoran.

Dari Prancis dilaporkan terdapat 86.852 kasus baru pada hari Sabtu lalu, tiga hari berturut-turut mencetak rekor. Prancis juga mengabarkan terjadi peningkatkan jumlah pasien di unit intensif, dengan 87,2% kapasitas penuh diisi pasien. Di Jerman, unjuk rasa menentang restriksi di Leipzig diwarnai kekerasan dengan terjadinya penyerangan terhadap polisi dan jurnalis. Jerman sendiri memasuki minggu kedua “lockdown ringan”, dan melaporkan terjadi peningkatan kasus baru dalam 24 jam terakhir, yakni 26.615 kasus. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 49.968.373, dengan 1.252.427 kematian, dan 32.866.906 sembuh. (Bloomberg)

Aung San Suu Kyi diperkirakan menang.

Pemimpin Liga Nasional Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi, diprediksi akan menang dan menjadi State Counsellor untuk masa jabatan kedua. Lebih dari 37 juta warga mendaftarkan diri untuk mengambil suara. Namun pandemi diperkirakan akan membuat jumlah peserta yang muncul akan turun pada pemilu yang diselenggarakan kemarin. Komite penyelenggara pemilu memastikan pemilu akan berlangsung bebas dan adil. Akan tetapi lebih dari satu juta orang diprediksi tidak akan bisa memberikan suara setelah sejumlah tempat pemilihan ditutup karena terjadi kenaikan kasus COVID-19. Penerima Nobel Suu Kyi (75 tahun) yang dikenal dengan “Ibu Suu” tetap sangat populer di Myanmar. Meski antusiasme melemah terutama di area-area yang dihuni penduduk minoritas, yang merasa termarjinalkan oleh pemerintah pusat yang cenderung didominasi oleh Budha Bamar. (Reuters)

Kamus Oxford University Press revisi definisi “wanita”.

Menurut definisi baru kamus tersebut seorang wanita bisa diartikan “istri dari seseorang, teman perempuan, atau kekasih perempuan”, bukan hanya kekasih seorang laki-laki. Definisi kata “pria” juga berubah yang disesuaikan dengan terminologi gender netral. Selain itu, istilah lain juga mengalami revisi, dengan beberapa istilah diidentifikasikan sebagai istilah yang “merendahkan”, “ofensif” atau “ketinggaan jaman”, yakni seperti istilah “bitch” dan “bint“. Kedua kata ini didaftarkan sebagai sinonim dari kata perempuan. Pembaharuan ini merupakan respons dari sebuah petisi yang diadakan tahun lalu yang mengkritisi penyertaan “bitch“, “bint“, “wench” dan kata-kata ofensif lainnya, yang dijadikan sinonim dari kata perempuan. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 9 November 2020, pastikan mengetahui menu kentang seperti apa yang tepat untuk membantu mengurangi berat badan.