5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 9 Maret 2020

Morning Briefing 9 Maret 2020
Foto: www.canva.com

Hello, apa kabar? Bagaimana dengan akhir pekanmu? Semoga kamu mendapatkan istirahat yang cukup dan siap mengarungi Senin. Apa pun yang kamu lakukan hari ini, seperti biasa: jaga kesehatan, cuci tangan yang teratur (memakai sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer), dan tinggal di rumah jika sakit. Anyway, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 9 Maret 2020.

Pemerintah belum membahas adanya perubahan libur dan cuti bersama tahun 2020 akibat wabah virus Corona.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo yang juga mengatakan rapat yang akan membahas itu baru akan dilakukan pekan depan. Pernyataan ini merupakan tanggap dari surat edaran mengenai perubahan, baik berupa pergeseran maupun penambahan, libur dan cuti bersama 2020 di media sosial. Surat yang banyak beredar di medsos tersebut menyantumkan bahwa libur Isra Miraj berubah menjadi 23 Maret, plus cuti bersama 24 Maret 2020. Selain itu, libur Tahun Baru Islam digeser menjadi 21 Agustus 2020. Berikutnya libur Maulid Nabi Muhammad SAW digeser dari 29 Oktober menjadi 30 Oktober 2020. Terakhir, cuti bersama Idul Fitri ditetapkan pada 28-29 Mei 2020. Akan tetapi ini bukanlah surat edaran resmi pemerintah. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Pasien terduga terinfeksi coronavirus menjadi 23 orang.

Juru bicara penanganan virus korona Achmad Yurianto menyebut bahwa pasien suspect bertambah menjadi 23 orang, dari sebelumnya 11 orang. Dia mengatakan bahwa pasien diduga terinfeksi ini tersebar di sejumlah daerah dan masih dilakukan pemeriksaan intensif. Dia menerangkan bahwa pasien tersebut menunjukkan gejala klinis seperti sakit batuk serta demam meski tidak tinggi. Pasien tidak serta merta dinyatakan berstatus negatif, meski belum menunjukkan gejala ke arah positif. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Italia mengkarantina 16 juta orang seiring bertambah banyaknya orang yang terinfeksi coronavirus.

Perdana Menteri Giusseppe Conte menandatangani dekrit melarang pergerakan di dan ke luar Lombardy, kota kaya dan berpenduduk paling banyak. Pelarangan ini juga berlaku di bagian utara Italia, termasuk Emilia-Romagna, Piedmont, Veneto dan Marches. Ini artinya, hampir 16 juta orang mengalami karantina. Keputusan ini diambil setelah per kemarin (08/2), jumlah orang yang terkena virus ini mencapai 5.883, yang merupakan jumlah terbesar di luar Asia. Dekrit yang berlaku sampai 3 April ini mengharuskan orang-orang yang memperlihatkan gejala COVID-19 untuk tinggal di rumah. Jika lalai melaksanakan dekrit ini akan dikenakan penalti kriminal. Pemerintah juga melarang area resort dibuka dan meminta membatalkan acara pernikahan dan pemakaman. Baca berita lengkapnya The Times.

Dua orang keluarga kerajaan Arab Saudi ditahan oleh pihak otoritas negara tersebut.

Prince Ahmed bin Abdulaziz al Saud, saudara laki-laki Raja Salman, dan Prince Mohammed bin Nayef bin Abdulaziz al Saud (MBN), keponakan raja, ditangkap pada Jumat pagi karena dugaan kudeta. Pengadilan kerajaan menuduh kedua orang tersebut merencanakan kudeta untuk menggulingkan raja dan putera mahkota Mohammad Salman (MBS). Menurut sumber dari dalam, kedua figur penting tersebut terancam hukuman seumur hidup atau eksekusi. Dengan penangkapan ini, saingan putera mahkota berkurang karena sebelumnya, MBN merupakan kandidat pertama menjadi raja sampai 2017, ketika MBS dinaikkan menjadi putera mahkota. Baca berita lengkapnya di Wall Street Journal.

Hakim meminta Johnny Depp untuk menyerahkan rekaman suara dan dokumen perceraian.

Pada 23 Maret mendatang Johnny Depp akan berhadapan dengan News Group Newspapers di pengadilan berkaitan dengan sebuah artikel di The Sun pada 2018 yang menuduhnya sebagai “pemukul istri”.  Penerbit The Sun sendiri akan berusaha membuktikan bahwa aktor tersebut benar-benar melakukan kekerasan terhadap Amber Heard. Sebelum pengadilan berlangsung, Hakmi Justice Nicol memberikan Depp beberapa hari untuk menyertakan rekaman suara dan dokumen perceraian antara dirinya dan Heard, mantan istrinya. Sebagai informasi, bulan lalu sebuah rekaman percakapan antara Depp dan Heard sempat beredar yang memperdengarkan bahwa Heard-lah melakukan kekerasan di dalam hubungan mereka. Menurut pengacara Depp, masih banyak rekaman suara lagi yang akan diajukan ke pengadilan. Baca berita lengkapnya di Hollywood Reporter.

Usai membaca Morning Briefing 9 Maret 2020, jangan lupa mengetahui hal tentang bagaimana memperbaiki Botox yang “gagal” dari ahli ini.

podcast button