5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 9 Juni 2020

Morning Briefing 9 Juni 2020
Foto: www.unsplash.com

Hello! Untuk yang kemarin akhirnya bekerja dari kantor setelah tiga bulan di rumah, bagaimana kesanmu? Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan rajin, dan jaga kesehatan, ya. Sambil bersiap-siap kerja lagi, mari baca lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 9 Juni 2020.

Bali belum buka akses pariwisata dan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster yang memutuskan belum akan membuka akses pendidikan dan pariwisata dalam waktu dekat. Penyebabnya, karena angka penularan, terutama transmisi lokal, yang masih tinggi di semua kabupaten dan kota di Bali. Dirinya menyebutkan agar akses pendidikan dan pariwisata bisa dibuka, Bali harus benar-benar sehat. Dalam artian, tingkat kesembuhan tinggi dan jumlah positif menurun, serta kesadaran warga menjalani protokol kesehatan juga meningkat. Sampai saat ini, semua fasilitas pariwisata dan pendidikan ditutup, hanya rumah ibadat yang tetap dibuka (dengan pembatasan kapasitas). Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

PSBB Surabaya tidak dilanjutkan.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dihentikan. Keputusan ini disepakati oleh pemerintah kota tiga wilayah tersebut, setelah menggelar rapat evaluasi bersama pemerintah provinsi Jawa Timur. Selanjutnya akan diberlakukan masa transisi untuk menekan laju COVID-19, yang berlangsung selama 14 hari. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan faktor ekonomi merupakan salah satu pertimbangan pihaknya mengusulkan tak memperpanjang PSBB. Sebelumnya, tiga wilayah ini sudah melakukan PSBB sebanyak tiga tahap, dan berakhir pada 8 Juni 2020. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 global: Persediaan Remdesivir menipis dan New Zealand bebas corona.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan bahwa New Zealand berhasil mengeliminasi coronavirus untuk saat ini. Akibatnya, pertandingan rugby akan diselenggarakan di stadium lengkap dengan penonton akhir minggu ini. Syuting film sekuel “Avatar” pun mulai dilakukan kembali di sana. Sementara itu persediaan remdesivir, yang sebelumnya digunakan untuk mengobati Ebola dan ditemukan bisa membantu mengobati pasien, dikabarkan menipis di Amerika Serikat. Pihak setempat mengatakan bahwa persediaannya akan habis akhir bulan ini. Dari London dilaporkan tim pembuat vaksin dari Imperial College London telah mengembangkan vaksin RNA yang memerintahkan tubuh untuk memproduksi protein yang meningkatkan imunitas. Vaksin ini memasuki dalam fase pertama dan kedua uji coba pada 300 manusia. Sementara di sekolah di Afrika Selatan sudah mulai dibuka kemarin. Ini adalah bagian dari kelonggaran lockdown yang sudah diselenggarakan selama sebulan. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins Universitas, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 7.049.649, dengan 409.821 meninggal dan 3.159.326 sembuh. Baca berita lengkapnya di Telegraph.

China mobilisasi ribuan tentara dan kendaraan perang ke dekat India.

China mengatakan tentara dan perlengkapan bersenjata tersebut bisa dikerahkan dalam “hitungan jam” ke perbatasan India di Himalaya, di mana ketegangan semakin memanas. Potongan gambar pasukan tentara menaiki pesawat dan kereta api beredar pada Sabtu, di hari yang sama para jenderal dari China dan India mengadakan dialog di Moldo. Kedua negara ini berusaha mengurangi ketegangan yang terjadi sejak awal Mei, saat penjaga perbatasan baku hantam dan saling melemparkan batu di area Sungai Galwan. Ketegangan ini juga dipicu karena China menuduh India membangun fasilitas pertahanan secara ilegal di sepanjang perbatasan China. Sementara, India mengatakan tentara China memasuki teritori India. Baca berita lengkapnya di South Morning China Post.

Kali ini Twitter, Facebook, dan Instagram sepakat.

Ketiga media sosial tersebut mencabut sebuah video kampanye Donald Trump setelah menerima keluhan hak cipta. Video ini menghadirkan gambar-gambar George Floyd yang meninggal pada 25 Mei setelah seorang polisi menekan lehernya dengan lutut selama lebih dari delapan menit. Twitter membekukan video tersebut, sementara Facebook dan Instagram mencopot unggahan yang berhubungan dengan video tersebut. Trump menanggapi tindakan dengan mencuit “ilegal”, yang dibalas Twitter CEO Jack Doresey dengan, “tidak benar dan tidak ilegal. [Video tersebut] dicabut karena ada keluhan DMCA dari pemilik hak cipta.” Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: Usia membaca Morning Briefing 9 Juni 2020, pastikan kamu mengetahui apa yang sebaiknya dimakan saat lapar tengah malam agar berat badan tidak bertambah.


 

podcast button