5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 9 Juli 2020

Morning Briefing 9 Juli 2020
Foto: www.unsplash.com

Hai, kamu! Ingat selalu mantra ini jika sesuatu yang sulit terjadi hari ini: tarik nafas, keluarkan, dan ulangi. Selamat hari kamis dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 9 Juli 2020.

Rekor kasus positif tertinggi.

Kemarin (8/7) tercatat terdapat 1.853 kasus baru dan ini adalah jumlah kasus tertinggi dalam satu hari di Indonesia. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menjelaskan penambahan ini didapat dari pemeriksaan 22.183 spesimen. Sebagian besar kasus merupakan pasien yang minim gejala atau sering disebut juga orang tanpa gejala (OTG). Penambahan kasus yang banyaknya ini tidak serta-merta meningkatkan secara signifikan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit. Pasalnya, OTG ini akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri secara ketat. Penambahan ini juga penggambaran masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Baca berita lengkapnya di Detik.

Pemerintah percepat pembuatan aturan perdagangan karbon.

Menteri Energi dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa pemerintah menghabiskan tahun lalu untuk mempersiapkan sistem perdagangan emisi untuk pasar karbon domestik. Siti mengungkapkan bahwa pergerakan mempercepat pembuatan regulasi ini dilakukan setelah pemerintah menerima dana bantuan dari Norwegia sebesar US$56 juta. Ini adalah pembayaran pertama atas kesuksesan Indonesia mengurangi emisi di bawah skema kerjasama Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+). Indonesia berencana untuk mengurangi emisi secara independen sampai 29 persen sebelum 2030. Baca berita lengkapnya di The Jakarta Post.

Update COVID-19 global: kasus mencapai 3 juta di AS dan isi toko di Australia ludes.

Jumlah kasus di Amerika Serikat melebihi 3 juta, termasuk 60.000 peningkatan per hari. Peningkatan dramatis ini terjadi Florida, California, dan Texas. Meski begitu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa AS berada dalam “kondisi yang baik”. Dan, dari Australia dilaporkan barang jualan di berbagai toko laku terjual saat jutaan warga mempersiapkan diri menghadapi lockdown. Lima juta residen kota tersebut akan mengalami enam minggu lockdown mulai Rabu tengah malam kemarin. Sementara itu, para peneliti dari University College London (UCL) mengatakan COVID berpotensi merusak otak.

Dan Catalonia mewajibkan semua warga dan pengunjung memakai masker selama berada ruang publik. Catalonia menjadi wilayah pertama di Spanyol yang melakukan ini. Sementara dari Filipina diberitakan jumlah kasus coronavirus melebihi 50.000 dengan 2.539 kasus baru dalam satu hari kemarin. Dan dari Afrika dilaporkan, kasus di sana melebihi setengah juta setelah Afrika Selatan menjadi global hotspot. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 11.892.382, dengan 545.398 meninggal, dan 6.488.079 sembuh. Baca berita lengkapnya di Telegraph.

Sri Lanka dan Maldives bebas campak dan rubela.

Organisasi Ksehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kedua negara tersebut merupakan yang pertama di kawasan Asia Tenggara yang sudah mengeliminasi baik campak dan rubela sebelum tahun targetnya, 2023. WHO mengatakan bahwa kesuksesan ini menandakan pentingnya kerjasama dalam menghadapi penyakit. Sebagai informasi, sebuah negara dianggap sudah bebas dari campak dan rubela ketika tidak ada bukti transmisi endemik virus selama lebih dari tiga tahun dan ada sistem pemantauan yang baik. September lalu, sebelas negara anggota WHO di wilayah Asia Tenggara menargetkan untuk mengeliminasi dua penyakit ini per 2023. Negara-negara ini adalah Bangladesh, Bhutan, East Timor, India, Indonesia, Maldives, Myanmar, North Korea, Nepal, Sri Lanka dan Thailand. Baca berita lengkapnya di abc News.

Tidak ada charger di kotak Samsung tahun depan.

Samsung mempertimbangkan untuk tidak menyertakan charger di dalam kotak smartphones miliknya mulai 2021. Hal ini disebabkan banyak orang yang sudah memiliki charger dan ini bisa mengurangi ongkos produksi. Langkah ini sebuah gebrakan besar, tapi Apple juga dilaporkan akan melakukan hal yang sama tahun ini. Tidak menyertakan charger dalam kemasan diperkirakan bisa mengurangi sampah charger yang tidak terpakai dan terbuang karena biasanya pengguna smartphones memiliki lebih dari satu. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 9 Juli 2020, pastikan kamu tahu apa sebenarnya fungsi dari pubic hair.

error: Konten dilindungi !!