5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 8 September 2020

Morning Briefing 8 September
Foto: www.unsplash.com

Hola! Seperti biasa: tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak saat di ruang publik dan cuci tangan dengan benar. Semoga harimu menyenangkan, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum Morning Briefing 8 September 2020.

BPJS Ketenagakerjaan tetap kenakan denda.

Meski pemerintah meringankan pembayaran iuran dan kolanggaran batas waktu bayar, BPJS Ketenagakerjaan masih tetap kenakan denda kepada pemberi kerja yang terlambat membayar. Pasal 23 ayat 1 PP Nomor 49 Tahun 2020 memaparkan keterlambatan pembayaran iuran melebihi batas waktu dikenakan denda sebesar 0,5 persen per bulan keterlambatan. Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengizinkan pemberi kerja atau perusahaan menunda pembayaran BPJS. Penundaan pembayaran sebagian iuran itu diberikan kepada pemberi kerja dan pekerja dengan skala usaha menengah dan besar yang memenuhi persyaratan. (CNN Indonesia)

Penerimaan negara hingga Agustus 2020 capai Rp1.028,02 triliun.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan negara hingga Agustus 2020 sudah mencapai Rp1.028,02 triliun atau 60,52 persen dari perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp1.699,9 triliun. Realisasi ini lebih rendah dari periode sama di tahun yang lalu, yakni mencapai Rp1.189,3 triliun atau 54,9 persen dari target dalam APBN 2019 sebesar Rp2.165,1 triliun. Realisasi penerimaan negara Rp1.028,02 triliun itu terdiri atas penerimaan perpajakan Rp795,95 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp232,07 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 sebesar 0 persen hingga -2 persen. Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan resesi bukanlah sesuatu yang buruk. (Liputan6)

Update COVID-19: India dengan kasus kedua terbanyak di dunia, dan vaksin gratis di Australia.

india menjadi negara kedua dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Kemarin, India melaporkan 90.802 kasus baru, memecah rekor dari jumlah kasus di hari sebelumnya. Secara total, ada lebih dari 4,2 juta kasus di sana, sementara Brasil berada di peringkat ketiga dengan lebih dari 4,1 juta kasus. Sementara itu dari Australia diberitakan bahwa negara tersebut akan membeli 85 juta dosis dari dua potensial vaksin jika uji coba berhasil. Satu vaksin diproduksi oleh Universitas Oxford bersama AstraZeneca, sementara satu lagi dibuat oleh Universitas Queensland dan CSL. Vaksin ini akan disediakan secara gratis kepada 25 juta warga Australia, tapi pemakaian vaksin ini tidak wajib.

Sementara itu dari Myanmar dikabarkan bahwa Daw Aung San Suu Kyi membatalkan penampilan pertamanya di depan publik karena penyebaran virus. Penampilan publiknya ini berkaitan dengan pencalonannya lagi sebagai anggota parlemen di distriknya, Yangon. Dan dari Inggris diberitakan terjadi peningkatan kasus baru yang signifikan, yang membuat pejabat pemerintah harus mempertimbangkan kembali rencana membuka negara. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 27.164.557, dengan 889.627 kematian, dan 18.157.076 kesembuhan. (New York Times)

Hakim batalkan hukuman mati untuk pembunuh Jamal Khashoggi.

Dalam sebuah keputusan final, sebuah pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman penjara antara tujuh hingga 20 tahun kepada delapan orang yang didakwa membunuh Jamal Khashoggi. Sebelumnya, delapan orang ini dituntut hukuman mati pada Desember lalu. Lima terdakwa dijatuhi hukuman penjara 20 tahun dan tiga lainnya tujuh hingga 10 tahun. Pada di Mei lalu, anak Khashoggi menyatakan bahwa keluarganya sudah “memaafkan” para pembunuh tersebut. Pernyataan tersebut dianggap sebuah “parodi keadilan” oleh seorang ahli PBB. Seperti yang diberitakan, Khashoggi (59) dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong menjadi 15 bagian di konsulat Arab Saudi di Instanbul pada Oktober 2018. Potongan tubuhnya itu belum ditemukan hingga sekarang. (The Guardian)

Tagar #BoycottMulan di beberapa negara Asia.

Gelombang kampanye di media sosial yang mendorong pecinta film untuk tidak menonton Mulan terlihat di sejumlah negara di Asia selama akhir pekan. Aktivis pro-demokrasi di beberapa negara, termasuk Hong Kong, Taiwan dan Thailand ini, mengusung tagar #BoycottMulan karena komentar aktris utamanya, Lie Yifei. Musim panas lalu, aktris berdarah China-Amerika ini membagikan sebuah foto di Weibo dengan tulisan: “Saya mendukung polisi Hong Kong, silakan pukuli saya sekarang.” Salah satu tokoh yang mendukung gerakan boikot ini adalah pemimpin aktivis Hong Kong, Joshua Wong, yang menuliskan cuitan, “… setiap orang yang percaya HAM untuk #BoycottMulan.” Mulan, yang menelan biaya produksi sebesar $200 juta, dirilis secara eksklusif di Disney+ di Amerika Serikat akhir pekan kemarin. Dan dijadwalkan rilis di bioskop di berbagai pasar Asia pada Jumat ini. (The Hollywood Reporter)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 8 September 2020, jangan lupa mengetahui apa saja yang termasuk dalam kategori makanan rendah kalori.

podcast button