5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 8 Mei 2020

Morning Briefing 8 Mei 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi, TGIF! Yap, selamat berakhir pekan, semoga puasa kamu lancar dan tetap jaga kesehatan, ya. Selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 8 Mei 2020.

Indonesia meminta klarifikasi kepada Tiongkok.

Kepada Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qiao, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta klarifikasi dugaan perbudakan ABK WNI di kapal berbendera Tiongkok. Ada beberapa hal yang disampaikan Retno, di antaranya meminta informasi valid tentang jenazah ABK WNI dan meminta pemerintah Tiongkok membantu pemenuhan tanggung jawab perusahaan atas hak para ABK WNI. Termasuk pembayaran gaji yang belum dibayar dan kondisi kerja yang aman. Dubes Xiao juga menyampaikan simpati mendalam atas kematian para ABK WNI dan memastikan perusahaan tersebut akan bertanggung jawab. Sebelumnya, Retno membenarkan ada tiga ABK WNI yang jenazahnya dilarungkan. Dua jasad ABK WNI dilarungkan di perairan Samudra Pasifik pada Desember 2019, dan seorang lainnya pada 30 Maret 2020 karena sakit. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Menkominfo-Tokopedia digugat ke Pengadilan Negeri.

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyatakan telah mengajukan gugatan hukum terhadap Menkominfo dan Tokopedia. Pasalnya, karena gagal melindungi puluhan juta data pribadi pemilik akun yang telah dicuri dan dijual di pasar gelap. Ketua KKI David Tobing menerangkan bahwa dalam sistem peraturan perundang-undangan di Indonesia, data pribadi didefinisikan sebagai data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya. Menurutnya lagi, KKI menggugat Tokopedia karena tidak pernah memberitahu dalam bentuk apa pun terkait rincian data yang telah dicuri dan telah dikuasai oleh pihak ketiga. Sebelumnya, 91 juta akun pembeli dan 7 juta akun pedagang di Tokopedia diretas dan dijual di dark web. Semua dijual dengan harga US$5.000 atau sekitar Rp74 juta. Bahkan ada 14.999.896 akun Tokopedia yang datanya saat ini bisa diunduh. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 global: Singapura melaporkan 741 kasus baru dan Jepang menggunakan remdesivir untuk mengatasi virus ini.

Dengan 741 kasus baru, Singapura memiliki total 20.939 kasus dengan 20 orang meninggal. Sebagian besar kasus baru berasal dari pekerja migran yang tinggal di asmara. Sementara Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang akan menyetujui menggunakan obat antiviral remdesivir untuk mengatasi coronavirus. Abe tidak menerangkan lebih lanjut apakah obat tersebut digunakan untuk kondisi darurat atau umum. Sementara itu, WHO mempertimbangkan untuk melakukan misi baru dalam rangka mencari tahu sumber coronavirus di China. Hal ini diadakan untuk meredam kontraversi tentang asal mula pandemik yang sudah membunuh jutaan orang ini. Dan China melaporkan dua kasus baru untuk 6 Mei, angka yang tidak berubah dari hari sebelumnya. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 3.778.179, dengan 264.406 meninggal dan 1.253.536 sembuh. Baca berita lengkapnya di South China Morning Post.

Kebocoran gas di India membuat ratusan orang dirawat di rumah sakit.

Setidaknya 11 orang meninggal akibat kebocoran gas di sebuah pabrik yang memproduksi barang-barang polystyrene. Kebocoran gas dari pabrik milik Korea Selatan ini membuat ratusan orang sakit dan warga sekitar harus dievakuasi. Peristiwa ini terjadi 14 kilometer dari Visakhapatnam, di kota Andhra Pradesh, di sebuah pabrik yang dioperasikan oleh LG Polymers, pembuat petrokimia milik Korea Selatan, LG Chem Ltd. Pejabat setempat mengatakan bahwa gas berasal dari styrene, bahan mentah utama pabrik tersebut, bocor di waktu subuh, ketika warga sedang tidur. Dalam pernyataan resminya, LG Chem mengatakan bahwa gas tersebut bisa menyebabkan pusing dan mual. Sebagai informasi, pabrik ini dibuka kembali setelah india melonggarkan karantina COVID-19. Baca berita lengkapnya Reuters.

Tinder meluncurkan fitur video chat.

Rencananya, fitur ini akan bisa dipakai pada akhir Juni untuk memampukan penggunanya melakukan kencan virtual di masa pandemik. Match Group, perusahan yang memiliki Tinder, mengatakan bahwa fitur ini diluncurkan saat semakin banyak orang menggunakan aplikasi ini periode wabah ini. Pemakaian Tinder meningkat di kuartal pertama dan menaikkan penghasilan lebih dari $544 juta. Dibandingkan dengan aplikasi kencan lain, Tinder terbilang terlambat memberikan opsi virtual ini. Merek lainnya seperti Hinge meluncurkan fitur “Date from Home” di April, dan Plenty of Fish mengeluarkan fitur live streaming pada Maret. Baca berita lengkapnya di Business insider.

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 8 Mei 2020, ini informasi tentang kapan saat yang paling tepat mencari pasangan di Tinder.

podcast button