5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 8 Januari 2021

Morning Briefing 8 Januari
Foto: www.pexels.com
Terakhir diperbarui:

T.G.I.F! Tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar dan teratur. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 8 Januari 2021.

Jokowi dan tiga kelompok yang akan divaksin di hari pertama.

Presiden Joko Widodo dan tiga kelompok akan menerima vaksin COVID-19 pada hari pertama. Ketiga kelompok adalah pejabat publik pusat dan daerah, pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan, serta tokoh agama di daerah. Pembersian vaksin kepada presiden pada 13 Januari 2021 tersebut akan disiarkan secara langsung untuk mendorong daerah melakukan vaksin. Vaksinasi dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan ermergency use authorization (EUA). (Liputan6)

8 Persen kasus COVID-19 dari anak usia sekolah.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengatakan data memperlihatkan anak usia sekolah menyumbang sebanyak 8,87 persen atau setara 70 ribu kasus warga positif terinfeksi coronavirus di Indonesia. Terdapat lima kelompok usia, yakni usia 0-2 tahun untuk kategori setara PAUD. Lalu 3-6 tahun setara TK, 7-12 tahun setara SD, 13-15 tahun setara SMP, dan 16-18 tahun setara SMA. itulah sebabnya Satgas menyarankan agar pemerintah daerah tak segera membuka sekolah tatap muka bila kasus harian COVID-19 di daerah masing-masing masih tinggi. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: vaksin, dan lonjakan kasus.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mendeklarasikan status gawat darurat di Tokyo dan area sekitarnya dalam rangka mencoba meredam angka infeksi yang mencetak rekor harian terbaru. Sementara itu, China melarang semua kendaraan dan orang meninggalkan kota Shijiazhuang ke selatan Beijing setelah muncul 200 kasus infeksi. Sebanyak lebih dari 10 juta orang sudah dites untuk virus ini.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 7 Agustus 2020

WHO mendesak negara-negara Eropa untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat karena pertambahan kasus yang sangat cepat. Sementara itu vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd. memperlihatkan efikasi 78% terhadap virus ini di uji klinis terakhir di Brasil. Strain virus terbaru yang ditemukan di Afrika Selatan dikatakan lebih mudah tertular dan menyebabkan infeksi gelombang kedua. Sementara itu setengah dari warga FIlipina enggan menerima vaksin COVID-19, karena isu keamanan. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 87.384.218, dengan 1.886.921 kematian, dan 48.897.533 sembuh. (Bloomberg)

Aktivis Thailand memenuhi panggilan polisi.

Setidaknya 39 orang aktivis di Thailand memenuhi panggilan polisi kemarin atas keluhan yang membuat mereka bisa dipenjara hingga 15 tahun karena menghina raja Thailand. Para pemrotes tersebut telah dikenai pasal “lese majeste“, hukum yang belum pernah dipakai sejak akhir 2018. Hal ini bertepatan dengan demonstran pro-demokrasi menambah permintaan mereka, dari meminta pemerintah mengundurkan diri menjadi pengurangan kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn. (Reuters)

Ikan paus terjebak di jala di Jepang selama dua minggu.

Aktivis hak asasi hewan mendesak pelepasan seekor paus minke sesegera mungkin di Taiji yang sudah terjebak selama lebih dari dua minggu di jala. Media Jepang melaporkan usaha telah dilakukan untuk membebaskan ikan sepanjang lima meter tersebut. Namun karena gelombang dan ukurannya yang besar, nelayan mengalami kesulitan membantu ikan tersebut. Jika ikan paus tersebut mati, para nelayan akan bisa menjual dagingnya setelah sampel DNA-nya diambil. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 8 Januari 2021, jangan lupa mengecek makanan yang bisa mengurangi kolesterol yang tinggi.