5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 7 September 2020

Morning Briefing 7 September 2020
Foto: www.unsplash.com
Last updated:

Hello, kamu! Iya, kamu yang sedang bersiap-siap untuk bekerja. Pastikan selalu memakai masker (bersih) saat keluar rumah, jaga jarak saat di tempat publik, dan cuci tangan secara teratur dan benar. Selamat menikmati hari ini, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 7 September 2020.

DKI Jakarta akan tiadakan isolasi mandiri bagi pasien COVID-19.

Pemerintah DKI Jakarta berencana meniadakan isolasi mandiri khusus bagi pasien positif COVID-19 bergejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Nantinya, mereka yang termasuk dalam kelompok ini harus menjalani isolasi di tempat yang disediakan pemerintah, bukan di rumah masing-masing. Menurut Pemda DKI Jakarta tidak semua orang yang terinfeksi virus ini dapat mengisolasi diri dengan baik di rumah dan melakukannya dengan disiplin. Jajaran pemerintah DKI di tingkat kota tengah menyiapkan balai isolasi komunal untuk pasien bergejala ringan atau OTG. (Tempo)

Tenaga honorer bisa diangkat menjadi PNS di 2021.

Sekretaris Jenderal Kemenpan, RB Dwi Wahyu Atmaji, mengatakan ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi tenaga honorer yang ingin mendaftar CPNS, antara lain pendidikan minimum S1 dan usia maksimal 35 tahun. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menjelaskan formasi untuk penerimaan CPNS 2021 masih terbatas, termasuk guru, bidan, perawat, dokter, penyuluh pertanian, dan penyuluh KB. Dia menambahkan bahwa untuk guru, formasi yang dibutuhkan sekitar 1 juta. Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan guru honorer menjadi salah satu penerima subsidi gaji sebesar Rp 600.000 selama 4 bulan. Meski belum diketahui berapa jumlah pegawai atau guru honorer yang akan mendapatkan subsidi ini. (Liputan6)

Update COVID-19: Melbourne berlakukan lockdown ketat, dan demo menantang penggunaan masker di Italia.

Para demonstran memadati ibu kota Italia, Roma, untuk memprotes penggunaan masker untuk menghambat penyebaran coronavirus. Italia sendiri mencatat 276.338 kasus infeksi, dengan jumlah kematian sebanyak 35.534. Sementara itu, Melbourne memperpanjang lockdown ketat selama dua minggu hingga akhir September karena jumlah infeksi tidak menurun seperti yang diharapkan.

Dari Korea Selatan dilaporkan jumlah kasus positif tetap berada di bawah 200 dalam empat hari berturut-turut. Dari seluruh kasus baru, 152 adalah pasien lokal dan sebagian besar berasal dari area sekitar Seoul. Sementara dari India diberitakan terdapat lebih dari 90.000 kasus baru yang merupakan sebuah rekor kasus harian dunia. Dalam kurun 24 jam di hari Minggu, terdapat 90.632 kasus baru, dengan penambahan kematian sebanyak 1.065. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 adalah 26.924.131, dengan 880.482 kematian, dan 17.996.002 kesembuhan. (Aljazeera)

Aksi turun ke jalan memprotes penundaan pemilu di Hong Kong.

Akibat penundaan pemilihan anggota legislatif selama setahun (yang harusnya diselenggarakan pada 6 September kemarin), para demonstran turun ke jalan dan memprotes keputusan tersebut. Diberitakan hampir 300 orang ditangkap dan polisi menembakkan pepper balls ke arah demonstran di Hong Kong pada hari Minggu. Sejatinya, pemilu ini akan menjadi pemilihan resmi pertama sejak Beijing memberlakukan undang-undang keamanan yang baru pada akhir juni lalu. Pemerintah Hong Kong bersikeras tidak ada motif politik di balik penundaan tersebut, melainkan karena kasus coronavirus yang makin bertambah. (Reuters)

Uji coba: Instagram stories bisa dilihat langsung di Facebook.

Sebuah “limited test” sedang diakukan Facebook saat ini, yakni sejumlah pengguna bisa melihat Instagram stories melalui Facebook. Meski begitu perusahaan ini meyakinkan bahwa hanya Instagram follower pengguna yang sudah menghubungkan akun Facebook mereka yang bisa melihat stories ini. Bahkan ada pilihan, “orang-orang di Facebook yang tidak mengikutimu di Instagram tidak bisa melihat story.” juru bicara Facebook mengatakan bahwa fitur ini diberlakukan sesuai dengan aturan privasi yang sudah ada, dan pengguna Instagram bisa memilih agar stories mereka tidak terlihat di Facebook. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 7 September 2020, pastikan kamu mengetahui kapan pasangan layak diberikan kesempatan kedua.