5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 7 April 2020

Morning Briefing 7 April 2020
Foto: www.pinterest.com

Selamat pagi! Mari sama-sama saling menguatkan dan melakukan bagian masing-masing untuk mencegah penyebaran COVID-19. Cuci tanganmu, jaga kesehatan mental dan tubuh, dan tetap di rumah. Dan ini lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 7 April 2020.

Ada kemungkinan Tunjangan Hari Raya untuk PNS tidak dibayarkan tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah sepenuhnya mengalokasikan anggaran negara untuk penanggulangan COVID-19. Pasalnya, pendapatan negara diperkirakan turun hingga 10%. Itulah sebabnya, akan dilakukan penekanan dan penghematan belanja negara. Untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 PNS sendiri, Sri Mulyani mengatakan masih dalam proses pertimbangan apakah akan diberikan atau ada skema lain. Baca berita lengkapnya di CNBC indonesia.

Update COVID-19 di Indonesia: Sebanyak 2.491 kasus terkonfirmasi positif.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah kasus positif meningkat sebanyak 218 orang dari hari sebelumnya. Sementara itu, angka kematian juga mengalami peningkatan dari hari sebelumnya, menjadi 209 orang. Di sisi lain, angka pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan dari hari sebelumnya, yakni menjadi 192 atau bertambah 28 orang. Seluruh pasien ini tersebar di 32 provinsi dengan DKI Jakarta sebagai pusat penyebaran tertinggi (1.232 kasus), disusul oleh Jawa Barat (263 kasus), Jawa Timur (189 kasus), Banten (187 kasus) dan Jawa Tengah (132 kasus). Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Zoom mengakui sebagian sambungan telepon pengguna non-China diteruskan melalui China.

Hal tersebut disampaikan di dalam sebuah pernyataan, CEO Zoom Eric Yuan yang mengakui hal tersebut merupakan kesalahan yang tidak disengaja. Zoom mengatakan untuk mengakomodir kebutuhan konsumen yang semakin meningkat masa pandemik ini, mereka menambahkan kapasitas server yan berlokasi di China. Dalam proses tersebut, Zoom mengakui gagal mengimplementasikan geo-fencing secara maksimal. Hasilnya, sejumlah panggilan telepon yang dilakukan oleh pengguna di luar China terkoneksi dengan sistem di China. Seharusnya, hal ini tidak boleh terjadi. Hal ini mengkhawatirkan karena berkaitan dengan isu privasi. Sebagai informasi, China tidak memberlakukan hukum privasi data dan bisa menuntut Zoom untuk mendekripsi konten dari panggilan yang dienkripsi. Baca berita lengkapnya di Business Insider.

Update COVID-19 global: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson masuk ke rumah sakit dan Jepang mendeklarasikan status gawat darurat.

Gubernur New York Andrew M. Cuomo mengatakan kemarin ada lebih dari 599 meninggal akibat COVID-19 sehingga total korban meninggal 4.758. Sementara itu, Persekutuan Bangsa-Bangsa mengatakan tingkat kekerasan rumah tangga meningkat akibat karantina yang diterapkan. Contohnya, di Lebanon, Malaysia dan China, panggilan ke nomor bantuan kekerasan rumah tangga meningkat selama periode ini. Dari Eropa, angka kasus terinfeksi meningkat di Spanyol dan Italia tapi dengan kecepatan yang lebih lambat. Sementara itu, seekor harimau di kebun binatang Bronx ditemukan terinfeksi COVID-19 yang disebut sebagai “transmisi-manusia-ke-kucing” pertama yang pernah terjadi. Sampai kemarin, terdapat 1.292.564 kasus di seluruh dunia, dengan 70.798 orang meninggal dan 271.013 sembuh. Baca berita lengkapnya di New York Times.

Wabah kedua terbesar Ebola sepertinya akan selesai.

Pasalnya, sejak 17 Februari tidak ada kasus baru tercatat di Republik Demokrasi Congo. Dan jika situasi ini tidak berubah, maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana untuk mendeklarasikan akhir dari wabah Ebola pada 12 April. Sebagai informasi, Congo melaporkan kasus Ebola pertama (dikenal dengan nama wabah Kivu) pada Agustus 2018. Sejauh ini, wabah tersebut membuat 3.452 orang terinfeksi dan 2.273 meninggal. Sama halnya dengan COVID-19, Ebola merupakan zoonotic virus, yang artinya bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Akan tetapi, Ebola menyerang berbagai organ dan menyebabkan pendarahan parah. Selain itu, orang yang menularkan Ebola melakukannya setelah memperlihatkan gejala-gejala tertentu, sementara COVID-19 bisa ditularkan saat pembawa virus dalam keadaan sehat. Baca berita lengkapnya di National Geographic.

Selanjutnya: setelah membaca Morning Briefing 7 April 2020, pastikan kamu mengetahui panduan membicarakan social distancing kepada anak.