5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 7 Agustus 2020

Morning Briefing 7 Agustus 2020
Foto: www.unsplash.com

Sebelum dan sesudahnya, semoga kamu senang karena hari ini Jumat! Selamat berakhir pekan, tetap pakai masker dan jaga jarak saat di tempat publik. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 7 Agustus 2020.

Pemerintah siapkan skema pinjaman rumah tangga tanpa bunga.

Skema pinjaman untuk rumah tangga tanpa bunga ini merupakan bagian dari perluasan dan tambahan bantuan sosial (bansos) untuk program perlindungan sosial bagi masyarakat. Pinjaman tanpa bunga ini akan mempermudah rumah tangga mendapat dana murah. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pemberian bansos kepada pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta. Ada Rp31,2 triliun dana yang disiapkan pemerintah untuk 13 juta pekerja sebagai supaya meningkatkan daya beli. Dan juga akan diberikan bansos produktif kepada 12 juta pelaku usaha mikro (UMK). Rencananya setiap pelaku usaha mikro ini akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp2,4 juta dengan total anggaran Rp28 triliun. (Medcom)

DKI tutup 31 perusahaan saat PSBB masa transisi.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta telah melakukan sidak terkait protokol kesehatan COVID-19 di 3.177 perusahaan. Dan dari jumlah tersebut terdapat 389 perusahaan yang mendapatkan peringatan pertama, 101 peringatan kedua dan 31 ditutup sementara. Dari yang tutup sementara, 24 di antaranya ditutup sementara karena ditemukan karyawan terpapar COVID-19 saat PSBB Transisi. Sedangkan tujuh perusahaan sisanya sempat ditutup sementara karena tidak patuh dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Dan sejauh ini, pihak Satpol PP DKI telah berhasil mengumpulkan sanksi denda terhadap pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebesar Rp 2,47 milliar. (Liputan6)

Update COVID-19 global: Kasus harian di Prancis dan Jerman meningkat dan kasus pertama di Korea Utara.

Baik Jerman dan Prancis sama-sama memiliki catatan kasus harian baru lebih tinggi minggu ini dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring peningkatan juga terlihat di negara Eropa Barat lain, seperti Spanyol dan Belgia. Meski, kenaikan ini masih kecil jika dibandingkan dengan yang terjadi di Amerika Serikat.

Sementara itu, dari Korea Utara dilaporkan bahwa belum ada kesimpulan pasti apakah orang pertama yang diduga terinfeksi benar-benar positif. Namun karena satu orang yang dikatakan sebagai pembelot ini, menyebabkan 3600 orang dikarantina. Dan dari Inggris dikabarkan pemerintah negara itu tidak akan menggunakan 50 juta masker pelindung wajah yang baru dibeli karena khawatir aspek keamanannya. Ditemukan bahwa masker tersebut tidak menutupi bagian wajah dengan cukup ketat. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 18.860.908, dengan 708.676 kematian, dan 11.394.821 kesembuhan. (The New York Times)

Perdebatan gaun merah di Korea Selatan memanas.

Ryu Ho-jeong (28 tahun), anggota parlemen nasional Korea Selatan, datang ke ruang parlemen dengan memakai gaun merah awal minggu ini. Kejadian tersebut memicu kritik dan pujian dari berbagai kalangan. Dikritik karena gaun tersebut sangat berbeda dengan jas gelap dan dasi yang dipakai oleh anggota parlemen laki-laki dan dianggap seperti gaun ke pesta. Dipuji karena mengkonfrontasi sikap ketinggalan jaman dan misoginis yang masih kental di masyarakat Korea. Hal ini senada dengan kampanye “escape the corset” di Korea Selatan yang menantang standar kecantikan yang membuat perempuan menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdandan, dan menjalani operasi plastik. (The Guardian)

Semua pengguna Twitter bisa batasi pembalas cuitannya.

Fitur ini sebenarnya sudah diujicobakan sejak Mei, tapi mulai hari ini semua pengguna Twitter yang memakai iOS bisa memilih siapa yang membalas cuitan mereka. Untuk menggunakan fitur ini, para pemakai Twitter hanya perlu mengetuk sebuah kotak di atas papan ketik. Ada tiga pilihan kotak tersebut: semua orang bisa membalas, hanya orang yang mereka ikuti yang bisa membalas, dan hanya orang yang mereka sebut yang bisa membalas. Memilih satu opsi tidak akan menjadikan pilihan itu sebagai default untuk cuitan selanjutnya. Belum ada kejelasan apakah fitur ini juga sudah tersedia untuk semua pemakai Twitter Android, atau versi situs. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca menikmati Morning Briefing 7 Agustus 2020, jangan lupa mengecek apa sih, sebenarnya fungsi toner dan perlukah kamu memakainya.

podcast button