5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 6 November 2020

Morning Briefing 6 November
Foto: www.canva.com

TGIF! Tetap pakai masker bersihmu saat keluar rumah (termasuk di akhir pekan), jaga jarak di ruang publik, dan cuci tangan dengan benar dan rajin. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 6 November 2020.

Gunung Merapi status siaga.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan status darurat siaga bencana erupsi Gunung Merapi menyusul peningkatan status aktivitas gunung. Pihak otoritas setempat sudah menyiapkan barak pengungsian untuk mengantisipasi peningkatan status siaga gunung tersebut. Tempat-tempat wisata di lereng Gunung Merapi yang berada pada jarak kurang dari 5 kilometer dari puncaknya juga sudah ditutup. Sebelumnya, BPPTKG Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari level II (waspada) ke level III (Siaga) pada Kamis (5/11) siang. (CNN Indonesia)

Angka pengangguran Indonesia tertinggi tahun ini.

Badan Pusat Statistik mengumumkan bahwa angka pengangguran terbuka Indonesia mencapai level tertinggi sejak 2011. Pandemi COVID-19 menyebabkan 2,67 juta orang kehilangan pekerjaan. Sejak Agustus, angka pengangguran bertambah 7,07%, atau meningkat 1,84% dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya. Totalnya, sebanyak 9,77 juta orang menganggur di bulan Agustus, meningkat hingga 37,61% dibandingkan bulan di tahun sebelumnya. Sebagai informasi, Indonesia resmi memasuki resesi pertama sejak 1998 setelah terjadi kontraksi di kuartal ketiga. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: vaksin sudah siap, dan rekor kasus baru di Eropa.

Pengembang vaskin dari AstraZeneca Plc akan mengumumkan hasil tes vaksinnya akhir tahun ini dan akan mulai menyediakan ratusan juta dosis tak lama setelahnya jika mendapat izin dari pemerintah setempat. Untuk saat ini Astra membekukan vaksin untuk memaksimalkan masa berlakunya sambil menunggu hasil akhir dan ijin dari regulator. Sementara dari India dilaporkan terdapat 50.210 kasus baru kemarin, untuk pertama kalinya melebihi 50 ribu dalam 10 hari terakhir.

Sementara itu, rekor kasus harian terjadi di berbagai negara di Eropa, mulai dari Austria, Romania, Yunani, Jerman, Republik Czech, Polandia. Pada saat yang bersamaan, Komisi Uni Eropa melaporkan bahwa ekonomi di wilayah tersebut akan tumbuh 4,2% di 2021, lebih kecil dibandingkan prediksi sebelumnya. Dan diperkirakan dengan adanya lockdown di berbagai tempat akan mendorong negara-negara dengan ekonomi besar memasuki masa resesi. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 48.280.133, dengan 1.227.891 kematian, dan 32.013.696 sembuh. (Bloomberg)

Korea Utara berlakukan aturan dilarang merokok di tempat umum.

Hal tersebut diberitakan oleh media pemerintah KCNA, kemarin. Aturan melarang merokok ini ditujukan untuk melindungi hidup dan kesehatan warga Korea Utara. Dalam aturan baru ini, warga dilarang merokok di tempat publik, seperti pusat pendidikan dan politik, teater, bioskop dan fasilitas medis. Menurut data WHO, negara ini memiliki angka perokok yang tinggi, dengan 43,9% populasi laki-laki adalah perokok. Salah satunya, pemimpinnya, Kim Jong Un, yang sering kali terlihat merokok saat difoto. (Reuters)

WhatsApp luncurkan opsi penghapusan pesan baru.

Fitur baru ini akan mengizinkan pengguna untuk mengaktifkan penghapus pesan otomatis setelah tujuh hari percakapan. Fitur ini bisa diaktifkan siapapun di obrolan individu, dan administrator pada obrolan grup. Tidak hanya obrolan, foto dan video juga akan dihapus setelah tujuh hari. Dan meski pesan akan hilang untuk kedua pihak, para pengguna masih bisa memfoto atau mengopi pesan sebelum dihapus secara otomatis. Pengguna bisa mengaktifkan fitur ini untuk setiap grup dan orang. Akan tetapi, pengaturan ini tidak akan menghapus pesan lama, melainkan hanya pesan baru ketika fitur ini diaktifkan. Fitur ini akan tersedia untuk semua pengguna bulan ini. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 6 November 2020, jangan lupa mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan saat cintamu bertepuk sebelah tangan.