5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 6 Januari 2021

Morning Briefing 6 Januari
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Pertengahan minggu nih, bagaimana dengan level energimu hari ini? Tetap semangat, tetap pakai masker, jaga jarak di tempat umum, dan eits... jangan lupa cuci tanganmu dengan teratur dan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 6 Januari 2021.

Alat pendeteksi tsunami di lautan Indonesia tidak ada.

Muhammad Ilyas, Direktur Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menyatakan saat ini tidak ada buoy tsunami yang terpasang di lautan Indonesia. Sejak akhir tahun 2019, seluruh alat pendeteksi tsunami yang pernah terpasang mengalami kerusakan dan hilang. BPPT sempat memasang lima unit buoy di sejumlah perairan Indonesia, yakni di Bali, selatan Malang, Cilacap, Selat Sunda, dan sekitar Gunung Anak Krakatau. Buoy di Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau sedang dalam perbaikan untuk dipasang kembali di lokasi yang sama tahun ini. BPPT akan kembali melakukan pemasangan buoy di sejumlah titik di Indonesia tahun ini. (CNN Indonesia)

Ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 menipis.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan ketersediaan tempat tidur untuk pasien virus ini, baik di ICU maupun ruang isolasi semakin meningkat. Wiku menekankan kondisi ini menjadi alarm bahwa Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat. Keterisian tempat tidur di ICU dan ruang isolasi di beberapa daerah sudah melebihi 70 persen per 2 Januari 2021, yakni DKI Jakarta, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Selain itu, jumlah dokter yang meninggal selama pandemi COVID-19 juga bertambah. (Liputan6)

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 13 April 2021

Update COVID-19 global: vaksin, dan lockdown.

Uni Eropa sedang bernegosiasi dengan Pfizer Inc. dan BioNTech untuk mendapatkan persediaan vaksin dua kali lebih banyak. Sementara itu lebih dari satu juta warga Rusia telah menerima vaksin dari Sputnik V. Sebanyak 100.000 dosis vaksin dikirim setiap hari ke klinik-klinik, dan sejauh ini tidak ada efek samping negatif, kata media di sana. Dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan tidak akan mengijinkan tim keamanannya diinvestigasi oleh kongres setelah mereka menggunakan vaksin tanpa otorisasi.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan lockdown ketiga di seluruh negara, menutup sekolah dan memerintahkan warga untuk tinggal di rumah, seiring semakin parahnya kondisi National Health Service. Lockdown gawat darurat total ini berlaku hingga 15 Februari 2021. Dan Tokyo melaporkan jumlah kasus kedua tertinggi, seiring dengan persiapan memasuki status gawat darurat di kota tersebut dan sekitarnya. Pejabat di Jerman juga sedang mempertimbangkan untuk menerapkan dan memperpanjang restriksi, sementara Italia sudah memperpanjang restriksi untuk mencegah peningkatan jumlah infeksi. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 85.783.178, dengan 1.855.872 kematian, dan 48.252.683 sembuh (Bloomberg)

Presiden Meksiko tawarkan suaka pada Julian Assange.

Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menawarkan suaka politik kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange, sebuah tindakan yang akan membuat geram Amerika Serikat yang sedang mengupayakan ekstradisi Assange. Assange menerima tawaran ini setelah Senin lalu seorang hakim Inggris menolak permintaan ekstradisi Amerika Serikat. Obrador mengatakan bahwa alasan tawarannya itu adalah karena Assange seorang jurnalis dan "layak mendapatkan kesempatan" sehingga patut mendapatkan proteksi. (Reuters)

Jack Ma tidak terlihat di publik selama dua bulan.

Di tengah bisnisnya yang sedang mendapatkan tekanan dari berbagai penjuru, Jack Ma tidak terlihat di depan publik sejak akhir Oktober. Ma bahkan absen dari episode final dari talent show yang diciptakannya di Afrika. Di acara tersebut, seorang juri lain menggantikan Ma selama syuting episode terakhir dari acara "Business Heroes". Saat ini, Ant Group miliknya sedang menghadapi banyak tekanan. Di Beijing, pemerintah China sedang menyelidiki dugaan monopoli. (CNN)

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 25 Mei 2021

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 6 Januari 2021, jangan lupa mengecek tentang cara mengatasi karang gigi.