5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 6 Februari 2020

Morning Briefing 6 Februari 2020
Foto: www.canva.com

Hello, semua! Kamu (iya, kamu) terlihat cantik pagi ini, apa karena memakai salah satu dari lima warna ini? Anyway, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita penting yang terangkum dalam Morning Briefing 6 Februari 2020.

Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2020 dikhawatirkan akan meleset dari target.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga mengatakan sejak awal tahun ini perekonomian RI sudah mengalami goncangan akibat coronavirus. Oleh karenanya, Airlangga enggan sembarangan mengeluarkan pernyataan terkait prediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2020. Akibat virus ini, perlambatan ekonomi dirasakan di berbagai lini, termasuk di industri pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan cukup drastis. Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah wisatawan, pemerintah berencana untuk menurunkan harga tiket pesawat. Baca berita lengkapnya di Detik.

Zenius, startup teknologi edukasi, berhasil mengumpulkan dana sebesar $20 juta.

Pengumpulan dana Seri A ini dipimpin oleh investor Northstar Group, dengan partisipasi dari Kinesys Group dan Beenext. Perusahaan tersebut juga mengumumkan penunjukkan Rohan Monga sebagai CEO baru. Sebelumnya, Monga adalah chief operating officer di Gojek. Sementara itu, Sabda PS, mantan CEO Zenius, sekarang bertindak sebagai chief education officer Zenius. Dana segar ini akan digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, mengembangkan teknologi dan memperluas servisnya di seluruh Indonesia. Baru-baru ini, startup tersebut merilis Zenius App, sebuah aplikasi daring belajar yang tersedia di Google Play dan App Store. Baca berita lengkapnya di Tech In Asia.

WHO menegaskan belum ada obat efektif untuk coronavirus baru.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia itu setelah ada laporan bahwa peneliti di Zhejiang University telah menemukan obat efektif untuk coronavirus. Usai mendengar kabar ini, harga minyak dunia naik. Akan tetapi, WHO menegaskan bahwa proses untuk menemukan obat atau vaksin atau virus ini dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Bahkan dengan kecanggihan teknologi sekarang, uji coba vaksin baru paling cepat bisa dilakukan pada Juni tahun ini. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Polisi di India akan menguji coba sistem lampu lalu lintas lebih lama berubah menjadi hijau di 10 lokasi baru.

Sistem untuk mengurangi polusi suara akibat klakson kendaraan ini sebelumnya sudah diujicobakan polisi Mumbai sejak November dan Desember lalu. Bahkan polisi menyebut kota ini sebagai “ibukota klakson dunia” karena kebisingan akibat klakson kendaraan. Di beberapa lampu lalu lintas terpasang alat yang bisa mendeteksi suara dan jika melebihi 85 desibel, lampu akan diatur ulang dan tetap menyala merah lebih lama. Polisi berharap konsep ini nantinya bisa dijadikan “sistem manajemen lalu lintas tetap.” FYI, TomTom Traffic Index, yang membuat daftar negara-negara berdasarkan tingkat kemacetannya, menempatkan Mumbai di peringkat ke-4 di seluruh dunia pada 2019. Baca berita lengkapnya di CNN.

Katy Perry ditunjuk sebagai British Asian Trust oleh Pangeran Charles.

Pada sebuah resepi dan makan malam di London pada Selasa kemarin, Pangeran Charles menunjuk penyanyi tersebut sebagai sekutunya dalam menentang adanya pekerja anak di India. Charles mengungkapkan alasannya menunjuk Perry karena kagum akan komitmennya terhadap isu kemanusiaan di seluruh dunia. Bersama dengan Children’s investment Fund Foundation (CIFF), British Asian Trust akan mengembangkan dana terbesar untuk anti-perdagangan manusia di Asia Tenggara. Baca berita lengkapnya Evening Standard.

Setelah membaca Morning Briefing 6 Februari 2020, jangan lupa sarapan hari ini, ya! Pasalnya, melewatkan sarapan bisa membuatmu mengalami ini.