5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 6 Agustus 2020

Morning Briefing 6 Agustus 2020
Foto: www.unsplash.com
Last updated:

Selamat pagi! #Faktasejarah: 75 tahun yang lalu, tepatnya 6 Agustus 1945, bom atom “Little Boy” dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, oleh Amerika Serikat. Sekitar 70.000 orang langsung meninggal, dan puluh ribuan orang meninggal beberapa tahun setelahnya akibat luka bakar dan racun radiasi. Dan Selasa kemarin terjadi sebuah ledakan di Beirut, Lebanon. Baca penyebabnya di Morning Briefing 6 Agustus 2020.

Inpres tentang sanksi pelanggar protokol kesehatan dikeluarkan.

Lewat Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disipilin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, Presiden Joko Widodo memerintahkan pemerintah daerah untuk menetapkan peraturan COVID-19. Inpres tersebut di antaranya mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Sanksi bisa berupa teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha. Presiden mengatakan bahwa sanksi harus ada karena masih banyak masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan. Bentuk sanksi ini diserahkan kepada gubernur dan pemimpin daerah masing-masing. (Kompas)

BPOM perkirakan vaksin COVID-19 beredar di Indonesia di Februari 2021.

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengatakan pihaknya memprediksi vaksin COVID-19 akan bisa diedarkan di Indonesia sekitar Februari 2021. Diperkirakan Bio Farma akan mengajukan izin edar atau conditional approval ke BPOM pada Januari, sehingga pada Februari 2021 kemungkinan bisa diluncurkan. Diketahui vaksin yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd dari China ini telah diimpor PT Bio Farma pada Juli lalu. Saat ini, vaksin tersebut akan diuji coba klinis tahap tiga pada 1.600 relawan yang dimulai pada pertengahan Agustus ini di Universitas Padjajaran, Jawa Barat. (CNN Indonesia)

Setidaknya 100 orang meninggal dan ribuan terluka karena ledakan di Beirut.

Pejabat resmi di sana mengatakan bahwa jumlah korban diperkirakan akan meningkat setelah ledakan di gudang pelabuhan di Beirut, Lebanon pada Selasa. Tim penyelamat Lebanon saat ini sedang menyusuri runtuhan gedung untuk mencari korban selamat setelah ledakan tersebut mengguncang Beirut. Presiden Michel Aoun mengatakan 2.750 ton amonium nitrat, digunakan sebagai bahan pupuk dan bom, yang disebutkan sudah disimpan di pelabuhan selama enam tahun adalah penyebab ledakan ini. Aoun mengatakan bahwa pemerintahannya akan “menginvestigasi dan membongkar” apa yang sebenarnya terjadi dan menghukum pihak yang bersalah secepat mungkin. (Reuters)

Update COVID-19 global: Puluhan ribu tenaga medis di Afrika Selatan terinfeksi dan gelombang ketiga Hong Kong.

Sebanyak 24.104 tenaga medis di Afrika Selatan telah terinfeksi coronavirus, dan 181 di antaranya meninggal sejak pandemik melanda negara tersebut pada Maret. Menurut catatan, negara ini merupakan negara yang memiliki kasus paling banyak di Afrika, yakni 521.318. Sementara itu Hong Kong melaporkan 85 kasus baru kemarin (5/8) seiring pemerintah berjuang mengendalikan gelombang ketiga wabah ini.

Dari Peru dikabarkan bahwa sejak lockdown, 309 wanita dewasa dan 606 anak perempuan dilaporkan hilang dan dikhawatirkan tewas. Sementara itu dari Filipina diberitakan terdapat 3.462 kasus baru dan 9 meninggal, kemarin. Jumlah ini berbeda tipis dengan kasus di Indonesia. Di Jepang dilaporkan produk cairan kumur terjual habis dari toko-toko, setelah gubernur Osaka mengatakan bahwa cairan tersebut bisa melawan coronavirus. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 18.579.615, dengan 701.544 kematian, dan 11.173.262 kesembuhan. (Aljazeera)

Mulan ditayangkan di Disney+.

Kabar mengejutkan datang dari Disney. “Mulan” diumumkan akan bisa ditonton oleh pelanggan Disney+ di Amerika Serikat dan sejumlah pasar lain dengan harga $29.99 pada 4 September. Keputusan ini merupakan sebuah pukulan bagi bioskop yang mengharapkan “Mulan” dan “Tenet” (film karya Christopher Nolan) sebagai film andalan saat sinema dibuka lagi. Selain di AS, Mulan akan tersedia untuk pengguna Disney+ di Kanada, New Zealand, Australia dan beberapa negara di Eropa Barat. Di negara lain, film terbaru dari Disney ini bisa disaksikan di bioskop. (The Hollywood Reporter)

Selanjutnya: Selesai menikmati Morning Briefing 6 Agustus 2020, pastikan kamu mengetahui apa yang penting diketahui tentang cinta beda.