5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini—5 September 2019

Foto: www.canva.com

5 hal yang harus kamu tahu hari ini.

  1. Draf revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK sudah dirampungkan oleh DPR. Revisi undang-undang tersebut akan dibahas dalam Rapat Paripurna DPR yang akan digelar hari ini. Sejumlah penggiat antikorupsi menolak keras revisi terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK ini karena dianggap melemahkan lembaga antirasuah. Baca berita lengkapnya di sini.
  2. Novelis Leila S Chudori meluncurkan sebuah podcast baru. Podcast berjudul ‘Coming Home with Leila Chudori‘ ini berisi obrolan dan informasi tentang dunia buku. Banyak nama besar akan menjadi tamu di podcast ini, termasuk Mira Lesmana dan Dian Sastrowardoyo. Baca berita lengkapnya di sini.
  3. Pemimpin Hong Kong akhirnya menarik rancangan undang-undang ekstradisi. Lewat sebuah pesan video yang disiarkan di televisi, Carrie Lam mengumumkan bahwa pemerintah secara resmi menarik RUU demi menenangkan permintaan publik. Akan tetapi, banyak pengunjuk rasa mengkritik dan merasa tidak puas dengan keputusan tersebut. Baca alasan dan berita lengkapnya di sini.
  4. Facebook meluncurkan fitur terbaru untuk memerangi penyebaran misinformasi anti-vaksinasi. Fitur berupa pop-up windows ini akan muncul secara otomatis di Facebook dan Instagram begitu seorang pengguna mencari konten yang berhubungan dengan vaksin. Jika pengguna berada di Amerika Serikat, pop-up window akan menghubungkannya dengan US Centers for Disease Control and Preventation untuk informasi yang lebih kredibel. Sementara jika pengguna berada di luar USA, akan dihubungkan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Baca berita lengkapnya di sini.
  5. Disney+ dan Apple TV+ berencana untuk tidak menganut sistem “binge-watching“. Berbeda dengan Netflix yang memampukan kamu untuk binge-watching tiga atau bukan seluruh episode dari satu musim sebuah serial, Disney dan Apple berencana untuk merilis satu episode per minggu. Rencana ini sepertinya serius dipikirkan karena berkaca pada Netflix yang mengalami penurunan subscribers di USA di kuartal kedua. Dengan metode ini, kebiasaan pengguna yang “mendaftar, lalu binge-watching, dan membatalkan subscription sampai season berikutnya muncul” (apakah kamu termasuk tipe ini?) bisa dikendalikan sehingga jumlah subscriber lebih stabil. Baca berita lengkapnya di sini.