5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 5 Maret 2020

Morning Briefing 5 Maret 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Apa kabar kamu hari ini? Semoga tetap semangat dan jangan lupa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental. Pintar-pintar memilah berita dan cek kebenarannya terlebih dahulu sebelum membagikannya di WhatsApp grup atau media sosial. Selebihnya, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 5 Maret 2020.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak membuat panik warga.

Tito mengatakan agar gubernur tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik dan kepanikan di masyarakat terkait Covid-19, melainkan sebisa mungkin menjaga ketenangan. Menurutnya, pejabat daerah seharusnya memberikan informasi akurat tentang pola penyebaran, cara pencegahan virus corona agar masyarakat waspada dan tetap menjaga kesehatan. Menyusul pengumuman dua warga Depok, Jawa Barat positif terinfeksi virus corona yang diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, banyak warga mulai cemas. Di sejumlah tempat dan toko warga mulai membeli pasokan makanan, masker hingga hand sanitizer dalam jumlah yang besar. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Tarif listrik sampai Juni akan tetap sama.

Pihak Kementerian ESDM menjelaskan bahwa pada November 2019 hingga Januari 2020 parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan menujukkan perubahan. Nilai tukar dolar Amerika (US$) menjadi Rp13.939,47, nilai ICP menjadi US$ 65,27/barel, tingkat inflasi rata-rata 0,29%, dan harga patokan batubara Rp 783,13/kg. Meski menurut parameter makro tersebut tarif listrik seharusnya disesuaikan, tetapi pemerintah mempertahankan agar tarif listrik tidak naik pada periode April – Juni 2020. Ini demi menjaga daya beli dan daya saing. Baca berita lengkapnya di Detik.

Italia berencana mengkarantina kotanya dan melarang ciuman.

Pemerintah Italia sedang mempertimbangkan untuk memperluas zona karantina hingga ke Bergamo, sebuah area industri dengan 120.000 penghuni. Pasalnya, kemarin angka kematian akibat coronavirus mencapai 79 orang, bertambah 27 orang dalam satu hari. Seorang bayi juga menjadi satu dari 2,502 penduduk Italia yang dikonfirmasi terinfeksi COVID-19. Akibat lonjakan angka ini, pemerintah Italia meminta para warga senior untuk tinggal di dalam rumah. Selain hal tersebut, pemerintah juga berencana melarang ciuman, pelukan dan berjabat tangan untuk meredam penyebaran coronavirus. Sekolah dan universitas juga akan ditiadakan sampai pertengahan Maret. Baca berita lengkapnya di The Times.

Mayoritas anggota parlemen Ukraina menerima pengunduran diri Perdana Menteri Oleksiy Honcharuk.

Dari seluruh anggota, 353 orang di antaranya menerima pengunduran diri tersebut, dan 49 memilih untuk abstain. Kemungkinan yang akan menjadi penggantinya adalah wakil perdana menteri Denys Shmyhal. Sebagai informasi, Honcharuk (35 tahun), seorang pengacara dan politikus baru, dipilih menjadi perdana menteri pada Agustus 2019. Dia mengajukan pengunduran diri pada 17 Januari 2020 karena skandal rekaman suara. Di dalam rekaman tersebut diduga Honcharuk mengganggap remeh pengetahuan ekonomi dan kompetensi dirinya sendiri dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Baca berita lengkapnya di RFE/RL.

Twitter melarang pengiklan mengambil keuntungan yang berhubungan dengan coronavirus.

Dengan pelarangan ini, para pengiklan tidak akan bisa menggunakan wabah coronavirus untuk menyampaikan pesan-pesan tidak layak kepada publik. Akan tetapi, aturan ini tidak berlaku untuk pemerintah yang ingin memberikan informasi kesehatan akurat tentang COVID-19. Twitter bukan satu-satunya media sosial yang mengeluarkan kebijakan baru yang berhubungan dengan coronavirus. Sebelumnya, pada Selasa (3/03) Facebook mengatakan bahwa akan memberikan jatah iklan gratis untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar publik bisa mendapatkan informasi yang benar. Dan bulan lalu, Facebook memutuskan untuk melarang peredaran iklan dengan konten mempromosikan obat coronavirus. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Usai membaca Morning Briefing 5 Maret 2020, pastikan kamu mengetahui tentang prenatal depression yang bisa melanda semua ibu hamil—dan juga pria. Ini penjelasan seorang psikolog.

podcast button