5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 5 Februari 2020

Baca Morning Briefing 5 Februari 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Saat LIMONE sedang mempersiapkan artikel ini tadi malam, coronavirus masih mendominasi pemberitaan di media dunia. Meski begitu, WHO mengatakan bahwa penyebaran virus ini belum bisa disebut sebagai sebuah epidemik. Jadi, tetap jaga diri, kebersihan dan jangan lupa cuci tangan dengan benar selama 20 detik (nyanyikan lagu “Happy Birthday” dari awal sampai akhir dua kali sebagai timer). Selamat menikmati Rabu kamu dan ini lima berita penting yang terangkum dalam Morning Briefing 5 Februari 2020.

Impor berupa hewan hidup dari China dilarang untuk sementara.

Langkah ini diambil pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran coronavirus. Akan tetapi, impor pangan dalam bentuk daging dan beberapa daging produk holtikultura seperti buah dan bawang putih masih diperbolehkan. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto Agus mengatakan kebijakan ini akan berlaku hingga pemerintah kembali melakukan evaluasi. Pemerintah yakin bahwa pelarangan sementara ini tidak akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Baca berita lengkapnya di Detik.

Keputusan apakah ratusan WNI yang menjadi Foreign Terrorist Fighter (FTF) akan dipulangkan ke tanah air, akan ditetapkan pertengahan tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Menurutnya, pemerintah sudah menggelar rapat membahas rencana kepulangan eks Kombatan ISIS itu dan sudah dihasilkan dua alternatif, dipulangkan atau tidak dipulangkan. Dua alternatif ini nantinya akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo dan akan diputuskan oleh presiden pertengahan tahun ini. Menurut data pemerintah, terdapat sekitar 660 WNI yang menjadi eks simpatisan ISIS. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Komisi Uni Eropa akan mengajukan proposol baru untuk mengubah sistem penerimaan anggota baru.

Peraturan yang berlaku sekarang memberikan kekuatan veto kepada Prancis untuk menolak atau menerima anggota baru. Misalnya, pada Oktober tahun lalu, Presiden Emmanuel Macron menghentikan proses penerimaan Serbia, Kosovo, Montebegro, Albania, Bosnia dan Makedonia Utara. Proposal baru ini berisikan peraturan baru yang memberikan negara anggota lama untuk menghentikan proses pendaftaran baru, atau memaksa negara-negara calon anggota untuk mendaftar ulang. Belum ada kejelasan apakah Prancis akan menyetujui proposal ekspansi ini. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Bentrokan terjadi antara polisi dan ribuan imigran di area pengungsian di Lesbos.

Bentrokan ini terjadi karena para pemrotes menolak dipaksa dideportasi, unjuk rasa terhadap kondisi hidup yang tidak layak dan aturan suaka pengungsian baru. Para saksi mata mengatakan polisi huru-hara menyemprotkan gas air mata ke arah demonstran, termasuk anak-anak dan perempuan migran. Selama ini, Lesbos menjadi salah satu pintu masuk masuk ke negara Barat bagi ribuan orang yang mengungsi akibat perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan sekitarnya. Terdapat hampir satu juta orang melewati pulau ini saat krisis migran terjadi terjadi di Eropa pada 2015 dan 2016. Kamp Moria di Lesbos menjadi rumah dari sekitar 2.300 orang, tapi sekarang menampung 19.541 migran, jauh dari kapasitas kamp ini. Baca berita lengkapnya di The Times.

TikTok menguji coba desain barunya.

Dan coba tebak? Desain UI (User Interface-nya) mirip banget dengan Instagram, baik posisi avatar profil dan jumlah pengikut di sebelah kiri. Pihak TikTok menyatakan bahwa perubahan desain ini adalah untuk meningkatkan pengalaman penggunanya. Fenomena ini—”terinspirasi dari media sosial lain”—bukanlah hal baru dan aneh di industri internet. Sebelumnya, seperti yang diketahui umum, Instagram mengopi model konten Snapchat. Sementara Reels, video edting tool milik Facebook di Brasil, meniru fitur-fitur terbaik TikTok, misalnya fitur pengaturan kecepatan dan kemampuan meminjam audio dari video lain. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Jika sudah selesai membaca Morning Briefing 5 Februari 2020, jangan lupa menyantap tips praktis mencari terapis yang tepat berikut ini.