5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 4 November 2020

Morning Briefing 4 November
Foto: www.rawpixel.com

Yellow! Tetap pakai masker saat keluar rumah ya, dan jaga jarak saat di tempat publik, dan cuci tanganmu dengan benar dan rajin. Sebelum memulai aktivitas, nikmati lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 4 November 2020.

Persentase pasien sembuh COVID-19 melambat.

Menurut data Satgas, persentase pasien sembuh dari COVID-19 melambat dalam minggu ini, yakni turun 0,8 persen dari pekan sebelumnya yang berkisar 28 ribu. Ini merupakan kabar tidak baik karena dalam dua minggu berturut-turut jumlah kesembuhan mengalami perlambatan. Di sisi lain, ada lima provinsi yang mengalami kenaikan angka kesembuhan dalam sepekan terakhir, antara lain Sumatra Barat (naik 1.537 kasus sembuh), Kalimantan Timur (naik 337), DKI Jakarta (naik 334), Banten (naik 271), dan Jawa Barat (naik 269 kasus sembuh). Sementara secara persentase, kasus sembuh dari paling tinggi terjadi di Gorontalo (mencapai 94,44 persen). (Medcom)

Ada kekeliruan UU Ciptaker yang ditandatangani Jokowi.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengakui ada kekeliruan pada naskah omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang telah ditandatangani Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dua hari yang lalu (2/11). Meskipun demikian, menurutnya kekeliruan dari UU yang diberi nomor 11 Tahun 2020 tersebut bersifat teknis administratif sehingga tidak berpengaruh terhadap implementasinya. Sejumlah pihak yang telah mengunduhnya juga menemukan kesalahan atau kejanggalan, di antaranya pasal 6. Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menuturkan kejanggalan pasal ini bisa dibawa ke Mahkamah Konstitusi sebagai bukti ketidakseriusan pemerintah menggarap UU Ciptaker. (CNN Indonesia)

Polisi tangkap 14 orang setelah penembakan di Vienna.

Penangkapan itu terjadi setelah seorang laki-laki menembak empat orang di pusat kota Vienna, kemarin malam. Penembak ini diidentifikasi sebagai Kujtim Fejzulai, pemegang kewarganegaraan ganda Austria dan Makedonia Utara. Fejzulai dihukum penjara selama 22 bulan pada April tahun lalu karena ingin ke Suriah dan bergabung dengan Islamic State, tapi mendapatkan pembebasan dini di Desember. Fejzulai ditembak mati oleh polisi sembilan menit setelah memulai aksi mematikannya. Penembakan terjadi di tengah kota saat Vienna State Opera melakukan konser finalnya, sehari sebelum jam malam akan diberlakukan secara nasional. Serangan ini terjadi tak lama setelah penusukan di sebuah gereja di Nice dan Paris minggu lalu. (Reuters)

Update COVID-19 global: Malaysia perpanjang pembatasan sosial, dan jumlah kasus meroket di Eropa.

Malaysia akan memberlakukan PSBB di Seremban dari 5-18 November, tapi perekonomian tetap dibuka dengan memberlakukan protokol kesehatan dan pembatasan jam operasional. Segala kegiatan sosial dan budaya dilarang, dan sekolah ditutup. Sementara itu dari Eropa dilaporkan bahwa terjadi lonjakan kasus di berbagai negara, di antaranya Belanda, Swedia, Yunani, Romania, Bulgaria, Hungaria, dan Serbia.

Lalu dari Uni Emirat Arab dikabarkan bahwa wakil presiden dan perdana menterinya mendapatkan vaksin coronavirus. Uji coba fase 3 yang dilakukan oleh Sinopharm Group Co Ltd. dimulai pada Juli di sana. Akan tetapi pemerintah memberikan ijin emergensi untuk menggunakan vaksin pada pekerja kesehatan pada September. Sementara itu pemerintah Singapura mewajibkan siswa usia tujuh tahun ke atas untuk mulai menggunakan alat lacak kontak, entah itu milik pemerintah atau aplikasi, mulai Desember. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 47.331.327, dengan 1.208.654 kematian, dan 31.434.282 sembuh. (Bloomberg)

WhatsApp permudah kosongkan memori yang penuh dengan alat baru.

WhatsApp mendesain ulang alat manajemen penyimpanannya, sehingga lebih memudahkan pengguna untuk menemukan dan menghapus file yang memakan terlalu banyak memori di gawai. Menurut perusahaan ini, alat baru ini akan tersedia di seluruh dunia mingggu ini. Alat “Storage Usage” yang berlaku sekarang di WhatsApp hanya mendaftarkan semua obrolan berdasarkan besarnya datanya. Namun dengan alat baru ini, pengguna bisa melihat terlebih dahulu dengan detail konten yang akan dihapus. Untuk melihatnya, pengguna bisa menuju ke Settings > Storage and data > Manage storage. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 4 November 2020, baca petunjuk membeli tabir surya yang tepat menurut dokter kulit.