5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 4 Mei 2021

Morning Briefing 4 Mei 2021
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Hola! Pemerintah mencatat terjadi penambahan kasus baru di berbagai tempat. Oleh karenanya, tetap patuhi protokol kesehatan dan jaga kesehatan diri. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 4 Mei 2021.

Klaster tarawih, bukber, perkantoran, dan mudik sumbang kenaikan kasus COVID-19.

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa klaster tersebut menyumbangkan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa pekan belakangan. Kemunculan klaster tersebut karena adanya kelalaian individu dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Kemenkes juga menyatakan bahwa ada tren kenaikan kasus, kematian, dan jumlah pasien rawat inap COVID-19 di bulan April 2021. (Kompas)

Komnas KIPI: lumpuh guru di Sukabumi tak terkait vaksinasi COVID-19.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satiri mengatakan, tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, mendiagnosis guru perempuan berinisial SA tersebut dengan Guillain Barre Syndrom. Sebelumnya, SA dilaporkan mengalami kelumpuhan pascasuntik vaksin COVID-19 Sinovac dosis kedua. SA datang ke RSHS Bandung dengan keluhan lemah keempat anggota gerak dan mendapatkan perawatan sejak 1 April hingga 23 April 202. Saat ini SA sedang dalam masa perbaikan atau penyembuhan. (Tempo)

Kongo deklarasikan akhir wabah Ebola.

Pada Senin, Republik Demokrasi Kongo mendeklarasikan akhir dari wabah Ebola yang menginfeksi 12 orang di provinsi timur dari Kivu Utara dan membunuh enam orang di antaranya. Wabah ini dikendalikan dengan vaksin Ebola, MRK.N, yang diberikan kepada lebih dari 1.600 pasien yang melakukan kontak langsung dan tidak langsung dengan pasien. Kasus ini secara genetik berhubungan dengan epidemi Ebola pada 2018-2020 yang membunuh lebih dari 2.200 orang, korban tertinggi dalam sejarah penyakit. (Reuters)

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 7 Desember 2020

Update COVID-19 global: Krisis di India, dan penambahan kasus.

Jumlah kasus harian di India menurun untuk dua hari berturut-turut, yakni sebanyak 368.147 pada Senin. Sementara korban meninggal mencapai 3.417, dibandingkan 3.689 di hari sebelumnya. Perdana Menteri Narendra Modi kalah dalam sebuah pilkada krusial seiring krisis semakin parah. Modi dikritisi karena tetap melakukan kampanye massal saat kasus infeksi melonjak.

Pemerintah ibukota Vietnam, Hanoi, memerintahkan 2 juta siswa untuk belajar dari rumah sejak 4 Mei, dan menerapkan pembatasan pertemuan publik seiring melonjaknya kasus lokal. Sementara itu Singapura memerintah rumah sakit untuk membatasi pasien non-operasi untuk meningkatkan kapasitas bagi pasien COVID-19. Dan Thailand melaporkan rekor jumlah kematian tertinggi, yakni 31 orang.

Sementara itu, Uni Eropa mengajukan proposal untuk mengurangi restriksi bagi pendatang bisnis dan wisawatan yang sudah divaksinasi penuh. Di sisi lain, Jerman berencana untuk memberikan pengecualian restriksi bagi mereka yang sudah menerima vaksin.

Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 152.974.685, dengan 3.204.478 kematian, dan 89.721.998 kesembuhan. (Bloomberg)

Microsoft Teams akan otomatis merekam semua rapat.

Servis konferensi video ini akan segera merekam semua rapat dari awal. Partisipan rapat akan melihat notifikasi peringatan sejak awal konferensi, dengan rekaman bisa diunduh dan didengarkan kembali setelah panggilan berakhir. Fitur ini akan segera bisa diterapkan di Windows dan macOS. Belum ada keterangan resmi tentang kapan fitur ini akan berlaku untuk semua pengguna. Fitur yang sama sudah ada di Zoom. Kabar ini bersamaan dengan diumumkannya sejumlah fitur tambahan baru di Teams, termasuk transkripsi live rapat tersebut. (TechRadar)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 4 Mei 2021, jangan lupa membaca bagaimana memenuhi kebutuhan protein saat alergi protein.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 9 November 2020