5 Hal yang Harus Ketahui Hari Ini – 4 Agustus 2020

Morning Briefing 4 Agustus 2020
Foto: www.unsplash.com

Hola! Selamat hari Selasa dan nikmati hari ini sebaik-baiknya—dan jangan lupa tertawa. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 4 Agustus 2020.

Anji dan Hadi Pranoto resmi dilaporkan.

Musisi Erdian Aji Prihartanto atau yang biasa dikenal Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan oleh oleh Cyber Indonesia berkait konten YouTube yang berjudul “Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!” Kedua orang tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena konten tersebut dinilai menyebabkan polemik di masyarakat. Anji membuat heboh dengan video dialognya bersama Hadi Pranoto yang mengklaim antibodi COVID-19 berbahan herbal itu telah diberikan pada ratusan ribu orang dan terbukti bisa menyembuhkan. (Kompas)

Jawa Timur dan Jakarta masih memiliki kasus baru terbanyak.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 478 kasus baru di Jawa Timur pada Senin (3/8) sehingga totalnya menembus 22.982 orang. Sementara di DKI Jakarta kemarin terdapat 472 kasus baru sehingga totalnya 22.616 orang. Meski demikian terdapat 466 pasien sembuh pada hari ini di Jawa Timur sehingga totalnya 15.534 orang. Adapun kasus meninggal bertambah 22 orang sehingga totalnya 1.742 orang. Sementara itu, pasien sembuh di Jakarta bertambah 138 sehingga totalnya 14.165 orang. Adapun pasien meninggal bertambah 22 orang sehingga totalnya 1.741 orang. Secara nasional, kasus positif COVID-19 kemarin mencapai angka 113.134 orang, dengan 5.302 orang meninggal, dan sembuh 70.237 orang. (CNBC Indonesia)

Update COVID-19: Lockdown di Manila dan kembalinya penyakit-penyakit mematikan.

Manila dan daerah pinggiran kota kembali memasuki masa lockdown selama dua minggu ke depan seiring bertambahnya kasus baru yang mencapai 5.032. Segala bentuk pertemuan grup dilarang, penerbangan domestik dan antar pulau ditiadakan, serta sekolah tetap tutup. Sementara itu, WHO mengabarkan bahwa pandemik menyebabkan sejumlah penyakit mematikan kembali lagi, seperti H.I.V, malaria dan tuberkolosis. Pandemik coronavirus menyebabkan perhatian dan usaha dunia terbagi dalam mengatasi kasus penyakit lain.

Sementara itu dari Melbourne, Australia, dilaporkan, aturan ketat diberlakukan mulai kemarin selama enam minggu ke depan. Jam malam akan diberlakukan kecuali untuk tujuan bekerja atau kesehatan. Dan Rusia dikabarkan akan meluncurkan kampanye vaksinasi nasional pada Oktober dengan mempromosikan vaksin yang masih belum melalui uji klinis. Hal ini memicu kekhawatiran dunia internasional atas metode yang digunakan negara tersebut dalam memproduksi vaksin. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 18.136.344, dengan 690.413 kematian, dan 10.739.036 kesembuhan. (New York Times)

Terinspirasi Star Wars, ilmuwan ciptakan kulit buatan.

Para peneliti di National University of Singapore berhasil menciptakan “kulit elektronik” yang bisa membuat pemakainya memiliki indera perasa. Disebut dengan nama ACES, atau Asynchronous Coded Electronic Skin, alat ini memiliki 100 sensor kecil dan berukuran 1 sentimeter persegi. Para peneliti ini mengatakan bahwa alat ini bisa memproses informasi lebih dari cepat daripada sistem saraf manusia, dan bisa mengenali 20 sampai 30 tekstur yang berbeda dan membaca huruf Braille dengan keakuratan hingga lebih dari 90%. Dengan inovasi ini, diharapkan orang dengan kaki palsu bisa mendeteksi objek, merasakan tekstur, atau bahkan temperatur dan rasa sakit. Peneliti mengatakan bahwa alat ini terinspiras dari film “Star Wars” saat Luke Skywalker kehilangan tangan kanannya dan digantikan dengan robot. Teknologi ini masih dalam fase eksperimental, tapi sudah menarik perhatian industri, terutama kesehatan. (Reuters)

Snapchat luncurkan fitur mirip TikTok.

Kemarin Snapchat mengumumkan akan mulai menguji coba fitur terbaru yang mengijinkan pengguna Snapchat memproduksi video Snaps mereka dengan musik. Mirip TikTok. Fitur ini akan memampukan Snapchat untuk menarik simpati pengguna TikTok, yang sedang mencari alternatif baru menyusul isu Amerika Serikat akan melarang TikTok di sana. Di fitur baru ini, para pengguna akan bisa menambahkan musik baik pra atau pasca pengambilan gambar dari katalog musik yang digambarkan sangat beragam. Sebagai informasi berkat isu pelarangan TikTok, sejumlah aplikasi yang mirip TikTok seperti Byte, Triller, Dubsmash, Likee mulai banyak diunduh. Instagram juga meliris fitur yang mirip dengan nama Reels. (TechCrunch)

Selanjutnya: Selesai menikmati Morning Briefing 4 Agustus 2020, pastikan kamu mengetahui apa yang wajib diperhatikan orangtua saat menegur anak.

podcast button