5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 31 Maret 2020

Morning Briefing 31 Maret 2020
Foto: www.canva.com

Selamat pagi! Mari tetap mencuci tangan sesering mungkin, menutup mulut ketika bersin/batuk (dengan tisu atau lengan baju), menjaga jarak fisik (dua meter), memakai masker saat keluar rumah, dan batasi membaca berita agar tetap kalem. Selebihnya, mari tetap berusaha menikmati hari ini dan berikut lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 31 Maret 2020.

Pemerintah melarang pegawai negeri sipil untuk mudik.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan bahwa akan sanksi bila ada PNS yang nekat melakukan mudik, seperti yang tercantum dalam PP 53 tahun 2010. Dalam PP 53 tahun 2010, hukuman disiplin dibagi menjadi tiga, yakni hukuman ringan, sedang, dan berat. Hukuman ringan bisa berupa teguran lisan dan tulisan, ataupun pernyataan tidak puas dari atasan. Sementara hukuman sedang berupa penundaan pangkat atau penundaan kenaikan gaji selama setahun. Dan hukuman terberat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, dimutasi saat pangkat diturunkan, ataupun pembebasan dari jabatan. Paling berat bisa diberhentikan baik secara hormat dan tidak hormat. Baca berita lengkapnya di Detik.

Presiden joko Widodo berencana menerapkan kebijakan darurat sipil.

Kebijakan ini mencakup pembatasan sosial berskala besar dan physical distancing yang dilakukan lebih tegas, disiplin dan efektif. Dalam konferensi pers tersebut, Presiden juga menekankan bahwa meski darurat sipil diterapkan, swalayan dan toko obat diminta untuk tetap buka karena penting demi menyuplai kebutuhan warga. Hanya saja, aktivitas dan pelayanan di toko tersebut harus menerapkan protokol jaga jarak yang ketat. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Update COVID-19 global: Ada lebih dari 730.000 kasus infeksi dan hampir 35.000 kematian.

Seiring semakin meningkatnya angka infeksi di Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan sebuah alat tes cepat akan tersedia dalam waktu dekat. Meski tidak memberitakan detail lebih lanjut, Abbott Laboratories akan merilis sebuah tes yang bisa memberikan hasil dalam waktu lima menit. Sementara sebuah studi baru menyimpulkan 59.000 nyawa telah berhasil diselamatkan di 11 negara Eropa akibat restriksi yang diberlakukan pemerintah. Spanyol melaporkan 812 angka kematian baru, sehingga jumlah kematian mencapai 7.340 di negara tersebut. Akan tetapi, menteri luar Spanyol mengatakan bahwa mulai terjadi “flattening out” di sana. Sementara itu, Pangeran Charles menyudahi periode isolasi mandiri, setelah seminggu dites positif COVID-19. Di Inggris, sebanyak 20.000 mantan pekerja NHS kembali bekerja. Baca berita lengkapnya di BBC.

Proposal Jepang tentang pengurangan gas emisi menuai kritik.

Pasalnya, target karbon nasional yang diumumkan Jepang kemarin (30/3) tidak berubah dari komitmennya yang dibuat pada 2015. Negara tersebut memiliki target untuk mengurangi emisi sebanyak 26% pada 2030 dan hal ini dianggap “sangat tidak memadai” oleh Climate Action Tracker. Ini artinya, jika semua negara memiliki target yang tidak berubah maka kenaikan temperatur bumi akan melebihi 3C. Para aktivis lingkungan juga khawatir pandemik COVID-19 akan digunakan oleh beberapa negara sebagai alasan untuk mengurangi target mereka. Sebelumnya, di bawah Perjanjian Paris, sebanyak 189 negara setuju untuk menjaga kenaikan temperatur bumi tidak lebih dari 2C. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Google tidak akan mengambil bagian dalam April Mop tahun ini.

Dalam sebuah email yang beredar Google mengatakan bahwa akan absen dari ritual tahunan April Mop di seluruh platform-nya. Alasannya adalah pandemik COVID-19 dan Google akan menggunakan masa ini untuk memberikan respek pada mereka yang sedang berjuang melawan virus tersebut. Oleh karena itu, seluruh platform Google akan dimaksimalkan untuk memberikan informasi yang berguna seputar virus ini. Bukan berarti perusahaan ini mengeliminasi kebiasaan ini, tapi memastikan akan kembali merayakannya tahun depan. Baca berita lengkapnya di Forbes.

Setelah membaca Morning Briefing 31 Maret 2020, ketahui tips cara menghadapi teman yang selalu menghilang setiap kali punya pacar baru.

podcast button