5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 30 September 2020

Morning Briefing 30 September 2020
Foto: www.unsplash.com

Hari terakhir September, bagaimana perjalanan hidupmu hingga saat ini? Pandemi ini memang memberikan tantangan kepada semua orang. Semoga ada hal baik yang terjadi padamu hari ini, dan oh, tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 30 September 2020.

Paspor Indonesia berlaku hingga 10 tahun.

Pemerintah akhirnya menerbitkan peraturan pemerintah yang berisi perubahan masa berlaku paspor, dari lima tahun menjadi 10 tahun. Namun, pemberlakuan ini tidak serta merta karena masih menunggu peraturan pelaksanaannya yang akan mengatur secara lebih detail. Untuk paspor yang sudah terbit, masih tetap berlaku sesuai dengan jangka waktunya. (Liputan6)

5 provinsi alami kasus lonjakan signifikan.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat lima provinsi mengalami lonjakan kasus positif cooronavirus minggu ini dibandingkan minggu sebelumnya. Yakni, Jawa Barat dengan pertambahan 1.726 kasus, DKI (1.002 kasus), Kalimantan Timur (584 kasus), Sumatera Barat (603 kasus) dan Jawa Tengah (338 kasus). Padahal, empat provinsi terakhir itu pekan lalu tidak termasuk dalam provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi. Sementara itu, ada empat provinsi yang tak lagi masuk dalam lima besar kenaikan kasus tertinggi. Yaitu, Banten, Sulawesi Selatan, Riau, dan Papua. Untuk lima provinsi yang mengalami lonjakan kasus signifikan, tiga di antaranya masuk dalam prioritas pemerintah, yaitu Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah. Sementara jumlah total kasus positif COVID-19 nasional per Selasa (29/9) adalah 282.724 orang, dengan 210.437 sembuh, dan 10.601 meninggal dunia. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Status gawat darurat di Italia, dan fenomena sedikitnya kasus di Afrika.

Italia kemungkinan akan memperpanjang status gawat darurat untuk mengendalikan krisis. Status gawat darurat yang akan berakhir pada pertengahan Oktober, memberikan kekuatan lebih kepada pemerintah daerah dan pusat untuk membuat aturan sehubungan dengan pandemi. Sementara itu, para ilmuwan mencoba mencari penjelasan mengapa Afrika memiliki sedikit kasus, padahal sebelumnya diprediksi akan membludak. Sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan ada beberapa faktor penyebab, termasuk pemberian vaksin tuberkulosis yang rutin pada anak sehingga mengurangi angka kematian.

Sementara itu, hampir 1.000 penyintas COVID-19 dari 37 negara telah menandatangani sebuah surat terbuka untuk pemimpin industri farmasi agar menyediakan “people’s vaccine” dan pengobatan yang tersedia untuk semua orang. Dan World Bank memprediksi bahwa sebanyak 33 juta orang di Asia Timur akan tetap miskin. Menurut laporan yang diterbitkan Selasa (29/9) ini, lima juta orang akan berada di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan hanya $5,50 per hari. Menurut mesin hitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 33.431.133, dengan 1.003.168 kematian, dan 23.199.564 sembuh. (Telegraph)

Protes atas kematian korban pemerkosaan di India.

Ratusan pemrotes berkumpul di rumah sakit di mana seorang perempuan, korban pemerkosaan meninggal. Pemrotes ini berkumpul untuk menuntut keadilan dan meminta agar pelaku dihukum gantung. Perempuan ini menjadi salah satu korban terbaru dari kejahatan kejam yang melanda perempuan di India. Korban berusia 19 tahun yang berasal dari komunitas Dalit, kasta terendah di India, diserang dan diperkosa pada 14 September di dekat rumahnya di distrik Hathras, sekitar 100 km dari Delhi. Senin kemarin korban dipindahkan dari sebuah rumah sakit di Uttar Pradesh ke New Delhi, tempat dia meninggal saat menjalani pengobatan. Polisi sudah menangkap empat laki-laki yang diduga memiliki kaitan dengan kasus kejahatan ini. (Reuters)

Malta batal meminta kembali gigi hiu milik Pangeran George.

Pangeran George, anak pertama Pangeran William dan Kate, mendapatkan hadiah berupa gigi hiu prasejarah dari pemerhati lingkungan Sir David Attenborough, yang menemukannya di Malta kira-kira 50 tahun yang lalu. Lalu, akhir pekan kemarin, foto pangeran tersebut dan hadiahnya dirilis oleh pihak Istana Kensington. Akan tetapi, lalu beredar kabar bahwa pemerintah Malta sedang menginvestigasi apakah mungkin jika gigi tersebut dikembalikan ke Malta. Meski begitu, Senin kemarin, juru bicara pemerintah Malta menyatakan bahwa “tidak ada niat untuk melanjutkan isu ini lebih lanjut.” Sebagai informasi, Malta adalah koloni inggris hingga 1964 dengan Ratu sebagai kepala negara hingga 1974. Gigi hiu yang ditemukan diperkirakan milik dari seekor megadolon Carcharocles berumur 23 juta tahun. (The Guardian)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 30 September 2020, jangan lupa mengetahui mengapa intermittent fasting memang bukan untuk semua orang.

podcast button