5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 30 Oktober 2020

Morning Briefing 30 Oktober 2020
Foto: www.rawpixel.com

Hai! Untuk yang kamu yang masih menikmati long weekend, semoga menyenangkan! Untuk yang tetap beraktivitas biasa, semangat! Terlepas dari itu, tetap pakai masker, jaga jarak saat di ruang publik, dan cuci tangan dengan benar! Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 30 Oktober 2020.

Kandidat vaksin masih uji klinis.

Kandidat vaksin COVID-19 masih dalam tahap uji klinis dan memasuki fase 3. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, mengatakan bahwa fase ini untuk mengetahui keamanan, hingga dosis yang tepat dan efektif untuk manusia. Setelah uji ini selesai, akan dikirim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dianalisa dan mendapatkan izin produksi. Dalam hal ini, pemerintah tetap berpedoman dengan standar kesehatan yang ada. (Liputan6)

Tidak ada kenaikan upah minimum pada 2021.

Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tidak ada kenaikan upah minimum di 2021. Namun bukan berarti tidak ada kenaikan UMP, atau UMK. Tidak adanya kenaikan upah minimum ini disebabkan karena ekonomi nasional masih dalam masa pemulihan, dan akan memberatkan dunia usaha. Dalam surat edaran terbaru dari pemerintah tentang penetapan upah minimum disebutkan kepala daerah wajib mengumumkan besaran UMP pada 31 Oktober 2020. Di 2020, DKI Jakarta memiliki nominal UMP terbesar se-Indonesia yakni Rp 4.276.349, dan sementara terendah adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar Rp 1.704.608. (Kompas)

Update COVID-19 global: Singapura buka pintu untuk pengunjung, dan mutasi virus di Eropa.

Singapura akan membuka pintu untuk pengunjung dari China daratan dan Victoria, Australia, mulai 6 November akan kedua negara memiliki sistem kesehatan yang baik dan sukses mengontrol penyebaran virus ini. Pengunjung harus melakukan tes PCR saat tiba di Changi Airport. Sementara itu, ilmuwan internasional menyatakan sebuah varian virus “20A.EU1” yang berasal dari Spanyol telah tersebar di seluruh Eropa sejak musim panas. Para ilmuwan di Switzerland dan Spanyol sedang mencari tahu apakah varian ini lebih mematikan dibandingkan yang lain.

Jumlah kasus di india melampaui 8 juta setelah terjadi penambahan 49.881 dalam 24 jam. Negara ini menjadi salah satu negara dengan kasus terbanyak setelah Amerika Serikat dan angka kematiannya terbanyak setelah AS dan Brasil. Sementara itu Taiwan melaporkan tidak ada penularan lokal selama 200 hari sejak 12 April. Ahli mengatakan bahwa menutup perbatasan, pembatasan traveling, lacak kontak, teknologi dan pengunaan masker menjadi penyebabnya. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 44.644.423, dengan 1.176.328 kematian, dan 30.117.680 kesembuhan. (Bloomberg)

Penyerang teror di Nice membunuh tiga orang.

Seorang bersenjata pisau membunuh dua perempuan (salah satunya berumur 70 tahun ) dan seorang pria (diduga penjaga gereja) dalam sebuah serangan teroris di sebuah gereja di NIce di Côte d’Azur pada Kamis (29/10). Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada pukul 9 pagi di dalam Notre-Dame Basilica. Polisi menggambarkan kejadian ini sebagai “peristiwa horor”. Jaksa negara anti-teroris mengatakan sebuah investigasi telah dibuka untuk mengetahui apakah “pembunuhan berhubungan organisasi teroris.” Pelaku penyerang sendiri disebutkan berusia 20an, tapi tidak memiliki kartu identitas, sehingga polisi masih mencoba mengidentifikasinya. Pada hari yang sama, dua jam setelah peristiwa tersebut, seorang pria yang membawa pisau mengancam pejalan kaki di Avignon. Pelaku ini ditembak polisi. (The Guardian)

Louis Vuitton dan Tiffany berdamai.

Perusahaan Prancis LVMH akan membayar lebih sedikit untuk memperoleh Tiffany & Co sebagai tanda mengakhiri pertikaian pahit antara keduanya. Harga ambil alih yang disepakati adalah 131.5 per saham, turun dari $135. Syarat dan ketentuan lainnya masih sama. Transaksi ini diperkirakan akan selesai awal 2021. Perjanjian ini mengakhiri pertikaian yang terjadi sejak bulan lalu ketika pemilik Louis Vuitton ini tidak bisa menyelesaikan transaksi sebelum tenggat waktu 24 November. Menanggapi penundaan tersebut, Tiffany kembali menuntut LVMH di pengadilan dan menuntutnya untuk menyelesaikan perjanjaian awal. Penyelesaian damai ini diperkirakan karena pandemi memperkeruh kondisi ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat. (Reuters)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 30 Oktober 2020, jangan lupa mengetahui cara sehat menambah berat badan.