5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 30 Juni 2020

Morning Briefing 30 Juni 2020
Foto: www.canva.com

Hola! Ini sebuah berita yang membuatmu akan terkesima dan (mungkin panik?): rata-rata babi (yep) sekarang hanya memiliki 16% lemak tubuh, dibandingkan 20 tahun yang lalu (saat itu mereka memiliki 20%). Ini artinya, (yep), ada kemungkinan manusia lebih gemuk daripada babi. Ouch. Jadi, terbayang bagaimana jika Piglet memiliki dada kotak-kotak alias six-pack. Anyways, selamat menikmati hari Selasa ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 30 Juni 2020.

Rasio pemeriksaan spesimen COVID-19 Indonesia masih tertinggal.

Jika dibandingkan dengan negara lain, pemeriksaan spesimen baru di Indonesia mencapai 2.779 orang per satu juta penduduk. Di Jepang, misalnya, negara tersebut bisa memeriksa hingga 3.484 spesimen per satu juta penduduk. Akan tetapi, bila dirinci per provinsi, DKI Jakarta memiliki rasio pemeriksaan paling tinggi, yakni 21.461 per satu juta penduduk; jauh rata-rata dari yang dilakukan Jepang. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto mengatakan Jawa Timur, provinsi yang memiliki kasus terbanyak selain Jakarta, sudah melaksanakan 1.428 per satu juta penduduk. Ini artinya memang perlu dilakukan upaya pemeriksaan laboratorium berbasis real time polymerase chain reaction (PCR) yang lebih masif lagi, kata Yurianto. Secara keseluruhan, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 55.092 kasus, dengan 23.800 sembuh dan 2.805 meninggal. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Iflix diakuisisi Tencent.

Tencent, raksasa internet China, dipastikan mengakuisisi dan membeli konten, teknologi dan sumber daya perusahaan Iflix. Dalam pernyataan resminya, Tencent menyatakan bahwa hal ini sesuai dengan targetnya untuk meraih pasar streaming Asia Tenggara. Karyawan dan CEO lama masih dipertahankan dan nama Iflix masih akan dipakai setidaknya 6 sampai 12 bulan. Per April 2020, Iflix tercatat memiliki 25 juta pengguna, tapi servis streaming ini memiliki banyak utang. Tidak ada detail lengkap berapa dana akuisisi yang digelontorkan Tencent. Baca berita lengkapnya di Detik.

Starbucks dan Levi’s tidak beriklan di Facebook.

Usaha Facebook untuk menghentikan berbagai merek berhenti beriklan di platform-nya sepertinya tidak membuahkan hasil. Merek terbaru yang berhenti beriklan di Facebook adalah Diageo, Starbucks, Hershey’s, dan Levi’s. Empat merek ini mengikuti banyak brand yang sebelumnya melakukan hal yang sama, yakni Verizon, Unilever, dan Coca Cola, yang membatalkan iklan untuk satu sampai enam bulan ke depan. Sebelumnya, Jumat lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan akan melarang ujaran kebencian di iklan dan akan memberikan perlindungan lebih baik kepada grup, termasuk imigran. Plus, akan memberikan label pada unggahan yang melanggar kebijakan mereka, meski tetap akan menerbitkannya. Baca berita lengkapnya di Financial Times.

Update COVID-19 global: 20.000 kasus satu hari di India, dan Yunani larang penerbangan dari Inggris.

India melaporkan hampir 20.000 kasus baru dalam 24 jam kemarin, di saat Mumbai memperpanjang lockdown untuk satu bulan lagi. Angka ini hanya bisa dikalahkan oleh Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia. Menurut data, lebih dari 16.000 orang sudah meninggal karena virus ini di India. Sementara itu, Yunani memperpanjang pelarangan terbang pesawat langsung dari Inggris dan Swedia sampai 15 Juli. Dari New Zealand dilaporkan fasilitas karantina dan isolasi berada dalam kondisi “tekanan ekstrem” dengan semakin banyaknya warga Kiwi kembali dari luar negeri dan empat di antaranya positif terinfeksi virus ini. Meski begitu, sistem penanganan ini bukan berarti “rusak”, tapi memang tidak siap dengan permintaan sebanyak ini. Sementara itu, Amazon menyatakan bahwa karyawan dan rekan dagang yang tetap bekerja selama krisis, akan menerima bonus dari $150 sampai $3.000. Dan Thailand akan memperbolehkan penerbangan internasional masuk ke negaranya per 1 Juli. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 10.180.816, dengan 502.719 meninggal dan 5.164.648 sembuh. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

iPhones 2020 tidak akan memiliki power adapter atau earbuds.

Menurut sebuah grup analis yang dekat dengan Apple, Ming-chi Kuo, perusahaan teknologi tersebut berencana untuk menghentikan penyediaan power adapter dan EarPods di dalam kotak model iPhone 2020. Bahkan, mungkin juga akan mulai melakukannya dengan kemasan iPhone SE yang akan dipasarkan tahun ini. Langkah ini diambil untuk menyeimbangi biaya yang meningkat seiring penggunaan 5G. Absennya power adapter dan earbuds ini akan menjadikan kemasan iPhone lebih eco-friendly, lebih kecil sehingga ongkos pengiriman berkurang. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: usai Morning Briefing 30 Juni 2020, coba cek terlebih dahulu bagaimana melindungi kulit dari blue light (iya, sinar yang berasal dari handphone dan laptop plus TV kamu).