5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 30 Juli 2020

Morning Briefing 30 Juli 2020
Foto: www.unsplash.com

It’s long weekend, sista! Selesaikan apa yang bisa kamu selesaikan hari ini (meski LIMONE sangat mengerti jika kamu sulit berkonsentrasi berhubung besok libur). Selamat berakhir pekan panjaaang, dan nikmati lima berita terbaru yang terangkum Morning Briefing 30 Juli 2020.

Vaksin buatan Indonesia ditarget selesai pertengahan 2021.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan vaksin buatan dalam negeri akan diujicobakan kepada hewan pada akhir tahun mendatang. Vaksin yang diberi nama vaksin Merah Putih ini dalam proses pengembangan yang dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dengan menggunakan platform protein rekombinan S dan N. Bila efektif, bibit vaksin akan diserahkan ke Biofarma untuk dilakukan uji preklinis dan klinis. Pemerintah menargetkan vaksin ini selesai pada pertengahan 2021. (Detik)

Ada 59 kantor di Jakarta yang menjadi klaster baru COVID-19.

Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyampaikan bahwa perkantoran menjadi klaster baru penyebaran coronavirus. Di antaranya terjadi di 59 kantor. Sejumlah kantor kementerian dan pemerintahan menjadi bagian dari klaster baru ini. Saat ini sedang dilakukan pelacakan kontak kepada pegawai kantor yang dinyatakan positif COVID-19. Pemprov DKI akan membina pegawai serta mengatur sistem kerja kantor. Pihaknya akan mengawasi dan memastikan penerapan protokol kesehatan. (Medcom)

Update COVID-19 global: Hanoi tutup bar dan imunisasi COVID-19 di India.

Jika vaksin Oxford yang sekarang diuji sukses, warga paling rentan di India bisa mendapatkan imunisasi pada November. Serum Institute India (SII), produser vaksin terbesar dunia, telah meminta ijin pada pemerintah untuk memulai uji ketiga dan terakhir di Agustus. Sementara itu, Hanoi memerintahkan bar dan pub tutup serta melarang pertemuan besar mulai tengah malam kemarin karena meningkatnya jumlah kasus di Danang, kota pusat adminstrasi Vietnam. Lebih dari 21.000 orang yang kembali ke Hanoi dari Danang akan dimonitor ketat dan menjalani rapid test.

Dari Rusia dilaporkan bahwa uji klinis vaksin hampir berakhir dan kemungkinan besar akan mendapatkan persetujuan pada pertengahan Agustus. Jika ini terjadi, maka akan menjadi vaksin COVID-19 pertama di dunia. Sementara itu uji coba yang dilakukan Roche atas obat artritisnya, Actemra/RoActemra, yang diperkirakan bisa mengobati pasien coronavirus parah, gagal. Dari Arab Saudi dilaporkan periode ibadah Haji dimulai kemarin dengan hanya 1.000 orang yang dipilih untuk bisa mengikuti perayaan yang biasanya melibatkan dua juta orang ini. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 16.797.288, dengan 661.724 kematian, dan 9.800.084 kesembuhan (Telegraph)

Mesir penjarakan selebgram karena video TikTok.

Pada Senin kemarin (27/7, sebuah pengadilan di Mesir menghukum dua perempuan selebriti media sosial atas tuduhan “melanggar nilai-nilai keluarga,” dan menjatuhkan dua tahun penjara kepada keduanya. Selain itu, pengadilan juga menyatakan tiga pria bersalah karena membantu kedua selebriti tersebut mengunduh video mereka. Ketiga orang ini juga menerima hukuman penjara yang sama. Keputusan ini merupakan bagian pertama dari sejumlah penangkapan para seleb muda TikTok sejak April lalu. Perempuan ketiga diperkirakan akan mengetahui hukumannya kemarin, dan dua lagi masih dalam proses pengadilan. Sejumlah pejabat negara di Mesir meminta pemerintah untuk menghentikan ijin TikTok karena menganggapnya mempromosikan nudity dan imoralitas. (New York Times)

Facetune luncurkan Facetune Video.

Pembuat Facetune, Lightricks, baru saja merilis Facetune Video, yang didesain untuk membantu pengguna melakukan touch up pada video swafoto mereka. Untuk mengedit video, kamu hanya perlu memilih salah satu videomu dan aplikasi ini bisa langsung mengeditnya dalam real time. Ada banyak pilihan, mulai dari memuluskan kulit, memutihkan gigi, bahkan mengubah ukuran hidung dan mata. Dan jika pengguna ingin membandingkan perubahannya dengan video semula, tersedia tombol yang bisa ditekan. Aplikasi ini gratis, tapi sejumlah alat edit hanya bisa digunakan jika pengguna membayar. Facetune Video sudah tersedia di iOS; pengguna Android masih harus menunggu. (The Verge)

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 30 Juli 2020, pastikan kamu mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan jika ingin melakukan open relationship.

error: Konten dilindungi !!