5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 30 April 2020

Morning Briefing 30 April 2020
Foto: www.canva.com

Hei, di penghujung April, nih! Mari berharap semoga Mei lebih baik. Oh, jangan lupa mencuci tangan, hindari menyentuh wajah dan cuci bersih masker kain yang kamu pakai hari ini. Anyway, selamat menikmati hari terakhir April 2020 dan berikut ini lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 30 April 2020.

Nilai tukar Rupiah mengalami penguatan.

Dalam penutupan perdagangan kemarin (29/4), Rupiah mengalami penguatan dan ditutup di posisi Rp15.295 per USD. Hal ini dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya, yakni di level Rp15.445 per USD. Penguatan nilai tukar ini diperkirakan karena para investor mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna rangka membatasi penyebaran COVID-19. Dan berkat penerapan PSBB ini terindikasi penurunan jumlah kasus infeksi coronavirus. Diprediksi Rupiah juga akan menguat hari ini. Dan dengan penurunan jumlah kasus ini, investor berharap ekonomi bisa kembali dibuka dalam waktu dekat. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Update COVID-19 nasional: pasien sembuh terbanyak di DKI Jakarta.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyebutkan bahwa peningkatan angka sembuh merupakan tanda bahwa virus ini dapat dilawan dan disembuhkan. Kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah pasien yang dinyatakan sembuh naik signifikan menjadi 1.391 setelah ada penambahan sebanyak 137 orang. Dari 34 provinsi di tanah air, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 440, disusul Jawa Timur sebanyak 152, Sulawesi Selatan 118, Jawa Barat 107, Jawa Tengah 101 dan wilayah lainnya. Yurianto menyebutkan bahwa kriteria pasien sembuh adalah tidak ada lagi keluhan klinis dan dua kali hasil uji laboratoriumnya negatif. Per kemarin, jumlah kasus COVID-19 di seluruh Indonesia adalah 9.771 orang dan 784 meninggal. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Kim Jong-un mungkin sedang berlindung dari pandemik COVID-19.

Pejabat resmi dari Amerika Serikat dan Korea Selatan mengatakan bahwa Kim Jong-un sehat dan kemungkinan sedang melindungi diri dari pandemik. Meski beredar kabar bahwa Kim sedang dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi jantung, Korea Selatan percaya bahwa Pemimpin Korut tersebut absen dari beberapa acara penting sebagai sebuah tindakan pencegahan. Kemungkinan besar Kim sedang berada di Wonsan, daerah resor di pantai timur Korea Utara, untuk melindungi diri dari COVID-19. Sampai saat Korea Utara bersikukuh bahwa belum ada kasus coronavirus di negara tersebut, meski berbatasan langsung dengan China. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Update COVID-19 global: sejumlah negara Eropa melonggarkan karantina dan GDP Amerika Serikat turun drastis.

Sejumlah negara Eropa berencana untuk pelan-pelan mengakhiri karantina seiring jumlah infeksi dan kematian yang menurun. Di antaranya, Prancis, Spanyapl, Yunani, dan Rusia yang berencana untuk membuka kembali sekolah, pertokoan dan bisnis sambil terus melakukan tes untuk mengontrol virus tersebut. Sementara itu, Amerika Serikat mengalami penurunan GDP hingga 4,8 persen di kuartal pertama; ini merupakan kontraksi tertajam sejak kuartal pertama 2009. Sementara itu, seorang anjing pug bernama Winston, adalah anjing peliharaan pertama di AS yang positif terinfeksi COVID-19. Dan Singapura melaporkan 690 kasus baru, sehingga jumlah total kasus infeksi adalah 15.641. Sementara itu, perusahaan farmasi Jerman BioNTech mengatakan sudah melakukan tes sebuah vaksin potensial kepada para sukarelawan. Dan Australia berencana untuk memperbanyak pengetesan setelah mendapatkan 10 juta alat tes dari China. Hingga kemarin malam, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 3.142.942, dengan 218.649 meninggal, dan 948.693 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Meet dari Google: gratis untuk semua orang.

Google mengumumkan bahwa Meet—sarana video meeting untuk bisnis—bisa digunakan secara gratis oleh semua orang. Selama ini, seseorang bisa berpartisipasi dalam Meet tanpa membayar, tapi memerlukan akun G Suite berbayar jika ingin melakukan panggilan. Meski begitu, akses gratis ini belum bisa dinikmati setiap orang, karena Google akan membukanya secara bertahap, mulai minggu depan. Dibutuhkan beberapa minggu sebelum akhirnya semua orang bisa mengaksesnya secara gratis. Akses tanpa berbayar ini akan tersedia sampai September 2020. Setelahnya, panggilan gratis hanya berlaku untuk rapat yang berdurasi kurang dari 60 menit. Baca berita lengkapnya di TechCrunch.

Selanjutnya: setelah membaca Morning Briefing 30 April 2020, jangan lupa membaca panduan memilih produk retinol dari seorang dermatolog.

podcast button