5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 3 September 2020

Morning Briefing 3 September
Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi! Tidak banyak yang bisa dikatakan, kecuali: tetap pakai masker, jaga jarak saat di tempat publik, dan cuci tanganmu dengan benar! Selamat menikmati hari Kamis ini, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 3 September 2020.

Blanja.com tutup.

PT Telekomunikasi Indonesia resmi menutup platform belanja, Blanja.com. Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid menyatakan kebijakan ini sejalan dengan program transformasi perusahaan yang akan berlangsung mulai 1 Oktober 2020, yakni fokus pada bisnis e-commerce segmen korporasi dan UMKM. Salah satunya ialah Pasar Digital atau PaDi UMKM yang diyakini bagian dari instrumen penggerak ekonomi lokal. Fajrin mengungkapkan bahwa penutupan Blanja.com merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengembangkan bisnis e-commerce dan meningkatkan profitabilitas. (Tempo)

Tidak ada wilayah aman di Indonesia dari COVID-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa tidak ada wilayah di Indonesia yang aman dari COVID-19. Meski pemerintah sudah membagi kategori zonasi berdasarkan keadaan jumlah kasus, tapi penyebarannya dapat terjadi di mana dan kapan pun. Berdasarkan peta zonasi terakhir pemerintah, terdapat 65 daerah masuk dalam zona merah (risiko tinggi), 230 zona oranye (risiko sedang). Lalu, ada 151 daerah dalam zona kuning (risiko ringan), dan 68 daerah zona hijau. Saat ini, pemerintah terus berupaya mengurangi kasus aktif, dan menambah kasus sembuh serta menurunkan jumlah kematian. Sepanjang Agustus lalu kasus positif COVID-19 di Indonesia tembus angka 66.420 kasus, merupakan Jumlah penambahan kasus corona tertinggi dalam sebulan di Indonesia, sejak wabah terjadi. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Antibodi bisa bertahan berbulan-bulan dan banyak orang muda terinfeksi di Arab Saudi.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh kementerian kesehatan Arab Saudi memperlihatkan setengah dari jumlah pasien baru di sana adalah orang muda yang melanggar protokol kesehatan. Sementara itu sebuah studi berskala besar di Islandia menemukan bahwa antibodi coronavirus bisa bertahan paling tidak empat bulan, yang merupakan sebuah kabar gembira bagi pengembangan vaksin. Meski sampel darah yang diambil dari populasi yang homogen, tapi ini memberikan harapan bahwa vaksin bisa memicu respons imun dengan efek yang lebih tahan lama.

Dari Finlandia dilaporkan, sejumlah anjing pendengus sedang dilatih agar bisa mencium para pelancong yang terinfeksi coronavirus. Sebagai permulaan, program trial ini akan melatih 16 anjing dan direncanakan ditugaskan di Hensinki Airport. Finlandia bukan negara pertama yang melakukan ini, eksperimen yang sama sedang dilakukan di Amerika Serikat dan berbagai negara lain. Sementara itu, jumlah kasus semakin meningkat di resort nudist terbesar di dunia, Cap d’Agde, di Prancis. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 25.809.515, dengan 858.295 kematian, dan 17.119.679 kesembuhan. (Washington Post)

Pakistan memblokir lima aplikasi kencan.

Selasa lalu, Pakistan resmi memblokir Tinder, Grindr dan lima dating apps lainnya karena tidak mematuhi hukum lokal. Pakistan Telecommunications Authority mengatakan bahwa telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada kelima apps tersebut dan melakukannya karena “negatif efek” kontennya. Data analisa menunjukkan Tinder telah diunduh lebih dari 440.000 kali di Pakistan dalam waktu 12 bulan. Sementara Grindr, Tagged dan SayHi masing-masing sebanyak 300.000 kali, serta Skout 100.000 kali dalam periode yang sama. Para pengamat mengatakan bahwa Pakistan menggunakan legislasi digital yang baru untuk membatasi ekspresi kebebasan di internet dengan memblokir dan menghapus konten yang dianggap asusila. (Reuters)

Estée Lauder tinjau kembali produk pemutih kulitnya.

Setelah dituduh cultural insensitivity, Estée Lauder akan meninjau kembali bahasa dan metode marketing yang dipakainya untuk krim pemutih kulit. Perusahaan yang memiliki 25 merek termasuk Bobbi Brown, Clinique dan La Mer, tidak menerangkan lebih detail produk mana yang akan terimbas dengan kebijakan baru nantinya. Namun, pastinya, perusahaan ini akan meninjau ulang penggunaan sejumlah istilah, misalnya “pemutih” dan “pencerah”. Hal ini dilakukan setelah Estée Lauder dituduh hipokrit oleh warga media sosial karena menjual produk-produk pemutih kulit sementara mendukung gerakan Black Lives Matter. (The Guardian)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 3 September 2020, pastikan mengetahui cara membantu anak yang sedang mengalami kegalauan masa remaja.

.

podcast button