5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 3 November 2020

Morning Briefing 3 November 2020
Foto: www.unsplash.com

Hai! Bagaimana kesanmu dengan bulan November sejauh ini? Lebih baik dari Oktober, atau sebaliknya, atau kamu hanya bisa mengangkat bahu? Tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak saat berada di tempat publik, dan cuci tangan dengan rajin dan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 3 November 2020.

UMP 2021 DKI Jakarta naik.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah memutuskan untuk menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 2021 Jakarta menjadi Rp 4,4 juta. Gubernur Anies Baswedan menyatakan bahwa kenaikan UMP tersebut karena ada sejumlah sektor usaha yang masih tumbuh di tengah pandemi. Penerapan UMP ini dilakukan kepada sektor usaha yang tidak terdampak COVID-19. Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) mengumumkan bahwa perusahaan yang belum bisa mengikuti kenaikan UMP harus melaporkan diri ke Disnakertrans. (Liputan6)

Kloter umrah pertama dari Indonesia tiba di Arab Saudi.

Setelah beberapa bulan ditutup karena pandemi, akhirnya ratusan peserta umrah dari Indonesia mendarat di Arab Saudi pada hari Minggu. Rombongan dari Indonesia ini merupakan grup kedua yang tiba setelah rombongan Pakistan. Menurut data resmi dari bandara, Arab Saudi hanya memperbolehkan masuk peziarah dari dua negara ini, yaitu Indonesia dan Pakistan. Sebagai informasi, minggu lalu Arab Saudi mengumumkan akan membuka kembali umrah ke Mekah untuk jemaah Muslim dari seluruh dunia mulai 1 November. Menurut data, Indonesia menjadi negara pengirim peserta umrah terbesar kedua tahun lalu, yakni sebanyak 443.879 kedatangan. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: Kasus positif di Eropa melampaui 10 juta, dan tidak ada kasus baru di Australia.

Jumlah kasus positif di Eropa melampaui 10 juta dan terdapat 268.000 kematian pada hari Minggu. Jumlah ini terdata saat Jerman mulai memperlakukan lockdown ringan, Prancis dengan lockdown nasional, dan Inggris nasional lockdown nasional kedua. Italia tidak akan memberlakukan lockdown, tapi pergerakan akan dibatasi. Sementara Yunani akan memberlakukan lockdown di Thessaloniki, dan Portugal dengan lockdown parsial. Dari Australia dilaporkan bahwa kemarin adalah hari pertama tidak ditemukan kasus baru dalam lima bulan. Ini artinya, Australia bisa mulai melonggarkan restriksi.

Sementara itu Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa dia sedang melakukan karantina mandiri setelah melakukan kontak dengan seseorang yang positif terinfeksi virus ini. Dan Pangeran William dikabarkan terinfeksi coronavirus pada April, tapi diagnosa ini dirahasiakan dari publik. Diperkirakan William tertular pada saat yang bersamaan dengan ayahnya, Pangeran Charles. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 46.643.798, dengan 1.202.013 kematian, dan 31.155.083 kesembuhan. (New York Times)

Akhir dari kasus KDRT yang libatkan Johnny Depp.

Hakim di sebuah pengadilan tinggi di London memutuskan bahwa Johnny Depp telah berulang-ulang melakukan kekerasan kepada mantan pasangannya, Amber Heard, dan membuatnya hidup dalam ketakutan. Pengacara Depp menggambarkan keputusan ini sebagai sesuatu yang “sesat dan membingungkan” sehingga pasti akan meminta naik banding. Kasus ini berhubungan dengan Depp menuntut News Group Newspapers, penerbit Sun, dan salah satu jurnalisnya, Dan Wootton, atas sebuah artikel di 2018 yang menyatakan dirinya melakukan KDRT terhadap Heard. Depp juga mengajukan tuntutan pencemaran nama baik di Amerika Serikat atas tulisan Heard di The Washington Post. (Reuters)

Baby Shark menjadi video paling banyak ditonton dalam sejarah YouTube.

Baby Shark, lagu super catchy yang direkam oleh perusahaan Korea Selatan Pinkfong, menjadi video paling banyak ditonton sepanjang sejarah YouTube. Dengan 7,04 miliar view, video ini mengalahkan Despacito, video musik milik musisi Puerto Rico, Luis Fonsi dan Daddy Yankee. Predikat ini didapatkan lagu ini setelah empat tahun setelah pertama kali diunggah. Tidak ada yang tahu siapa penulis lagu ini (sudah menjadi lagu anak-anak sejak lama), dan pertama kali menjadi fenomena global saat dinyanyikan oleh penyanyi Korea Amerika Hope Segoine (usia 10 tahun). Lagu ini pertama kali viral di Asia Tenggara, kemudian merambah ke Amerika Serikat (berada di posisi no.32 single chart) dan Eropa (no.6 di Inggris single chart). Lagu ini milik publik dan tidak dimiliki oleh Pinkfong, tapi perusahaan ini dituntut oleh penulis lagu anak-anak Jonathan Wright, yang berargumen dia telah merekam musik tersebut pada 2011. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 3 November 2020, jangan lupa mengetahui kabar gembira tentang panduan olahraga pertama di dunia untuk pasien diabetes.